MANAGED BY:
KAMIS
27 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 03 Desember 2018 13:08
Janji Pemeliharaan Selesai 10 Hari
PROSES PERBAIKAN: Petugas PLN saat melakukan perbaikan beberapa perangkat unit mesin dan janjikan pemeliharaan sepuluh hari ke depan selesai. RIKO / RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG – Perawatan serta pemeliharaan mesin yang dilakukan PT PLN Persero Wilayah Kaltim Cabang Berau PLTD Tideng Pale, Kecamatan Sesayap kembali diperpanjang jadwalnya.

Padahal sebelumnya pihak PLN berjanji menyelesaikan pemeliharaan hingga 28 November 2018. Diakui pihak PLN, masih ada satu unit mesinnya berkapasitas besar yang perlu dilakukan perawatan. Ini berimbas terhadap 7 unit mesin lainnya harus dioperasionalkan bersamaan.  Selama perawatan, alhasil pemadaman listrik secara bergilir akan tetap berlaku, pihak PLN sendiri berjanji akan menormalkan listrik dalam 10 hari ke depan terhitung mulai Jumat (30/11).

Disampaikan oleh PLT Supervisor Teknik UPTD PLN Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Nursalim, Rabu (28/11) belum lama ini menerangkan, bahwa pada kondisi normal daya mampu sekitar 2,13 mega watt (MW). Sementara beban puncak sekitar 1,8 MW akan tetapi perawatan yang dilakukan terhadap salah satu mesin berkapasitas 1 MW, pemadaman pun tak dapat dielakkan.

“Kami berjanji dalam 10 hari listrik akan kembali normal. Kami juga meminta maaf dan berharap kepada seluruh masyarakat untuk memahami hal ini sebab perawatan dan pemeliharaan yang kami lakukan terhadap salah satu mesin justru yang terbesar kapasitasnya,” bebernya.

PLN sendiri berharap dapat menyelesaikan pemeliharaan mesin secepat mungkin agar persoalan listrik dapat terselesaikan dengan baik. Saat ini semua personel khususnya bagian teknik ini bekerja maksimal siang dan malam (lembur) dengan tujuan mesin ke-8 berkapasitas 1 MW dan yang bisa diandalkan sehingga bisa segera digunakan untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat yang ada di KTT ini. Diakuinya dengan beroperasinya mesin besar ini,  ada 2 atau 3 unit mesin saja sudah bisa menyala maksimal.

“Saat pemeliharaan mesin besar di waktu malam, tidak mampu, sementara kalau pakai yang besar cukup beberapa mesin saja bisa maksimal menyala 24 jam seperti biasanya. Pemeliharaan dan perawatan mesin tidak dilakukan berdasarkan waktu pemakaian. Akan tetapi berdasarkan dari jam operasi ketika pertama kali mesin datang masih di angka nol lalu setiap 250 jam diperlukan ganti oli tapi tidak perlu dilakukan pemadaman,” sambungnya.

 

Begitu pula dengan jam beroperasinya mencapai 1.000 – 1.500 watt tidak perlu pemadaman. Namun berbeda ketika sudah mencapai di angka 3.000 watt pemakaian listrik, mesin akan terasa berat sehingga terpaksa dilakukan pemadaman. Lebih lanjut dijelaskannya, saat ini saja memasuki jam operasi sekitar 5 ribu watt. Lanjutnya lagi, dijelaskannya untuk detail pemeliharaan,  banyak alat pada mesin banyak yang dibongkar  termasuk penggantian sparepart. Sehingga saat kembali dikonfirmasi mengenai  kemungkinan selanjutnya apakah ada pemadaman lagi, pihaknyya tidak dapat memastikan jika hanya berdasarkan jam operasional.

Menurutnya, jika dipaksakan seluruh mesin beroperasi, kondisi mesin akan makin parah. Sehingga mengurangi beban pemakaian menjadi solusi agar tidak terjadi kerusakan lebih jauh. Dijadwalkannya, pemakaian listrik yang paling banyak sekitar pukul 17.00 Wita  hingga pukul 22.00 Wita. Sementara untuk penghematan, pihaknya sudah mengakui melakukanhal tersebut. “Dalam kondisi seperti ini kami sendiri berharap perawatan cepat selesai dilakukan,” urainya.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat yakni sekitar 4.500 pelanggan di KTT ini untuk melakukan penghematan supaya semua warga dapat menikmati listrik dengan baik. Salah satunya memadamkan alat elektronik yang tidak diperlukan. Dan bagi masyarakat yang menggunakan mesin genset sebagai cadangan penerangan agar MCB yang ada di meteran listrik untuk dimatikan (nonaktifkan). “Begitu juga yang menggunakan lilin atau memakai lampu konvensional pakai alas yang tidak mudah terbakar supaya kejadian kebakaran dapat dihindari,” pungkasnya. (*/rko/zia)

 


BACA JUGA

Senin, 10 Juni 2019 15:45

H+5 Arus Balik Didominasi PNS

TANA TIDUNG – Arus balik lebaran Idulfitri yang menggunakan transportasi…

Senin, 10 Juni 2019 15:39

Sulit Mengurus SIM karena Akses Jauh

TANA TIDUNG - Hingga kini masyarakat di Kabupaten Tana Tidung masih…

Jumat, 31 Mei 2019 10:40

Idulfitri, Stok Elpiji Aman

TANA TIDUNG - Stok elpiji di Kabupaten  Tana Tidung (KTT)…

Jumat, 31 Mei 2019 10:38

Mudik Lebaran, Kapolsek Imbau Waspada Kriminalitas

TANA TIDUNG - Untuk mencegah aksi kejahtan yang selalu terjadi…

Jumat, 31 Mei 2019 09:41

Raup Untung Rp 1 Juta Per Hari

TANA TIDUNG - Bulan Ramadan dan momen Lebaran tidak hanya…

Rabu, 29 Mei 2019 10:52

Di Kabupaten Ini, Jalur Sungai Belum Aman

TANA TIDUNG – Selasa (28/5), Dinas Perhubungan (Dishub) Tana Tidung…

Rabu, 29 Mei 2019 10:52

Gelar Operasi Ketupat di H-10 Lebaran

TANA TIDUNG - Dalam rangka mengantisipasi berbagai bentuk kerawanan serta…

Senin, 27 Mei 2019 09:45

Disaingi Online, Pedagang Lapak Sepi Pembeli

TANA TIDUNG – Memasuki minggu kedua bulan Ramadan, toko pakaian…

Jumat, 24 Mei 2019 10:23

Medsos Dibatasi, Pedagang Daring di KTT Merugi

TANA TIDUNG – Para pedagang yang kerap berbisnis secara daring…

Jumat, 24 Mei 2019 10:22

Penumpang Speedboat Baru Ramai Mulai H-7 Idulfitri

TANA TIDUNG – Selama bulan Ramadan ini, pengusaha speedboat di Tana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*