MANAGED BY:
SELASA
21 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 19 November 2018 13:52
Jadwal Pemadaman Listrik Diperpanjang, Warga Meradang

Akui Banyak Peralatan Elektronik Rusak

PEMADAMAN BERLANJUT: Pemeliharaan mesin PLTD dinilai lamban, pemadaman listrik secara bergilir terus berlanjut hingga 28 November ke depan. RIKO / RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG – Masyarakat menilai proses pemeliharaan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang dilakukan PT PLN Persero Wilayah Kaltim Cabang Berau PLTD Tideng Pale lamban. 

Bahkan, berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan pihak PLN, jadwal pemadaman akan kembali diperpanjang. Sebelumnya hanya dijadwalkan pemadaman bergilir sampai tanggal 18 November 2018.

Salah seroang warga di Kecamatan Sesayap, Isman (31)  yang diwawancara media ini, Minggu (18/11), mengaku cukup kesal dengan jadwal pemadaman yang dirilis PLN. Harapannya setelah jadwal pemadaman sebelumnya sudah selesia, seluruh warga bisa menikmati kembali listrik selama 24 jam. Namun di luar ekspektasi, lagi dan lagi pihak PLN justru memperpanjang jadwal pemadaman. “Kalau memang ada kerusakan serius saya bisa terima. Tapi ini hanya pemeliharaan masa bisa lama begini,”keluh Isman.

Dengan bertambahnya jadwal pemadaman, pihaknya meminta agar PLN lebih terbuka mengenai detail pemeliharaan mesin yang dimaksud. Selain mengganggu aktivitas, diakuinya ada beberapa barang elektronik miliknya rusak. Itu yang membuat dirinya geram. “Saya berpikir kemungkinan ini hanya akal akalan pihaknya saja untuk mencari keuntungan. Banyak barang saya rusak. Pemerintah harus menangani ini kalau perlu mesinnya dicek apa benar dalam pemeliharaan atau tidak," ujarnya kepada Radar Tarakan, Minggu (18/11) dengan nada kesal.

Dari informasi yang dihimpun Radar Tarakan, diketahui daya mampu yang dimiliki mesin PLTD PLN hanya berkisar 2,13 megawatt (MW). Sementara beban puncak bisa mencapai 1,8 MW. Artinya kemampuan pendistribusian listrik untuk menerangi satu kabupaten hanya sekitar 1,2 MW.  “Dan pemadaman hanya membantu sekitar  0,6 MW sehingga PLN terpaksa memberlakukan pemadaman bergilir,”lanjut Isman.

Diektahui, pemadaman bergilir tersebut sudah berlangsung hampir dua pekan telah meresahkan warga. Sebab, pemadaman bergilir  itu sudah mengganggu kegiatan aktivitas warga serta belajar anak-anak malam hari serta sejumlah pengusaha yang mengantungkan usahanya dari listrik mengaku rugi bahkan setelah diputuskan PLN memperpanjang jadwal pemadaman hingga 28 November.  Pemadaman bergilir tersebut terpantau bukan hanya dirasakan oleh masyarakat di kawasan perkotaan saja, tetapi warga di pelosok desa pun terkena jatah gelap-gelapan. Sehingga warga enggan keluar rumah, karena suasana tampak mengerikan.

Terkait dengan tudingan lambannya proses pemeliharaa mesin PLTD tersebut, Nur Salim Supervisor Tehnik Tideng Pale mengakui pemeliharaan masih akan berlangsung hingga 28 Nopember ke depan."Kami optimalkan mesin yang ada agar pemadaman hanya sore saja jam 16.00 Wita sampai pukul 00.00 dini hari. Juga pembagian grup agar durasi padam tidak terlalu lama di satu tempat," ungkapnya kepada Radar Tarakan. Kembali ditanya detail pemeliharaan yang dilakukan PLN, pihaknya enggan menjawab lebih jauh. (*/rko/zia)

 


BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 15:28

Lebih Langsing dengan Berenang

<p>Berenang termasuk olahraga yang menyenangkan. Tetapi kebanyakan orang lebih menganggap olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*