MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 04 Desember 2018 13:06
Kesal Listrik Padam Dua Kali Sehari
PADAM LAGI: Masyarakat di Kabupaten Tana Tidung kesal dengan pemadaman yang dilakukan pihak PLN dan dianggap tidak beraturan sehingga mengganggu aktivitas warga. RIKO / RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG - Masyarakat Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung menyesalkan kebijakan PT PLN Persero Wilayah Kaltim Cabang Berau PLTD Tideng Pale, yang telah memadamkan lampu tidak beraturan hingga banyak kegiatan usaha anjlok.

"Kami sangat kesal, lagi buat minuman untuk pelanggan justru mati lampu mendadak," kata salah satu pedagang makanan dan minuman segar Anis (30), Senin (3/12).

Ia mengatakan, sejak hampir sebulan lebih kondisi lampu PLN sangat meresahkan, jadwal mati lampu tidak beraturan dan bahkan satu hari dua kali mati yang berdampak pada usaha kecil warga. Begitu juga kafe dan rumah makan sederhana terpaksa tutup akibat tidak mampu beroperasi dampak kerapnya arus PLN terputus tidak beraturan, sejak Sabtu (1/12) 2018 lalu.  “Dihitung selama satu hari ada dua kali lampu mati mendadak dan hampir 2 jam lamanya. PLN mestinya memberitahukan hal ini alasannya," sebutnya.

Rudi, pria berumur 35 tahun ini juga turut mengeluhkan hal sama. Diakuinya Senin (3/12), di wilayahnya terhitung dua kali mengalami pemadaman. Imbasnya, pekerjaan kantor ditunda dan itu tanpa pemberitahuan dari pihak PLN. Ditambahkannya lagi, genset dihidupkan berselang beberapa jam, namun ini dinilai sangat merugikan. Padahal pihaknya selalu siaga semisal ada pengumuman yang dirilis dari PLN.

“Tapi ini malah di luar pengumuman. Artinya ini sudah salah dan semena-mena kalau ada pemeliharaan, segera dilakukan secepatnya. Jangan berlama-lama akhirnya nanti dimanfaatkan waktu itu buat menghemat BBM-nya. Karena mengingat ini sudah akhir tahun. Inikan pekerjaan mereka harusnya mereka pihak PLN sudah bisa memprediksi kapan selesai pemeliharaan itu, jangan buat jadwal berulang-ulang," ucapnya. Ia juga berharap pemerintah tak menutup mata atas kondisi ini. Jika kondisinya dibiarkan berlarut-larut, akan banyak yang terdampak dari pemadaman tersebut.

Sebelumnya, informasi yang dihimpun media ini, pihak PLN mengakui pemadaman terjadi karena pemeliharaan masih dilakukan. Jika seluruh unit mesin dioperasikan, tak mampu meng-cover beban puncak. Begitu juga persoalan pemadaman, pihak PLN mengakui, di jadwal tidak ada pemadaman sampai dua kali sehari. Namun kenyataanya PLN memberlakukan pemadaman hingga dua kali dalam sehari.

Nur Salim, Supervisor Tehnik Tideng Pale menjelaskan, memang saat ini pihaknya sedang melakukan pemeliharaan salah satu mesin PLTD.  Hingga kini belum selesai pengerjaanya, sehingga pihaknya masih melanjutkan pemadaman bergilir. Lebih lanjut dijelaskanny, untuk pemeliharaan mesin ini tidak berpatokan dengan bulan atau tahun,tetapi berpatokan kepada  jam operasi mesin. Karena ketika pertama kali datang, mesin dimulai dari nol dan ketika 250 jam operasi, mesin harus dilakukan penggantian oli. “Namun itu tidak perlu dilakukan pemadaman karena bisa dikerjakan pada saat malam hari. Jika misal kelipatannya itu sama ganti oli juga, pemeliharaan yang berat itu di 3000 jam di mana kita pasti lakukan pemadaman karena harus ada pemeliharaan bagian dalam mesin sehingga proses buka pasangnya yang memakan waktu lama," kata Nur Salim. (*/rko/zia)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 15:28

Lebih Langsing dengan Berenang

<p>Berenang termasuk olahraga yang menyenangkan. Tetapi kebanyakan orang lebih menganggap olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .