MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 19 November 2018 09:41
GILAA..!! Nelayan Ini Selundupkan Sabu 4,5 Kg
MERACUN HATI: YN (52) membelakangi 90 paket sabu-sabu seberat 4 kg di Kantor BNNK Nunukan, Jumat (16/11). RIKO ADITYA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Hati YN (52) tak sanggup menolak upah mahal dari seorang bandar sabu. Nelayan asal Desa Sei Pancang, Sebatik Utara itu pun rela menjadi kurir narkotika golongan satu jenis sabu.

Sayang niatnya itu digagalkan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan. YN dibekuk di perairan Liang Bunyu, Sebatik Barat, Minggu (11/11) lalu. Di dalam perahunya, YN tengah membawa sabu seberat 4,5 kilogram.

Kepala BNNK Nunukan Kompol Lamuati mengatakan, barang bukti ditemukan dalam satu plastik dengan total berisikan 90 paket plastik. Bungkus plastik itu dibalut tebal dengan bungkus plastik lainnya.

”Jadi dengan barang bukti tersebut, kami langsung membawanya ke BNNK. Setelah itu langsung melakukan penyidikan dibantu dengan personel Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan,” ungkap Lamuati.

Dari hasil pemeriksaan sementara, sabu berasal dari Tawau, Malaysia. Seorang bandar mengirimkan kepadanya dengan perintah akan ada seseorang lagi yang akan mengambil sabu tersebut. Bandar yang diketahui bernama Nur tersebut, berkomunikasi dengan YN menggunakan handphone.

YN kembali akan menunggu perintah Nur, sabu akan dibawa ke mana. Belum diketahui tujuannya, YN sudah dibekuk bersonel BNNK. Untuk sementara, penyelidikan terus dilakukan penyidik Satreskoba pasca pelimpahan kasus tersebut. YN diketahui membawa sabu, atas laporan masyarakat.

YN mengaku baru pertama kali jadi kurir. Tak punya pekerjaan layak dan tergiur iming-iming bayaran tinggi oleh bandar, membuatnya hatinya luluh. Ia baru akan mendapatkan jatahnya yang dijanjikan sebesar Rp 4 juta, setelah barang sampai pada orang yang dituju. Namun itu gagal dilakukannya.

“Ya, kalau dari pengakuan baru sekali. Tapi, jika kami melihat dengan barang bukti sebanyak itu, kami menduga ia sudah melakukannya lebih dari sekali,” urai Lamuati.

Lamuati sangat menyayangkan perbuatan YN, apalagi YN terbilang sudah berumur. BNNK Nunukan pun menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke Polres Nunukan guna proses hukum lebih lanjut. (raw/lim)

 

Nelayan Selundupkan Sabu 4,5 Kg

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 10:09

Anggota PPK Terancam Disanksi

NUNUKAN – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang bertugas di Kecamatan…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:06

Apa Kabar Pengerjaan Terminal Baru Pelabuhan Tunon Taka..??

NUNUKAN – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Nunukan menargetkan pengerjaan…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:03

Lahan Tidur Disulap Kebun Jagung

NUNUKAN – Untuk membantu menambah penghasilan para petani, perlu ada…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:02

Waspada! Penipu Online Catut Foto ASN

NUNUKAN – Belum lama ini, beredar foto dari salah seorang…

Jumat, 15 Februari 2019 15:14

BPK Beraksi, Bupati Akui Gelisah

NUNUKAN – Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Republi Indonesia (RI) Provinsi…

Jumat, 15 Februari 2019 15:12

Pemerintah Malaysia Kembali Deportasi 153 WNI

NUNUKAN – Sebanyak 153 warga negara Indonesia (WNI), terpaksa dipulangkan…

Jumat, 15 Februari 2019 14:57

Dewan Pusat Malaysia Pantau Sektor Perikanan di Sebatik

NUNUKAN – Dewan Pusat Malaysia berkunjung ke Pulau Sebatik, melihat…

Jumat, 15 Februari 2019 14:55

Perusahaan Tetap Akan Bayar Hutang

NUNUKAN – PT Sempurna yang berlokasi di Desa Bambangan, Kecamatan…

Kamis, 14 Februari 2019 10:18

Utang Rp 10 M, Perusahaan Berhenti Beroperasi, Petani Sawit Menuntut Pelunasan

NUNUKAN – Perusahaaan yang mengelola tanda buah sawit menjadi minyak…

Kamis, 14 Februari 2019 10:16

Penarikan Retribusi Alun-Alun Terbentur Aturan

NUNUKAN – Tuntutan pemerintah daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*