MANAGED BY:
JUMAT
19 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 05 Desember 2018 12:47
Dipulangkan ke Kampung Halaman
DIPULANGKAN: Sultan (50), telah dipulangkan ke Tolitoli menggunakan KM Lambelu, Senin (3/12) malam. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pekerja Buruh Migran (PMI) yang bekerja di Tawau, Malaysia sedang mengalami sakit parah dengan gangguan napas dan struk. Saat ini Sultan (50) telah dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Adik kandung dari Sultan, Darmawati yang mendampingi kepulangannya dengan menaiki kapal motor (KM) Lambelu, Senin (3/12), mengatakan Sultan terpaksa dipulangkan ke kampung terlebih dahulu untuk dilakukan perawatan.

“Dipulangkan dulu, karena sudah dirawat di Rumah Sakit Tawau, tapi belum ada perubahan,” kata Darmawati.

Darmawati menjelaskan, Sultan telah bekerja di Tawau, Malaysia lebih 10 tahun. Sebelumnya belum pernah kembali ke kampung. Bahkan saat sakit hanya dirawat oleh teman kerjanya yang ada di Tawau, Malaysia.

Dikarenakan, sakit Sultan belum sembuh setelah dirawat selama sebulan di Tawau, Malaysia. Terpaksa harus dijemput untuk kembali ke kampung. Jika nantinya Sultan kembali sehat, tidak menjadi masalah untuk bekerja di Tawau, Malaysia.

“Saya tidak pernah larang Sultan untuk bekerja di Tawau, Malaysia. Semoga nanti setelah sembuh bisa dapat bekerja kembali,” ujarnya.

Lanjut dia, penyakit yang dialami Sultan sangat parah, karena jika kembali mengalami sesak napas sangat menderita. Saat ini hanya dibantu oksigen untuk pernafasan. Semoga saat dirawat di kampung nantinya mengalami perubahan.

“Semua keluarga berharap Sultan dapat sembuh kembali, karena sudah sejak lama sakit,” tuturnya.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nunukan, Ahmad Ramadhan mengatakan, pemulangan Sultan telah dilakukan BP3TKI Nunukan, semua biaya pemulangan telah ditanggung.

“PMI tersebut tak diminta biaya kepulangan, semua ditanggung BP3TKI Nunukan termasuk adiknya,” kata Ahmad Ramadhan.

Menurutnya, untuk PMI yang bekerja di Malaysia khususnya di Tawau, telah menjadi tanggungjawab BP3TKI Nunukan untuk menangani jika mengalami masalah. Karena sesuai tugas harus melindungan para PMI yang bekerja.

Para PMI yang bekerja di Tawau, Malaysia harus mendapatkan perlindungan. Karena para PMI yang bekerja secara resmi tentu mengikuti prosedur. Sehingga mengalami masalah seperti sakit dan ingin dipulangkan, maka wajib untuk dilakukan.

“Anggarannya memang telah disiapkan, untuk menangani para PMI yang bermasalah,” ujarnya. (nal/nri)

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*