MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 06 Desember 2018 13:09
Dari Anak Desa, Merasa 'Buah' Disiplin untuk Mencapai Cita-Cita

Mengenal Dandim 0903/Tsr Letkol Inf Sigid Hengki Purwanto (1)

BERTUGAS: Letkol Inf Sigid Hengki Purwanto yang hanya anak desa saat ini kembali melanjutkan tugasnya menjadi Dandim 0903/Tsr. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, Kemarin (5/12), menjadi pekan awal Komandan Kodim (Dandim) 0903/ Tsr, Letkol Inf Sigid Hengki Purwanto menginjakkan kaki di Bumi Tenguyun. Meraih jabatan seperti saat ini jelas perlu perjuangan, berikut kisahnya.

RACHMAD RHOMADHANI, Tanjung Selor

WAJAH ramah terpancar jelas saat pertama kali penulis bertemu di tempat tugas baru Letkol Inf Sigid Hengki Purwanto. Bahkan, saat itu ajakan duduk bersama di ruang kerjanya pun secara langsung terlontar olehnya.

Didampingi dengan dua orang personelnya di Kodim 0903/Tsr, Awal perbincangan kepada penulis pun dimulai dengan gaya duduk santai di kursi yang ada di dalam ruangan kerjanya. “Anak desa” itulah sedikit penggalan kalimat awal yang menggambarkan sosok masa kecil perwira kelahiran Desa Ngasem, 14 Desember 1978 ini.

Ya, memang tak banyak yang mengetahui soal masa kecil ayah dari Khaylah Jasmine Falerie dan Kayandra Kalvin Firmanza ini yang sejatinya berasal dari desa. Pasalnya, hal itu selama ini tertutupi oleh banyaknya pengalaman dan prestasi yang berhasil diraih saat bertugas di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

Namun, pada kesempatan kali ini, kepada penulis, sosok suami dari Ratih Hapsari SP tampak begitu terbuka atau gamblang menceritakan bagaimana kisah masa kecilnya dahulu.

Dengan sedikit mengingat, Letkol Inf Sigit mengawali pembicaraan tentang masa kecilnya bersama kedua orang tuanya dulu di Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.

Dikatakannya, menjadi anak desa memang diakui sampai saat ini tetap melekat pada dirinya. Ia pun tak ingin melupakan tentang bagaimana masa kecilnya dulu sebagai anak desa. Sebab, di momen itu diakuinya juga menjadi awal kebangkitan dan motivasinya hingga menjadi seorang perwira saat ini.

“Kalau bicara gambaran tempat tinggal di desa saya, tempatnya cukup jauh dari perkotaan. Paling tidak jaraknya sekitar 28 kilometer (km),’’ ungkapnya seraya mengingat kembali kenangan lainnya di masa kecil.

Dikatakannya juga, soal cita-cita sejak kecil dirinya mengaku memang ingin menjadi seorang angkatan atau Tentara Nasional Indonesia (TNI). Itulah mengapa, dengan background seorang ayah sebagai guru. Ia sejak kecil mengakui telah dididik untuk disiplin agar memiliki kepribadian yang baik.

“Tapi, misal ditanya mengapa mau menjadi tentara, sementara saya anak desa. Ya, memang saya sendiri yang ingin. Karena tentara itu menurut saya dulu waktu kecil sangat mengabdi bagi negera dan bekerjanya untuk rakyat,’’ ujarnya.

Namun, perwira ini tak menampik dalam proses mengejar cita-cita, ia yang hanya anak desa harus berjuang keras. Salah satunya, saat akan menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) harus pergi ke kota dengan tanpa adanya sanak keluarga.

“Kalau SD dan SMP saya masih di desa. Tepatnya, di SD Negeri 1 Desa Ngasem dan SMP Negeri 1 Desa Ngasem. Sementara, di kotanya itu waktu menempuh pendidikan di SMA Negeri 4 Bojonegoro,’’ sebutnya.

Lanjutnya, di kota sendiri, ia mengaku tidaklah dengan gaya hidup mewah. Karena disadari hanya dari anak desa yang memiliki impian tinggi. Ia selama tiga tahun sekolah tersebut hanya tinggal di kos.

“Saya memang niatkan sejak awal sebelum merantau ke kota untuk menjadi orang yang sukses. Itulah saya tekadkan sekolah dan tinggal di kos hingga lulus,’’ katanya.

Lebih jauh dikatakan, pasca dinyatakan lulus di SMA Negeri 4 Bojonegoro. Maka, saat itu ia langsung mencoba keberuntungannya dengan mendaftar ke Akademi Militer (Akmil) di Magelang pada tahun 1997. Dan buah rasa disiplin dan sikap baik yang ditanamkan dalam kehidupannya sejak kecil. Akhirnya, saat itu juga dirinya dinyatakan lolos hingga usai pendidikan di tahun 2000.

Alhamdulillah, saya saat itu menjadi satu-satunya orang di Kecamatan Ngasem yang masuk Akademi Militer tahun 1997,’’ ucapnya.

“Kemudian, lanjut lagi pendidikan di Bandung Sesarcab Infanteri tahun 2001. Dilanjutkan dengan perwiranya di tahun 2010 dan Seskoad di tahun 2015,’’ ungkapnya.(bersambung/udn)

 


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:04

Beda Persepsi, Persetujuan Ditunda

TANJUNG SELOR – Deadline persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:02

Pembangunan Lanudal Butuh Lahan Enam Hektare

TANJUNG SELOR - Pembangunan Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) di…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:01

Sempat Molor, DPTHP-II Nasional Ditetapkan

TANJUNG SELOR – Meski sempat molor, penetapan jadwal Daftar Pemilih…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:59

Mau Bangun Ini, Pertamina Beri Catatan Khusus

TANJUNG SELOR – Setelah melakukan survei ke Bandara Kolonel RA…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:58

2.107 Warga Binaan Miliki Hak Pilih

TANJUNG SELOR – Hak pilih narapidana di lembaga pemasyarakatan (lapas)…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:56

Harga TBS Anjlok, Ini Dampak yang Paling Terasa

TANJUNG SELOR - Turunnya harga crude palm oil (CPO) dunia…

Jumat, 14 Desember 2018 14:50

Diupah RM 5.000, Nelayan Bawa Sabu 10 Kg

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali…

Jumat, 14 Desember 2018 14:48

Infrastruktur dan Bantuan Keuangan Jadi Perhatian

TANJUNG SELOR ­– Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Dewan Perwakilan Rakyat…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Rp 9 Miliar untuk Relokasi Pipa

TANJUNG SELOR – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat…

Jumat, 14 Desember 2018 14:44

Bawaslu Pertanyakan Hak Suara di Lapas

TANJUNG SELOR – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .