MANAGED BY:
JUMAT
19 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 06 Desember 2018 12:53
PMI Dipulangkan Dapat Pesangon
TERIMA PESANGON: Darmawati mewakili Sultan menerima uang pesangon dari tempat bekerja di Tawau, Malaysia yang diserahkan langsung oleh BP3TKI Nunukan mewakili KRI Tawau, Malaysia. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pekerja Migran Indonesia (PMI) Sultan (50) yang mengalami sakit parah mendapatkan uang pesangon dari tempat bekerja di Tawau, Malaysia sebanyak RM 6 ribu atau Rp 22 juta. Telah diserahkan kepada Darmawati adik kandung dari Sultan.

Bagian Ketenagakerjaan Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Malaysia Bambang Eko Sukartono mengatakan, PMI yang sakit atas nama Sultan tidak dipulangkan begitu saja. Karena uang selama bekerja di perusahaan Selera Indah Sdh Bhd ikut  diberikan.

“Yang terima uangnya adiknya yakni, Darmawati yang tinggal di Desa Bangkir Kecamatan Dampal Selatan, Tolitoli,” kata Bambang Eko Sukartono.

Dia menjelaskan, perusahaan Selera Indah Sdn Bhd telah menyelesaikan hak Sultan selama bekerja hampir 7 tahun, dengan memberikan uang sebesar RM 5.534. Rincian uang tersebut, sebanyak RM 4.900 uang penamatan kerja atau disebut pesangon. Ditambah RM 500 untuk biaya pemulangan ke Indonesia. Sementara masih ada sisa gaji Oktober sebesar RM 134.

Untuk itu, penyelesaian untuk Sultan dianggap selesai, kedua pihak baik dari perusahaan dan perwakilan keluarga tidak akan mengajukan tuntutan apapun dikemudian hari. Karena telah menerima seluruh uang yang ditempat selama Sultan bekerja.

“Semua telah selesai dan pihak keluarga telah menerima uangnya, untuk selanjutnya tidak ada lagi permasalahan terkait sisa uang Sultan di perusahaan tersebut,” ujarnya.

Sementara, Darmawati adik dari Sultan mengatakan, total uang yang diterima dari Tawau, Malaysia sebanyak RM 6 ribu. Karena ada seribu ringgit merupakan uang arisan. Dari tempat kerja diterima sebanyak RM 5 ribu.

“Dana tersebut akan digunakan untuk biaya pengobatan Sultan selama di Tolitoli nantinya,” kata Darmawati.

Ia berharap, dengan dana yang telah ditukar sekira Rp 22 juta dapat dimanfaatkan untuk berobat. Karena selama di Tawau, Malaysia penyakit Sultan tidak kunjung sembuh. Padahal telah dirawat di rumah sakti, serta berbagai cara pengobatan yang dilakukan tak ada perubahan.

“Semoga uang tersebut dapat bermanfaat, digunakan untuk penyembuhan Sultan nantinya,” ujarnya. (nal/nri)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*