MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 19 November 2018 09:05
Pesisir Padat, Pembudidaya Harus Berpindah
PENOPANG EKONOMI: Budi daya rumput laut merupakan pekerjaan utama bagi masyarakat Pantai Amal, Tarakan Timur. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Budi daya rumput laut terus berkembang. Namun, meninggalkan problem pada tata ruang laut. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara Ir. H. Amir Bakry, M.P, mengatakan, sesuai dengan Peraturan Daerah Kaltara Nomor 4 Tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2018-2038, pengaturan ruang laut di Pantai Amal, yang dipakai pembudidaya juga turut diatur di dalamnya.

“Pengalokasiannya untuk pembudidayaan rumput laut di Pantai Amal seluas 7.880 hektare,” terang Amir.

Tetapi pada kenyataannya, saat ini sudah melewati batas yang telah ditentukan. Jadi nantinya akan dipasang tanda batas pemasangan rumput laut paling luar untuk pembudidaya rumput laut.

Diakuinya, keluhan dari pelayaran mengenai masalah jalur transportasi seperti akan ke Bunyu, harus memutar lebih jauh. Dengan Perda, pembudidaya akan diberikan sanksi berupa denda jika melewati batas.

Dijelaskannya, semakin padatnya budi daya di Pantai Amal, justru berpengaruh pada kualitas produksi. DKP menginginkan sebagian pembudidaya untuk dapat berpindah tempat. Karena nutrisi paling bagus untuk pembudidaya rumput laut berada di pulau Bunyu, yang saat ini masih sedikit pembudidaya. Kalau di Pantai Amal untuk panen bisa mencapai 40 hari lebih, maka di pulau Bunyu satu bulan sudah bisa panen karena nutrisinya sudah banyak.

“Sebenarnya, dari total produksi jika dilihat dari produksi per bintang itu sudah menurun, hanya saja ada penambahan terus untuk pembudidaya sehingga produksi tetap meningkat,” tambahnya.

Ada beberapa tempat yang telah direkomendasikan untuk bisa berpindah dan lebih tinggi lagi produksinya seperti Pulau Bunyu. Ini lah yang perlu di anjurkan agar tidak terjadi komplain, apalagi jika ada yang memukat malam. Bahkan pemukat juga sudah lebih banyak dibandingkan pembudidaya.

“Sehingga untuk menanggulangi hal ini, sebaiknya pembudidaya bisa berpindah sebagian agar mendapatkan lebih tinggi produksi,” pungkasnya. (*/naa)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 10:34

WOW..!! Rumah DP Nol Rupiah Ditargetkan Minimal 2.000 Unit Tahun Ini

TARAKAN - Perumahan tanpa uang muka atau DP 0 yang…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:29

Jargas dan BBM Satu Harga, Jika Kurang, Ini Kata Menteri Jonan

TARAKAN - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:26

Lima Sampel Diamankan dari Lokasi Kejadian

TARAKAN - Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tarakan lansung melakukan olah…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:25

Polres Kembalikan Rp 1,1 Miliar Anggaran Pengamanan

TARAKAN – Menghadapi tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Polres Tarakan…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:58

Dituntut Penjara Seumur Hidup

TARAKAN – Setelah beberapa kali tidak mengikuti persidangan, akhirnya Lukman…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:56

Impikan Jalan Mulus

TARAKAN – Minimnya drainase atau tidak memadai debit air, luapan…

Sabtu, 16 Februari 2019 00:14

Pertamina Realisasikan Titik ke-7 BBM Satu Harga di Kaltara

TARAKAN – Progres yang menggembirakan bagi warga Desa Long Ampung…

Jumat, 15 Februari 2019 15:32

Rumah DP Nol Sudah Oke

TARAKAN – Wali Kota Tarakan terpilih dr. Khairul tampaknya tak…

Jumat, 15 Februari 2019 15:29

Penyebab Kebakaran Diduga dari Dapur

TARAKAN - Sebanyak 7 rumah yang diketahui terdiri dari indekos,…

Jumat, 15 Februari 2019 15:25

Gubernur Minta Komisi II Kawal Kebutuhan PNS

TARAKAN - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*