MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 30 November 2018 14:02
Jam Malam Pelajar Diberlakukan

Prostitusi Terselubung Diduga Dominasi Remaja

ANTISIPASI: Traffic light menjadi salah satu tempat mangkal para remaja yang menjajakan diri ke pria hidung belang. Tuntutan gaya hidup menjadi salah satu penyebab maraknya prostitusi terselubung di Kabupaten Nunukan yang harus dihilangkan. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Nasib pelajar perempuan yang terjerat dalam prostitusi terselubung di Kabupaten Nunukan, memang bukan hal yang baru. Meskipun belum dilakukan riset atau penelitian lapangan, sejumlah kalangan tak menampik adanya aktivitas itu. Bahkan, dinilai lebih berani dari aktivitas di kota besar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DPAP2KB) Nunukan Faridah Aryani SE tak menampik informasi tersebut. Hanya saja, untuk membuktikannya diperlukan waktu dan koordinasi dengan sejumlah pihak. “Inilah yang sedang kami telusuri juga. Karena kalau mengatakan ada, pastinya harus ada bukti,” ujar Faridah saat dikonfirmasi kemarin.

Ia mengatakan, salah satu langkah yang ingin dilakukan itu langsung bertemu dengan pihak guru. Khususnya guru bimbingan penyuluhan (BP) di setiap sekolah. Karena dengan begitu, pihaknya diharapakan mendapatkan data pelajar yang dicurigai. “Kan, dari guru BP itu bisa diketahui. Karena, ada beberapa pelajar yang menyimpang,” ujarnya.

Menurutnya, wacana pembentukan gugus tugas kota layak anak yang ingin dibentuk selama ini merupakan salah satu solusi mengatasi persoalan pekerja seks komesial (PSK) kalangan pelajar yang dicurigai ada di Kabupaten Nunukan ini. Sebab, dengan gugus tugas itu, maka beberapa kebijakan dapat dilakukan. Salah satunya itu pembatasan jam malam bagi remaja, khususnya pelajar. “Dulu pernah ada jam malam itu. Tapi, sekarang sudah tidak ada. Nah, itulah yang ingin kami kembalikan lagi,” ungkapnya.

Bahkan, katanya, dengan adanya gugus tugas kota layak anak itu, bukan hanya kebijakan berupa imbauan saja, tapi akan menerbitkan peraturan daerah (perda) tentang pengawasan pelajar juga. Walaupun, sudah ada Undang-Undang (UU) Perlindungan anak. “Kami sudah pernah berhubungan dengan mucikarinya. Transaksi dilakukan melalui hubungan telepon dan media sosial,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Nunukan Yaksi Belanning Pratiwi SE mengaku khawatir munculnya prostitusi terselubung pasca penutupan lokalisasi tersebut. Sebab, hal itu akan memicu upaya adanya aktivitas bisnis lendir di kalangan masyarakat. Khususnya bagi remaja di Kabupaten Nunukan.

“Khawatir juga ada begitu. Waktu masih buka (lokalisasi) saja banyak terselubung. Parahnya, banyak usia pelajar juga. Apalagi nanti kalau lokalisasi sudah tutup,” kata Yaksi, sapaan akrabnya kepada media ini.

Ia mengaku, kekhawatiran tersebut bukan tanpa sebab. Dia pernah menemukan seorang pelajar yang sedang melakukan aksinya untuk mencari konsumen. Saat itu, di salah satu persimpangan lampu merah yang ada di Kecamatan Nunukan, kendaraan yang digunakan dihentikan.

“Perempuan itu masih usia pelajar di salah satu SMP negeri. Ia mengaku melakukan itu karena tuntutan gaya hidup. Mau beli ponsel terbaru,” ungkap Yaksi mengenai kejadian tersebut.

“Remaja itu mengira yang orang di mobil itu pria. Tapi, tetap saya ajak naik dengan iming-iming memberikan uang. Selama di perjalan saya ajak ngobrol. Mengakunya banyak juga temannya seperti dia. Apa yang dilakukannya untuk mengumpulkan uang biar bisa beli ponsel keluaran terbaru,” beber Yaksi menceritakan kisahnya.

Atas peristiwa itu, Yaksi memprediksi jika kejadian dan prilaku remaja menyimpang seperti itu sudah lama terjadi. Dan, dapat saja semakin meningkat ketika prostitusi ditutup. Untuk itu, kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan. Sebab, jika hanya mengandalkan perangkat daerah saja, maka sangat sulit diberantas.

“Tugas kita bersama. Semua elemen. Siapa saja. Karena kejadian itu banyak terjadi karena kurangnya perhatian dari warga sekitar. Membiarkan dan justru mengambil keuntungan dari aktivitas itu,” ungkapnya.

Salah satunya, lanjutnya, memberlakukan jam malam bagi pelajar di luar. Program serupa memang pernah dijalankan sebelumnya. Waktu itu masih ditangani Satuan Polisi Pamomg Praja (Satpol PP) Nunukan. Hasilnya terlihat. “Saya juga heran kenapa bisa dihentikan program itu. Semoga saja, nanti bisa dikoordinasikan kembali agar program itu kembali dilakukan,” ujarnya. (oya/nri)

  

 

 


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:21

Anggota Brimob Asal Nunukan Gugur di Papua

NUNUKAN – Muhammad Aldy, putra asal Kabupaten Nunukan berprofesi sebagai…

Kamis, 21 Maret 2019 10:41

Narkoba Ancaman Terbesar di Perbatasan

NUNUKAN – Sebagai wilayah perbatasan, Kabupaten Nunukan menjadi salah satu…

Kamis, 21 Maret 2019 10:39

Masih Sering Terjadi, DLH Klaim Sudah Mengimbau

NUNUKAN – Menghadapi maraknya pembakaran hutan dan lahan, yang sebelumnya…

Rabu, 20 Maret 2019 17:12

Baku Tembak dengan KKSB, Anggota Brimob Asal Nunukan Gugur di Papua

NUNUKAN – Muhammad Aldy, Putra Kabupaten Nunukan berprofesi sebagai salah…

Rabu, 20 Maret 2019 10:55

SKPT Tidak Dimanfaatkan Masyarakat

NUNUKAN – Permasalahan nelayan di Sebatik tak pernah berhenti. Walaupun…

Rabu, 20 Maret 2019 10:46

25 Maret, Terbang Perdana ke Krayan

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) penumpang tujuan Nunukan-Long Bawan,…

Rabu, 20 Maret 2019 10:43

Terlambat, Bupati Tegur ASN di Acara Musrenbang

NUNUKAN – Sikap dan tingkah laku aparatur sipil negara (ASN)…

Rabu, 20 Maret 2019 10:41

Data KPM Tak Menjadi Dasar Penyaluran LPG 3 Kg

NUNUKAN – Meskipun diklaim tak langka, keberadaan Liquefied Petroleum Gas…

Rabu, 20 Maret 2019 10:38

Persediaan Air Bersih PDAM Menipis

NUNUKAN – Persediaan air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum…

Selasa, 19 Maret 2019 11:02

Proyek Dihentikan, Dermaga Terancam Mangkrak?

NUNUKAN – Rute penyeberangan kapal feri ke dermaga feri Semaja,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*