MANAGED BY:
JUMAT
19 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 06 Desember 2018 12:57
Perkara Narkotika Meningkat
DIVONIS: Perkara narkotika merupakan salah satu perkara yang telah rampung dan diputus majelis hakim PN Nunukan dan paling mendominasi di tahun 2018. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Periode Januari hingga November, Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan telah memproses 285 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP). Angka ini dinilai meningkat dibandingkan 2017 lalu yang menerbitkan 272 SPDP.

Ini membuktikan jumlah perkara tindak pidana di Kabupaten Nunukan mengalami peningkatan. Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Nunukan Endi Saenal mengungkapkan perkara atau tindak pidana yang diproses di Kejari setiap tahunnya selalu diakuinya selalu mengalami peningkatan.

“Ya, setiap tahunnya mengalami peningkatan. Kalau melihat perbandingan angka, jumlah di 2017 dan 2018 ini meningkat secara signifikan. Belum lagi ditambah data Desember ini,” ungkap Andi ketika diwaancarai kemarin.

Andi melanjutkan, dari 285 SPDP, sudah ada 210 perkara yang putus atau terdakwa yang menjalani perkaranya telah divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Nunukan. Sebagian besar perkara yang putus didominasi perkara narkotika.

“Paling menonjol narkoba. Sebulan itu bahkan ada sampai pulunan SPDP yang harus kami proses. Kalau perkara yang lainnya paling banyak dalam sebulan itu paling hanya lebih dari 10 SPDP,” terang Andi.

Bahkan ada seorang anak di bawah terlibat dalam kasus piudm yang mereka tangani. Anak itu masih berusia 16 tahun dalam perkara pembunuhan. Selain itu, ada tujuh orang anak lainnya yang terlibat perkara pidum. Seluruhnya terlibat kasus atau perkara pencurian di mana perkara pencurian peringkat kedua angka tertinggi dari perkara narkotika.

“Ya, narkotika ini masih mendominasi setiap tahunnya. Selain itu disusul pencurian dimana juga ada pelaku anak dibawah umur. Ini sangat memprihatinkan dan bisa merusak masa depan generasi muda. Jadi sangat dibutuhkan sinergitas antara pemerintah, aparat penegak hukum serta masyarakat harus bersatu menghilangkan penyakit ini,” harap Andi.

Sementara itu, untuk jumlah perkara yang telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Nunukan sebanyak 223 perkara. Dari 223 perkara tersebut, 210 perkara telah diputus atau vonis dari majelis hakim PN Nunukan.

“Jadi tahun ini kami sudah mengeksekusi 210 perkara yang seluruhnya sudah menjalani proses hukum di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Nunukan,” pungkas Andi. (raw/nri)

 

 

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*