MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 06 Desember 2018 13:40
Cegah KLB dengan Imunisasi MR

Imunisasi MR Dapat Sejalan Proker Puskesmas

VAKSIN: Petugas medis melakukan persiapan imunisasi MR (Campak Rubella) kepada siswa SMP N 1 Tarakan beberapa waktu lalu. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Adanya perpanjangan pelaksanaan imunisasi measles dan rubella (MR) hingga akhir Desember dipastikan tidak akan mengganggu program kerja (proker) yang sudah disusun oleh puskesmas yang ada di Kalimantan Utara (Kaltara).

Diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, Usman kepada pewarta, Rabu (5/12) dirinya menjelaskan, puskesmas harus melaksanakan kembali imunisasi MR setelah adanya Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) nomor: SR.02.06/MENKES/680/2018.

“Saya rasa program lain yang ada di puskesmas tidak terganggu, karena program imunisasi MR ini akan disejalankan dengan program lain yang sedang dilaksanakan puskesmas,” tuturnya.

Dirinya mengungkapkan, anak usia 9 bulan hingga 15 tahun sangat penting mendapatkan imunisasi MR, agar ke depannya anak-anak tersebut nantinya kebal dari penyakit measles atau lebih dikenal dengan campak dan penyakit rubella. 

Perlu diketahui campak dapat menyebabkan komplikasi serius pada tubuh. Mulai dari terkena diare, radang paru, radang otak, kebutaan, gizi buruk hingga kematian, sementara itu penyakit rubella sangat berbahaya bila menjangkiti ibu hamil, karena dapat menyebabkan keguguran hingga kecacatan pada bayi yang dilahirkan atau dikenal dengan sindrom rubella kongenital.

“Perlunya dilakukan imunisasi MR, agar anak-anak yang ada saat ini bisa kebal, imunisasi ini juga sebagai upaya untuk mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) di wilayah Kaltara,” bebernya.

Di Indonesia saat ini termasuk dari 10 negara dengan kasus campak dan rubella terbesar di dunia. Berdasarkan data Organiasi Kesehatan Dunia (WHO) jumlah kasus campak tercatat pada tahun 2010 hingga 2015 ada sekitar 23.164 kasus, sementara jumlah kasus rubella dalam rentang tahun yang sama mencapai 30.463 kasus.

“Saat ini kita baru capai 65 persen, kita akan terus melakukan evaluasi pelaksanaannya agar target 95 persen bisa tercapai,” tuturnya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat yang belum memberikan imunisasi MR kepada anaknya untuk mendatangi pusat pelayanan kesehatan. “Ini untuk kebaikan sang anak ke depannya, program pemerintah ini juga tidak dipungut biaya sepeser pun,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Komite Daerah Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda PP-KIPI) Kaltara, dr. Franky Sientoro, Sp.A, menilai apa yang sudah dicanangkan tersebut tak lain demi menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang sehat ke depannya. 

“Bila SDM kita tidak sehat, tentu berdampak pada penurunan SDM kita sendiri. Imunisasi MR ini sangat penting untuk menciptakan kelompok yang kebal dari penyakit measles dan rubella,” tuturnya.

Pria yang juga ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltara ini juga menjelaskan bila anak usia 9 bulan hingga 15 tahun yang tidak diimunisasi MR berpotensi menderita measles dan rubella. Kedua penyakit ini sangat berdampak buruk bagi kesehatan.

“Measles lebih kita kenal dengan campak, dapat menyebabkan infeksi paru-paru, radang otak hingga kematian, sementara rubella ini sangat berbahaya bila menginfeksi ibu hamil terutama di trimester pertama, karena dapat menyebabkan 80 hingga 90 persen bayi yang dilahirkan mengalami kecacatan seperti kelainan jantung, buta, katarak hingga tuli. Bila parah, dapat menyebabkan bayi meninggal di dalam kandungan,” ungkapnya.

Satu-satunya cara terhindar dari kedua penyakit tersebut dengan imunisasi MR. Pemerintah menargetkan setiap daerah harus mencapai cakupan 95 persen ke atas.

“Kenapa minimal harus 95 persen untuk cakupannya, agar 95 persen yang sudah terimunisasi ini bisa melindungi 5 persen yang belum mendapatkan imunisasi, bila cakupan di bawah 95 persen tentunya berdampak pada risiko tertular penyakit measles dan rubella lebih besar. Hal ini tentunya secara tidak langsung mempengaruhi kualitas SDM yang akan hadir di masa yang akan datang,” bebernya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat yang belum memberikan imunisasi MR produk Serum Intitute of India (SII) kepada anaknya untuk segera mendatangi pusat pelayanan kesehatan yang ada. “Ini program pemerintah tujuannya pasti baik, terlebih program ini tidak memungut biaya sepeser pun,” pungkasnya. (jnr/eza)

Cegah KLB dengan Imunisasi MR

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:10

Awali dengan Senandung Harmoni Paguntaka

Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Kota Tarakan, Lembaga Penyiaran…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:08

Pelaku Usaha BBM Eceran Butuh Petunjuk

TARAKAN – Penjualan bahan bakar minyak (BBM) hingga bahkan menggunakan…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:07

Pembangunan TPA Baru Tersendat

TARAKAN - Permasalahan lahan yang berada di kawasan Bukit Indah,…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:06

Tunggakan Terbanyak di Tarakan

TARAKAN - Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:26

Pengurus Koperasi Idec Pernah Pinjam di Bank

TARAKAN - Kasus dugaan penggelapan dana Koperasi PT Idec masih…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:24

Pemerintah Harus Tegas Soal Retribusi

TARAKAN - Tidak tercapainya pendapatan asli daerah (PAD) Tarakan di…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:22

Hendrik Bantah Keterangan Penyidik BNNP

TARAKAN – Sidang terdakwa sabu 1 kg yang melibat Hendrik…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:20

Awal 2020, PLTS Akan Dibangun

TARAKAN – Adanya keputusan untuk membangun tempat pembangkit listrik tenaga…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:19

Akses Jalan Rusak dan Drainase Dangkal

AKSES Jalan yang menjadi salah satu kebutuhan masyarakat kembali dikeluhkan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:56

Dua Oknum Parpol Diduga Janjikan Uang

TARAKAN- Di masa kampanye yang masih berjalan, Badan Pengawas Pemilu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .