MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 30 November 2018 14:04
Pembangunan Pembangkit Listrik Tunggu Hasil Survei
SURVEY: Perwakilan JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris dan PT PLN (Persero) melakukan kunjungan lokasi di Tanjung Keramat pada September lalu. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Setelah melakukan site survey pertama pada September lalu, PT PLN (Persero) terus menggarap pengerjaan pembangunan pembangkit listrik di area South Sembakung Gas Plant, Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Medco E&P Simenggaris.
Staf Teknis PT PLN Enginering, M. Sahroni mengatakan sejauh ini masih dalam tahap survei untuk menentukan struktur bangunan. Dalam artian, pembangunan atau pengadaan pembangkit ini masih menunggu hasil survei.
Yakni menunggu hasil sampel untuk mengetahui imbas dan kekuatan bangunan. Dikatakannya setidaknya membutuhkan waktu dua minggu untuk menyelesaikan survei. Sampel yang dikirim ke Jakarta pun membutuhkan waktu dua minggu, untuk mendapatkan hasilnya.
“Kan ada bukit dan lembah juga, jadi perlu diratakan. Jadi dari PLN juga masih menunggu hasil survei ini,” terangnya Kamis (29/11).
Lebih lanjut dijelaskannya, adapun sampel ini dilakukan suling. Yang mana mengambil sampel tanah per meter, dengan kedalaman 40 meter. Kemungkinan, akhir tahun ini hasil survei sudah diketahui. “Dari kita gambarannya sudah ada, jadi tinggal menentukan pondasi bawahnya saja. Akhir Desember sudah bisa diketahui,” jelasnya.
Potensi gas yang ada di South Sembakung ini sangat berpotensi untuk dimanfaatkan wilayah Kalimantan Utara. Dikatakan PJS Field Superintendent, Franciscus Aditya, kapasitas gas plant yang ada saat ini mencapai 25 Milion Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD).
Sementara yang digunakan untuk Kecamatan Tanah Merah hanya 0,01 MMSCFD atau setara dengan 400 kWh. Sangat disayangkan, permasalahan letak geografis menjadi kendala utama dalam penyaluran gas ini.
“Jadi potensi ini bisa dimanfaatkan lebih luas. Kalau pembangunan jaringan, pembangkitnya di sini, kita transfer gas ke PLN lebih mudah,” jelasnya usai penanaman pohon di wilayah kerja South Sembakung, Kamis (29/11).
Sesuai dengan dengan perjanjian jual beli gas (PJBG) antar PLN dan JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris hanya 8 Million British Thermal Unit (MMBTU). Dengan kontrak sekitar 20-an tahun. “Sampai 25 tahun itu baru sumur-sumur yang sudah kita temukan. Kita masih terus pengembangan untuk mengambil gas. Itu baru di sekitar South Sembakung, belum di sekitarnya,” katanya.
Dikatakannya di South Sembakung ini terdapat empat titik sumur. Hanya satu titik sumur yang digunakan untuk Kecamatan Tanah Merah, itupun tidak maksimal. “Padahal satu titik sumur bisa mengalirkan 8 MMBTU, sementara yang tersalurkan hanya 0,01 MMSCFD,” bebernya.
Sesuai dengan PJBG, kesepakatan mengalirkan listrik ini dimulai 2021. Di sisi lain, bukan tak dilirik oleh investor lokal maupun asing. Lagi-lagi titik permasalahan letak lokasinya yang sulit dijangkau. “Kita tidak bisa menargetkan harus selesai di tahun sekian, tapi sesuai dengan kesepakatan. Jadi, semoga PLN bisa menetapi janji sesuai jadwal. Investor juga sudah pernah datang, tapi masalah lokasinya, dan itu membutuhkan coast yang besar,” lanjutnya.
Semenjak dioperasionalkan aliran listrik di Kecamatan Tanah Merah di 2018, menunjukkan perkembangan pembangunan. Seperti didirikan bangunan sekolah terpadu. Dalam artian, baik dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara maupun pusat, memberikan dukungan dalam merealisasikan pengerjaan pembangkit di Sembakung ini.
“PLN dan JOB memang harus bersinergi. Tidak hanya itu, kembali lagi ke pemprov memberikan dukungan dan mengawali tim monitoring,” tutupnya. (*/one/eza)


BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 19:20

Yos Sudarso Gugur Bersama Tiga KRI dengan Heroik

TARAKAN – Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) XIII Laksamana…

Selasa, 15 Januari 2019 14:04

Tiket Pesawat Mahal, Beralih ke Jalur Laut

TARAKAN - Kenaikan harga tiket pesawat membawa dampak luas kepada…

Selasa, 15 Januari 2019 14:01

Merasa Cukup dengan Langganan Carteran

Ojek pangkalan (opal) menjadi salah satu alternatif transportasi masyarakat. Juga…

Selasa, 15 Januari 2019 13:58

Keluarga Korban Menagih Janji Polisi

TARAKAN - Kesedihan masih bergelayut di kediaman almarhumah Rahma (77)…

Selasa, 15 Januari 2019 13:27

Dua Pekan, Tujuh Pelaku Kejahatan Dibekuk

TARAKAN – Kinerja Satreskrim Polres Tarakan patut diacungi jempol. Dua…

Selasa, 15 Januari 2019 13:25

Millennial Road Safety, Upaya Kepolisian Tekan Angka Lakalantas

TARAKAN – Tinggi angka kecelakaan lalu lintas khususnya di Tarakan,…

Selasa, 15 Januari 2019 13:13

Dibutuhkan Relawan Demokrasi

MASIH ada segelintir masyarakat yang belum mengetahui adanya Pemilu 2019.…

Selasa, 15 Januari 2019 13:11

Jalan Utama Sempit Dilewati

TARAKAN – Infrastruktur jalan selalu saja disoroti warga. Bagaimana tidak,…

Senin, 14 Januari 2019 15:28

“Kenaikan Harga Masih Batas Normal”

TARAKAN – Tarif pesawat yang melambung, satu persatu akan turun…

Senin, 14 Januari 2019 15:26

Darurat, Setop Gunakan Kantong Plastik

TARAKAN – Persoalan penggunaan plastik masih tinggi di Bumi Paguntaka.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*