MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 21 November 2018 10:04
KENAPA INI..?? Pemilik Lahan Diberikan Peringatan
DILANJUTKAN: Pembangunan PPI Sebatik masih tetap dilanjutkan, walaupun lahan tersebut masih proses sengketa. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pemilik lahan yang merupakan ahli waris Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sebatik, diberikan peringatan oleh Dinas Pertanahan Nunukan. Peringatan tersebut untuk tidak melakukan aktivitas di lahan tersebut.

Dijelaskan Kepala Dinas Pertanahan, Jainuddin Palantara, adanya peringatan tersebut berdasarkan putusan PTUN Samarinda. Dan surat yang disampaikan kepada ahli waris, untuk menindaklanjuti putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Samarinda, nomor 34/G/2017/PTUN-SMD dan surat Ketua Pengadilan TUN Samarinda, pada 24 Oktober lalu, tentang permohonan penjelasan terkait lahan PPI Sebatik.

“Sesuai putusan PTUN Samarinda, lokasi PPI Sebatik merupakan objek sengketa antara ahli waris dan Pemkab Nunukan dalam hal ini Dinas Pertanahan Nunukan,” kata Jainuddin Palantara.

Dia menjelaskan, bahwa berdasarkan perintah PTUN Samarinda, pihak tergugat diminta untuk mencabut dan menerbitkan kembali surat baru, sebagaimana dimaksud dalam surat yang telah disampaikan kepada pemilik lahan tentang larangan beraktivitas di sekitar lokasi PPI Sebatik pada September 2017 lalu.

Untuk itu, kembali disampaikan bahwa yang tidak berkepentingan atas lokasi PPI Sebatik, untuk tidak melakukan kegiatan atau aktivitas yang dapat menganggu pembangunan PPI Sebatik. Terkait area pemakaman yang berada di lokasi PPI Sebatik, dapat dilakukan kegiatan yang bersifat sosial keagamaan. Namun dengan izin pemerintah atau pengelola SKPT Sebatik.

“Jika peringatan tidak dilakukan, maka permasalahan tersebut akan diserahkan kepada pihak berwajib,” ujarnya.

Sementara, anak dari pemilik lahan PPI Sebatik, Azizul Rahim mengatakan, bahwa untuk peringatan dari Dinas Pertanahan Nunukan, telah diterima. Namun peringatan yang disampaikan, tidak memiliki dasar untuk melarang pemilik lahan untuk tidak melakukan aktivitas di lahan sendiri.

“Seharusnya kami sebagai pemilik lahan yang melarang melakukan aktivitas, karena lahan tersebut bukan milik Pemkab Nunukan,” kata Azizul Rahim.

Menurutnya, hal ini perlu diluruskan, proses sengketa lahan tersebut telah selesai proses persidangan di pengadilan. Sekarang tersisa melaksanakan amar putusan dari PTUN Samarinda dan bukan lagi ingin menambah permasalahan baru.

“Sangat jelas, hasil putusan PTUN Samarinda memenangkan pemilik lahan. Jadi untuk apalagi dipertahankan yang sudah kalah. Kenyataannya tidak ada banding yang dilakukan. Berarti Pemkab Nunukan menerima hasil PTUN Samarinda,” ujarnya. (nal/zia)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*