MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

OLAHRAGA

Kamis, 29 November 2018 12:00
Butuh Lapangan untuk Menunjang Prestasi
MULAI KENDOR: Tanpa lapangan, cabang olahraga squash di Kaltara akan minim berprestasi serta menghambat pembinaan atlet. Guntur patilangi/Radar tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN - Saat ini beberapa sarana olahraga di Kaltara, terkhusus Tarakan, sebagai salah satu lumbung atlet di Kaltara, sebagian telah terpenuhi. Namun beberapa cabor seperti squash yang juga rutin dalam mengikuti kejuaraan nasional maupun internasional belum memiliki lapangan yang memadai.

Diketahui beberapa tahun lalu sempat diwacanakan pembangunan lapangan squash setelah Kalimantan Utara mendapatkan bantuan beberapa bidang kaca khusus yang dijadikan lapangan squash skala nasional. Namun hingga saat ini, sarana tersebut tidak pernah didapati oleh pengurus squash Kaltara. Kondisi ini memaksa para atlet squash Kaltara harus keluar Kaltara untuk berlatih di daerah lain. Itupun harus menyewa lapangan sehingga membutuhkan anggaran yang besar.

Ketua Umum Squash Kaltara Steve Singgih mengatakan, kendala saat ini hanya kebutuhan lapangan untuk pembinaan serta kesiapan atlet menjelang kejuaraan. "Sebenarnya tidak ada sinergritas di sini, cobalah ada kepala dinas yang memimpin suatu cabor pasti sarananya itu cepat dikerjakan pembangunannya. Yang jadi masalah saat ini, tidak ada jiwa kepemimpinan yang care untuk semua cabang olahraga di Kaltara dan di Tarakan. Saya sudah dapat bantuan kaca dari pusat, saya juga sudah mendapatkan lahan untuk dibangunkan sarana latihan. Saat kami usulkan untuk pembangunan malah diam dan tidak ada tindakan apa-apa," kata Steve kepada media ini.

Steve juga mengoreksi beberapa sarana olahraga di Tarakan yang dinilai pemborosan dan tidak sepenuhnya berfungsi efektif. "Contoh saja lapangan tenis di Tarakan ini ada berapa. Mulai yang dibangun oleh swasta hingga yang dibangun oleh pemerintahan itu sangat banyak dan tidak efektif saya rasa. Kalau misalnya sarana tersebut sudah ada ya dilihat dahulu beberapa cabor yang berdiri di Tarakan apa-apa saja yang membutuhkan lapangan serta sarana. Intinya yang tidak ada sarananya boleh diadakan, lagipula itu pasti akan efektif contohlah softball yang sampai sekarang tidak ada lapangannya. Harusnya disediakan lahan untuk itu," jelasnya.

Meski begitu, Steve tetap optimistis beberapa cabor yang ia pegang seperti squash dapat lolos di Pra PON 2019, meski belum dapat berbuat banyak. "Kami akan upayakan itu. Paling tidak Kalimantan Utara ada perwakilannya di PON 2020 Papua. Target kami semua cabor yang saya nakhodai wajib masuk," tegasnya.

Diketahui squash Kaltara saat ini sudah memiliki atlet binaan yang memadai, terbukti dengan rutinnya mengikuti kejuaraan turnamen terbuka maupun nasional yang kerap diadakan di beberapa daerah. Hanya saja sampai saat ini realisasi lapangan sebagai sarana berlatih hanya menjadi impian para pengurus serta atlet saja. "Saya jelas yakini jika kita miliki sarana yang memadai di daerah sendiri bisa berprestasi, kalau seperti ini jelas susah untuk mendapatkan prestasi meski hanya sebatas lolos di PON," jelasnya. (puu/ash)

 


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 11:38

Puluhan Taksi Gelap ‘Ditegur’

<p><strong>TARAKAN</strong> &ndash; Selain razia kendaraan roda dua dan empat,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .