MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 04 Desember 2018 14:00
Operasi Militer di Aceh, Memutus Komunikasi Pasukan GAM

Berkenalan dengan Danyonmarhanlan XIII Mayor Marinir Fauzi Safi ’i

TERKESAN DENGAN KALTARA: Mayor Fauzi Safi’i, S.AP, didampingi istrinya RR Merita Nitanegoro memulai tugas baru sebagai Danyonmarhanlan XIII/Tarakan. JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Muda dan bersemangat. Begitulah sosok Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan) XIII Mayor Marinir Fauzi Safi’i, S.AP, yang baru memulai tugasnya di Kaltara pekan ini. Lulusan Akademi XLVII-2001 itu resmi menggantikan Letkol Marinir Aminuddin, M.Tr.Hanla, sejak Jumat 30 November lalu.

 

AZWAR HALIM

 

MAYOR Marinir Fauzi Safi’i, S.AP, tak pernah menyangka akan diberi tugas di perbatasan Kaltara usai menyelesaikan Pendidikan Reguler (Dikreg) di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) awal November lalu. Bersama dengan 134 perwira lainnya dalam angkatan ke-56, pria kelahiran 17 Juli 1978 itu dididik di Lembaga Pendidikan Pengembangan Tertinggi di TNI AL sejak pertengahan Januari 2018.

Komandan Pasukan Marinir (Danpasmar) 2 Brigjen TNI Marinir Endi Supardi, S.E, memimpin sertijab Danyonmarhanlan XIII di Mako Pasmar 2 Jalan Ahmad Yani Nomor 1A Gedangan Sidoarjo, Jawa Timur pekan lalu. Dalam kesempatan itu, Danpasmar menyampaikan jika persoalan di perbatasan cukup kompleks, rawan penyelundupan narkoba, barang ilegal serta buruh migran atau tenaga kerja Indonesia nonprosedural. “Itu yang dipesan komandan di atas, menekankan prajurit menjauhi kegiatan ilegal dan terlarang. Jangan sampai mendekati, haram bagi matra laut, bagi marinir menjalankan kegiatan yang bertentangan dengan hukum,” ujarnya ketika ditemui Radar Tarakan, Senin (3/12) pagi.

 

KEINGINAN KE SMA TARUNA TERHALANG NILAI

Fauzi pun membagi kisahnya yang sejak duduk di kelas III sekolah dasar (SD) sangat tertarik dengan dunia militer. Kendati hanya paman, adik dari ibunya yang memiliki irisan kemiliteran. “Saya bercita-cita dari kecil pengin jadi taruna, saya pernah lihat taruna di jalan, kok bagus, kok gagah dan saya pengin seperti itu,” ujarnya.

Usai menamatkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Kediri 1994, Fauzi berniat melanjutkan pendidikan di salah satu sekolah menengah atas negeri (SMAN) taruna. Tapi niatnya terhalang nilai yang tak memenuhi syarat. Salah satu mata pelajaran, nilai Fauzi hanya 6.

Dari situ, pilihannya tetap lanjut, meski di SMAN 1 Kediri. “Saat itu sering melihat kakak kelas sudah jadi taruna, sehingga saya tertarik. Kalau ini rezeki saya, Allah pasti memberi kemudahan,” kisahnya.

Ayahnya Bambang Sri Widodo dan ibunya Sri Suhaeni terus mendorong Fauzi dapat berkarir. Salah satu pesan yang paling diingat dari ayahnya yang merupakan karyawan di sebuah pabrik gula adalah jika Fauzi harus mandiri. “Ayah seorang karyawan yang memulai pekerjaan sebagai pekerja biasa hingga ke medium level di perusahaannya. Semua say jalankan didasari keingian saya, dan ibu saya pribadi, memberikan semangat. Bapak meyampaikan seperti ini, kamu harus banyak berdoa, dan punya pekerjaan yang baik. Kalau saya sudah tidak ada, kamu menggantungkan sama siapa, mau kerja apa. Akhirnya saya motivasi diri, saya rutin berlatih, menggembleng fisik, minggu saya renang. Hampir setiap hari rutin lari,” terangnya.

Menamatkan pendidikan menengah atas pada 1997, Fauzi sempat mendaftar menjadi bintara Polri. Di tahap penilaian akhir, Fauzi mundur usai berpikir panjang. Beberapa bulan setelahnya dia mendaftarkan diri menjadi calon taruna di Akademi Angkatan Laut (AAL). 

“Saya berangkat ke Magelang. Dulu kalau daftar beda waktu, masih ingat Januari daftar polisi, April daftar Akabri (AAL). Semuanya dapat, tapi saya mengejar yang Akabri. Memang niat saya pengin masuk di taruna,” ujar pria yang hobi bulu tangkis dan sepeda ini.

Fauzi pun akhirnya menamatkan pendidikan di AAL pada 2001.

SITA ALAT KOMUNIKASI PASUKAN GAM

Dua tahun kemudian, tepatnya Mei 2003 dia mendapat penugasan dalam Operasi Militer Aceh. Selama 12 bulan operasi, Fauzi tergabung dalam Satuan Tugas Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC).

Tugas yang sangat menantang, berhadapan langsung dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Aceh Utara dan Tengah. Kami berhasil memutushubungan komunikasi GAM Aceh Utara dan Aceh Tengah. Jenis  HT yang canggih milik mereka kami ambil. Itu barang dari luar negeri, kami amankan, kami serahkan ke satuan atas. Itu lokasinya di Gunung Goh Leumo, gunungnya amat tertutup, vegetasi sangat padat. Banyak prajurit sakit, malaria, hepatitis. Alhamdulillah, kita diberi kesehatan dan kelancaran dalam operasi itu,” kisahnya berusaha mengingat kejadian penuh tantangan itu.

“Satgas di Aceh Timur di Peureulak, di sana berkat bantuan dari masyarakat, kami bisa membangun masjid, kami menangkap panglima GAM wilayah Peureulak. Pada saat operasi tersebut, saya belum menikah. Ada kontak senjata, hingga kami mengamankan banyak pucuk senjata,” tambahnya.

Awal menginjakkan kaki di Aceh, Fauzi masih berpikir garis belakang, sarana komunikasi saat itu belum secanggih sekarang. Belum secanggih penugasannya yang kedua.

Di penugasannya di Kaltara, ia pun berharap dukungan seluruh prajurit dan masyarakat Tarakan. Menurutnya Tarakan harus lebih baik dan berkembang lagi. “Cintailah bangsamu, bangunlah negerimu, untuk anak muda, wujudkan obsesi untuk membangun bangsa ini. Insyaallah hal positif akan datang bagi diri kita,” pesan ayah dua anak ini. (***/lim)

 

 

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:12

Bawaslu: ODGJ dan Orang Gila Beda

TARAKAN - Pada Pemilu 2019 mendatang, akan ada tempat pemungutan…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:10

Awali dengan Senandung Harmoni Paguntaka

Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Kota Tarakan, Lembaga Penyiaran…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:08

Pelaku Usaha BBM Eceran Butuh Petunjuk

TARAKAN – Penjualan bahan bakar minyak (BBM) hingga bahkan menggunakan…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:07

Pembangunan TPA Baru Tersendat

TARAKAN - Permasalahan lahan yang berada di kawasan Bukit Indah,…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:06

Tunggakan Terbanyak di Tarakan

TARAKAN - Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:26

Pengurus Koperasi Idec Pernah Pinjam di Bank

TARAKAN - Kasus dugaan penggelapan dana Koperasi PT Idec masih…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:24

Pemerintah Harus Tegas Soal Retribusi

TARAKAN - Tidak tercapainya pendapatan asli daerah (PAD) Tarakan di…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:22

Hendrik Bantah Keterangan Penyidik BNNP

TARAKAN – Sidang terdakwa sabu 1 kg yang melibat Hendrik…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:20

Awal 2020, PLTS Akan Dibangun

TARAKAN – Adanya keputusan untuk membangun tempat pembangkit listrik tenaga…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:19

Akses Jalan Rusak dan Drainase Dangkal

AKSES Jalan yang menjadi salah satu kebutuhan masyarakat kembali dikeluhkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .