MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 11 Desember 2018 15:45
MUI Tetapkan Waktu Penggalangan Dana
AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Karena belum mendapat jawaban lanjutan terkait rencana penutupan lokalisasi dan prostitusi oleh pemerintah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tarakan beserta beberapa organisasi masyarakat (ormas) Islam seperti Muhammadiyah, Front Pembela Islam (FPI), Nahdlatul Ulama (NU), Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan beberapa ormas lain mengambil langkah.

Bertempat di kantor Badan Amil Nasional (Baznas) Tarakan, MUI mengadakan pertemuan. Wakil Ketua MUI Tarakan Syamsi Sarman mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut ditetapkan tiga poin hasil pembahasan. Yaitu penentuan objek yang menjadi sasaran penutupan, penggalangan dana dan meminta aparat keamanan untuk memberikan fasilitas keamanan dalam pelaksanaannya.

“Ada 3 poin inti dari hasil pertemuan ini pertama penutupan lokalisasi yang di dua tempat itu yaitu Karang Agas dan Sungai Bengawan paling lambat tanggal 31 Desember. Poin yang kedua konsekuensi dari penutupan itu MUI akan menggalang dana dari seluruh umat Islam yaitu melalui masjid-masjid, penggalangan dana di masyarakat dan melalui Baznas dan Laznas se-Kota Tarakan. Poin ketiga, MUI meminta aparat keamanan untuk memfasilitasi keinginan MUI dan ormas Islam ini agar terlaksana dengan baik. Baik dari keamanan maupun regulasinya” terangnya, Senin (10/12).

Meski menginginkan penutupan secepatnya dilakukan, namun ia menegaskan jika pihaknya tetap melakukan upaya penutupan sesuai prosedur. Oleh karena itu pihaknya meminta dukungan dan fasilitas oleh badan terkait agar dapat mewujudkan program Kementerian Sosial yang sudah dilakukan pada beberapa daerah.

“Makanya ini kan aspirasi MUI dan ormas Islam kita tidak menunggu Pemkot menginginkan, kami 2018 itu sudah ditutup. Tentu kami tidak punya kewenangan untuk datang ke sana mengunci pintu mereka. Tapi, aspirasi tanggal 31 Desember itu akan kami wujudkan sesuai dengan prosedur. Kami akan datang kepada Pak Wali misalnya atau Kapolres kami minta agar itu dilakukan,” jelasnya.

Mengenai nominal santunan yang akan diberikan kepada eks wanita tunasusila di dua kawasan itu, ia belum dapat membeberkan. Ia hanya menyampaikan jika masih dilakukan pendataan secara langsung. “Kami belum tahu angkanya berapa kami akan melakukan pendataan dulu berapa jumlah WPS yang akan kami bina. Kami masih menggunakan istilah bina dalam artian kami berikan dia santunan yang manusiawi kemudian kami pulangkan dia ke kampungnya. Setelah datanya kami dapat, barulah kami susun rencana biayanya, satu orang dapat berapa, biaya rehabilitasinya berapa,” ujarnya.

Ia menerangkan, jika akan secepatnya membentuk tim dalam upaya penutupan tersebut. Selain itu ia setiap petugas juga dibekali surat tugas agar nantinya setiap anggota memiliki identitas yang jelas. “Iya kami akan membentuk tim khusus untuk mendata dan mengurus segala sesuatunya. Setelah pertemuan hari ini mungkin besok kami akan buatkan surat tugas,” ujarnya.

Ia menerangkan jika upaya yang pihaknya lakukan hanyalah untuk membantu melancarkan instruksi Kementrian Sosial. Meski demikian, ia mengakui pihaknya belum dapat menargetkan dana yang terkumpul sebelum adanya data konkret yang pihaknya kumpulkan. Meski begitu ia menegaskan jika berapa pun dana yang didapatkan, seluruhnya akan disantunkan kepada wanita tunasusila yang dipensiunkan.

“Sesuai dengan isu nasional yang diinginkan oleh Menteri Sosial adalah lokalisasi, prostitusi yang tentu ini kan sebelumnya di- back up oleh pemerintah, baik Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Jadi begini, kalau untuk angkanya kami belum tahu, tapi kami pastikan kalau misalnya dana yang terkumpul itu dananya lebih besar daripada yang kami targetkan. Kami akan berikan semua pada wanita tunasusila. Karena kami mengumpulkan dana memang untuk mereka,” bebernya.

Mengenai realisasi pencarian dana tersebut, ia mengatakan jika penggalangan dana akan dijalankan mulai tanggal 21 Desember. Dan nantinya, penggalangan tersebut dilakukan di dua tempat yaitu turun ke jalan dan pengalanggan dana melalui masjid ke masjid. “Tanggal 21 Desember. Baik yang di masjid maupun yang di masyarakat. Yang di masjid itu kan hari Jumat jadi mulai tanggal 21 dan 28. Tanggal 21 itu kita turun ke jalan untuk mengumpulkan dana dan tanggal 28 itu penggalangan dana dari masjid,” ujarnya. (*/zac/lim)


BACA JUGA

Senin, 22 Juli 2019 10:33

Perlu Dukungan Infrastruktur Memadai

Perkembangan pesat tren belanja melalui sistem online secara tidak langsung…

Senin, 22 Juli 2019 10:32

Edukasi Masyarakat lewat Pawai Pembangunan

TARAKAN – Berbicara soal pawai pembangunan, tidak hanya sekadar keramaiannya.…

Senin, 22 Juli 2019 10:31

Tewas di Kolam, Dalami Penyebab Kematian

SEORANG anak berinisial DY (12) didapati meninggal dunia di sebuah…

Senin, 22 Juli 2019 10:27

Kristen Ortodoks Belum Ditemukan

TARAKAN- Munculnya ajaran Kristen Ortodoks di Indonesia, menjadi perhatian khusus…

Senin, 22 Juli 2019 10:26

Eksploitasi Migas di Sembakung Menjanjikan

TARAKAN – Sejumlah daerah di Kaltara, seperti Sembakung, Kabupaten Nunukan…

Senin, 22 Juli 2019 10:18

Parah, Pemadaman Listrik hingga 24 Jam

TARAKAN - Pemadaman bergilir selama 3 hari di kota Tarakan…

Senin, 22 Juli 2019 10:18

Penyidik Sudah Tetapkan Tersangka

TARAKAN - Setelah perkara dugaan korupsi pengadaan lahan kantor Kelurahan…

Senin, 22 Juli 2019 10:17

Jalan Rusak Meresahkan

TARAKAN - Banyaknya kerusakan jalan yang terdapat di RT 16…

Senin, 22 Juli 2019 09:38

Pemda Harusnya Jadi Penengah

TARAKAN - Ratusan warga Pantai Amal Baru Sabtu (20/7) pagi…

Senin, 22 Juli 2019 09:37

Kekurangan Daya Sisa 13 MW

TARAKAN – Warga menyayangkan pemadaman bergilir tidak sesuai dengan jadwal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*