MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 19 November 2018 10:44
Gugup Dinilai Juri dari Negara Asia Tenggara Lainnya

Roshidah, Juara III Musabaqah Hifdzil Quran ke-4 Asean

SUNGGUH-SUNGGUH: Roshidah (tengah) bersama dengan guru pembimbingnya di MBS Tarakan menunjukkan penghargaan setelah memenangi MHQ tingkat Asean, 11 November lalu. YUSTINA LUMBAA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Gadis kelahiran Malinau 26 Oktober 2002 membanggakan. Tidak hanya membawa nama Kaltara, tetapi Indonesia. Di ajang Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) ke-4 tingkat Association of South East Asia Nations (Asean), ia berhak atas juara III. Siswa Kelas XI Muhammadiyah Boarding School Tarakan (MBS) itu menumbangkan puluhan peserta dari negara Asia Tenggara lainnya.

 

YUSTINA LUMBAA

 

MENJADI penghafal Alquran bukanlah hal yang mudah. Roshidah masih sangat muda, usianya baru 16 tahun. Namun, ia memiliki kemampuan dengan hafalan Quran 30 juz. Anak dari Suratman (46) dan Nurmiah (46) ini, sejak dari kecil sudah akrab dengan Alquran. Ia mulai menghafal saat memulai pendidikan di Kelas VII MBS Tarakan.

Roshidah sendiri memang cukup sering mengikuti berbagai lomba, tetapi baru pertama kali mengikuti lomba hingga ke tingkat Asean yang diselenggarakan di Jakarta 11 November lalu. Sebelum bertarung di tingkat Asean, titik awal yang harus ia lalui, adalah seleksi tingkat sekolah.

Setelah lolos, kemudian masuk dalam regional 10 di Balikpapan. Pesertanya dari tiga provinsi, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara. Lomba yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Hidayatullah itu dipandu panitia wilayah dan pusat.

Roshida juara pertama, sehingga berhak atas tiket lomba tingkat nasional di Jakarta. Setelah seleksi tingkat nasional di Jakarta, maka pemenang juara satu hingga lima masuk ke tingkat Asean.

Mengikuti lomba tingkat Asean, diakuinya menjadi suatu pengalaman yang berharga dalam hidupnya. Bisa bertemu dengan kawan baru, bisa berkenalan dengan orang-orang dari luar negeri sehingga bisa saling bertukar pengalaman di daerah masing-masing dan berbagi ilmu.

Saat lomba tingkat Asean, ia sempat gugup. Lomba kali ini berbeda dengan yang sering diikutinya, juri dari luar negeri. Roshidah pun sempat tidak percaya diri.

“Kalau di lomba tingkat nasional yang pasti mereka itu sudah bagus-bagus dan sudah sering mengikuti. Kalau saya baru pertama kali, pastinya gugup,” tuturnya.

“Di lomba itu (Asean), jurinya memberikan satu ayat, lalu kami yang melanjutkan ke ayat selanjutnya. Dari lima juz, kami diberikan empat soal. Dan alhamdulillah, saya hafal semuanya,” jelasnya.

Ke depannya, tentu Roshidah ingin mengikuti lomba MHQ lainnya. Tetapi ingin lebih meningkatkan lagi kemampuannya. Karena lomba yang diikutinya ini dengan menghafal 5 juz, sehingga ke depannya ingin lomba dengan penghafalan yang lebih tinggi.

Guru MBS, ustaz Idul Adha mengatakan, kegiatan pra santri sangat full dan memang diwajibkan untuk menginap di sekolah. Untuk kembali ke rumah, hanya sekali sebulan. Itu pun hanya satu hari dan setelahnya harus kembali lagi ke asrama.

Kegiatan anak-anak di asrama, mulai pagi hari, setiap anak harus sudah harus bangun pukul 03.00 WITA, salat lalu dilanjutkan dengan hafalan Alquran, lalu salat subuh. Dan setelah salat subuh, lalu setoran hafalan lagi. Setelahnya, bersih-bersih, dan piket. Setelah itu baru sekolah belajar seperti biasanya.

“Jadi kegiatan dilakukan sampai malam full kegiatan terus, meski ada juga istirahatnya. Makanya mereka harus tinggal di asrama,” ujar ustaz Idul Adha.

Bagi yang disertakan dalam lomba, diberikan dispensasi beberapa pekan agar fokus dalam persiapan. MBS Tarakan memang setiap tahun mengikuti lomba dan sering kali menang. Bahkan bukan hanya dari segi agama saja, melainkan juga dari lomba akademik. (***/lim)

 

Gugup Dinilai Juri dari Negara Asia Tenggara Lainnya


BACA JUGA

Senin, 22 Juli 2019 10:33

Perlu Dukungan Infrastruktur Memadai

Perkembangan pesat tren belanja melalui sistem online secara tidak langsung…

Senin, 22 Juli 2019 10:32

Edukasi Masyarakat lewat Pawai Pembangunan

TARAKAN – Berbicara soal pawai pembangunan, tidak hanya sekadar keramaiannya.…

Senin, 22 Juli 2019 10:31

Tewas di Kolam, Dalami Penyebab Kematian

SEORANG anak berinisial DY (12) didapati meninggal dunia di sebuah…

Senin, 22 Juli 2019 10:27

Kristen Ortodoks Belum Ditemukan

TARAKAN- Munculnya ajaran Kristen Ortodoks di Indonesia, menjadi perhatian khusus…

Senin, 22 Juli 2019 10:26

Eksploitasi Migas di Sembakung Menjanjikan

TARAKAN – Sejumlah daerah di Kaltara, seperti Sembakung, Kabupaten Nunukan…

Senin, 22 Juli 2019 10:18

Parah, Pemadaman Listrik hingga 24 Jam

TARAKAN - Pemadaman bergilir selama 3 hari di kota Tarakan…

Senin, 22 Juli 2019 10:18

Penyidik Sudah Tetapkan Tersangka

TARAKAN - Setelah perkara dugaan korupsi pengadaan lahan kantor Kelurahan…

Senin, 22 Juli 2019 10:17

Jalan Rusak Meresahkan

TARAKAN - Banyaknya kerusakan jalan yang terdapat di RT 16…

Senin, 22 Juli 2019 09:38

Pemda Harusnya Jadi Penengah

TARAKAN - Ratusan warga Pantai Amal Baru Sabtu (20/7) pagi…

Senin, 22 Juli 2019 09:37

Kekurangan Daya Sisa 13 MW

TARAKAN – Warga menyayangkan pemadaman bergilir tidak sesuai dengan jadwal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*