MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 26 November 2018 15:22
Belum Diimunisasi, Potensi Menderita Penyakit MR
MEMBANTU KEKEBALAN: Cakupan imunisasi MR di Tarakan masih rendah. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Perpanjangan pelaksanaan imunisasi measles dan rubella (MR) hingga 31 Desember melalui Surat Edaran (SE) Kemenkes Nomor: SR.02.06/MENKES/680/2018, sudah seharusnya disambut masyarakat luas yang masih enggan mengimunisasi anaknya. Strategi tindak lanjut kampanye imunisasi MR fase II itu sebagai upaya pemerintah meningkatkan kekebalan tubuh.

Ketua Komite Daerah Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda PP-KIPI) Kaltara dr. Franky Sientoro, Sp.A, menilai apa yang sudah dicanangkan tersebut tak lain demi menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang sehat ke depannya. “Bila SDM kita tidak sehat, tentu berdampak pada penurunan SDM kita sendiri. Imunisasi MR ini sangat penting untuk menciptakan kelompok yang kebal dari penyakit measles dan rubella,” ujarnya, Minggu (25/11) kepada Radar Tarakan.

Pria yang juga ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltara ini juga menjelaskan bila anak usia 9 bulan hingga 15 tahun yang tidak diimunisasi MR berpotensi menderita measles dan rubella. Kedua penyakit ini sangat berdampak buruk bagi kesehatan.

Measles lebih kita kenal dengan campak, dapat menyebabkan infeksi paru-paru, radang otak hingga kematian, sementara rubella ini sangat berbahaya bila menginfeksi ibu hamil terutama di trimester pertama, karena dapat menyebabkan 80 hingga 90 persen bayi yang dilahirkan mengalami kecacatan seperti kelainan jantung, buta, katarak hingga tuli. Bila parah, dapat menyebabkan bayi meninggal di dalam kandungan,” ungkapnya.

Satu-satunya cara terhindar dari kedua penyakit tersebut dengan imunisasi MR. Pemerintah menargetkan setiap daerah harus mencapai cakupan 95 persen ke atas.

“Kenapa minimal harus 95 persen untuk cakupannya, agar 95 persen yang sudah terimunisasi ini bisa melindungi 5 persen yang belum mendapatkan imunisasi, bila cakupan di bawah 95 persen tentunya berdampak pada risiko tertular penyakit measles dan rubella lebih besar. Hal ini tentunya secara tidak langsung mempengaruhi kualitas SDM yang akan hadir di masa yang akan datang,” bebernya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat yang belum memberikan imunisasi MR produk Serum Intitute of India (SII) kepada anaknya untuk segera mendatangi pusat pelayanan kesehatan yang ada. “Ini program pemerintah tujuannya pasti baik, terlebih program ini tidak memungut biaya sepeser pun,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan Subono mengatakan, dirinya menyambut baik rencana perpanjangan pelaksanaan imunisasi MR hingga 31 Desember, namun dirinya mengharapkan puskesmas-puskesmas yang ada dapat berinovasi agar program-program lainnya tetap jalan. “Puskesmas-puskesmas yang ada pasti bisa melaksanakannya dengan baik, pelaksanaan imunisasi MR ini tetap berjalan bersama dengan program lainnya,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan saat ini pelaksanaan imunisasi MR di Tarakan baru mencapai 60 persen. “Kami tetap optimis, bisa capai cakupan 95 persen sesuai target yang ditentukan,” ujarnya.

Sebelumnya Kepala Dinkes Kaltara Usman menjelaskan, perpanjangan ini sebenarnya tidak hanya diberlakukan di Kaltara saja. Ada 28 provinsi di Indonesia yang juga diperpanjang oleh Kemenkes. “Artinya, saat ini ada 28 provinsi yang belum terpenuhi target nasional 95 persen,” ungkap Usman.

Kemenkes menilai cakupan di 28 provinsi itu belum cukup untuk melindungi seluruh masyarakat dari bahaya penyakit campak dan rubella. Oleh karena itu untuk memenuhi cakupan itu dilakukan perpanjangan. “Diharapkan dengan adanya penambahan waktu ini seluruh masyarakat dapat terlindung dari penyakit tersebut,” harapnya.

Sedengan untuk daerah yang terkena dampak bencana, sepeti di Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, dan becana gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng), kegiatan imunisasai MR tetap berlanjut.

Usman menjelaskan, sebenarnya rendahnya imunisasi di Kaltara disebabkan masih adanya penolakan dari orang tua. Padahal pihaknya telah aktif melakukan sosialisasi akan bahaya penyakit campak dan rubella. 

“Tapi fakta di lapangan masih ada saja penolakan, saat ini saja cakupan MR di Kaltara hanya 65,33 persen saja,” ujarnya.

Melihat data itu, sambung Usman, Kaltara masih membutuhkan 30 persen untuk dapat mencapai taget yang telah ditetapkan Kemenkes 95 persen.

“Saya berharap masyarakat tidak ada lagi yang melakukan penolakan, apalagi hal ini untuk kebaikan bersama,” harapnya. (jnr/lim)

 


BACA JUGA

Selasa, 18 Juni 2019 12:26

2,5 Jam, 42 Rumah Ludes

TARAKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan melahap permukiman…

Selasa, 18 Juni 2019 12:24

Tabung Gas Mahal, Disdagkop Malah Bilang Minim Laporan

TARAKAN – Keberadaan LPG 3 kg di Kota Tarakan dikeluhkan…

Selasa, 18 Juni 2019 12:23

WAJIB..!! Ikan dari Malaysia Diwaspadai

TARAKAN - Menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017…

Selasa, 18 Juni 2019 12:22

Karya Menembus Ajang Bergengsi Nasional

Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Tarakan…

Selasa, 18 Juni 2019 11:51

Tarakan Dapat 55 Titik PJUTS

TARAKAN - Sebanyak 300 unit lampu penerangan jalan umum tenaga…

Selasa, 18 Juni 2019 11:49

Gagal Memerkosa, Pelaku Curi HP

TARAKAN – Personel dari unit Jatanras, Satreskrim Polres Tarakan berhasil…

Selasa, 18 Juni 2019 11:47

Pejalan Kaki Keluhkan Tidak Adanya Trotoar

TARAKAN – Pejalan kaki yang melewati Jalan Dipenogoro mengeluhkan tidak…

Selasa, 18 Juni 2019 11:46

Transaksi Tunai Capai Rp 643,4 Miliar

TARAKAN – Selama Ramadan hingga Idulfitri 1440 H, jumlah transaksi…

Selasa, 18 Juni 2019 11:45

Samsat Keliling Mulai Beroperasi

TARAKAN – Samsat Keliling yang dimiliki Kantor Pelayanan Samsat Induk…

Selasa, 18 Juni 2019 11:44

Pasar Kampung Empat Terkendala Jalan

TARAKAN - Pasar yang berada di Kelurahan Kampung Empat hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*