MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 19 November 2018 09:05
Pesisir Padat, Pembudidaya Harus Berpindah
PENOPANG EKONOMI: Budi daya rumput laut merupakan pekerjaan utama bagi masyarakat Pantai Amal, Tarakan Timur. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Budi daya rumput laut terus berkembang. Namun, meninggalkan problem pada tata ruang laut. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara Ir. H. Amir Bakry, M.P, mengatakan, sesuai dengan Peraturan Daerah Kaltara Nomor 4 Tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2018-2038, pengaturan ruang laut di Pantai Amal, yang dipakai pembudidaya juga turut diatur di dalamnya.

“Pengalokasiannya untuk pembudidayaan rumput laut di Pantai Amal seluas 7.880 hektare,” terang Amir.

Tetapi pada kenyataannya, saat ini sudah melewati batas yang telah ditentukan. Jadi nantinya akan dipasang tanda batas pemasangan rumput laut paling luar untuk pembudidaya rumput laut.

Diakuinya, keluhan dari pelayaran mengenai masalah jalur transportasi seperti akan ke Bunyu, harus memutar lebih jauh. Dengan Perda, pembudidaya akan diberikan sanksi berupa denda jika melewati batas.

Dijelaskannya, semakin padatnya budi daya di Pantai Amal, justru berpengaruh pada kualitas produksi. DKP menginginkan sebagian pembudidaya untuk dapat berpindah tempat. Karena nutrisi paling bagus untuk pembudidaya rumput laut berada di pulau Bunyu, yang saat ini masih sedikit pembudidaya. Kalau di Pantai Amal untuk panen bisa mencapai 40 hari lebih, maka di pulau Bunyu satu bulan sudah bisa panen karena nutrisinya sudah banyak.

“Sebenarnya, dari total produksi jika dilihat dari produksi per bintang itu sudah menurun, hanya saja ada penambahan terus untuk pembudidaya sehingga produksi tetap meningkat,” tambahnya.

Ada beberapa tempat yang telah direkomendasikan untuk bisa berpindah dan lebih tinggi lagi produksinya seperti Pulau Bunyu. Ini lah yang perlu di anjurkan agar tidak terjadi komplain, apalagi jika ada yang memukat malam. Bahkan pemukat juga sudah lebih banyak dibandingkan pembudidaya.

“Sehingga untuk menanggulangi hal ini, sebaiknya pembudidaya bisa berpindah sebagian agar mendapatkan lebih tinggi produksi,” pungkasnya. (*/naa)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:12

Bawaslu Bilang ODGJ dan Orang Gila Beda, BEDANYA DIMANA YA..??

TARAKAN - Pada Pemilu 2019 mendatang, akan ada tempat pemungutan…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:10

Awali dengan Senandung Harmoni Paguntaka

Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Kota Tarakan, Lembaga Penyiaran…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:08

Pelaku Usaha BBM Eceran Butuh Petunjuk

TARAKAN – Penjualan bahan bakar minyak (BBM) hingga bahkan menggunakan…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:07

Pembangunan TPA Baru Tersendat

TARAKAN - Permasalahan lahan yang berada di kawasan Bukit Indah,…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:06

Tunggakan Terbanyak di Tarakan

TARAKAN - Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:26

Pengurus Koperasi Idec Pernah Pinjam di Bank

TARAKAN - Kasus dugaan penggelapan dana Koperasi PT Idec masih…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:24

Pemerintah Harus Tegas Soal Retribusi

TARAKAN - Tidak tercapainya pendapatan asli daerah (PAD) Tarakan di…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:22

Hendrik Bantah Keterangan Penyidik BNNP

TARAKAN – Sidang terdakwa sabu 1 kg yang melibat Hendrik…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:20

Awal 2020, PLTS Akan Dibangun

TARAKAN – Adanya keputusan untuk membangun tempat pembangkit listrik tenaga…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:19

Akses Jalan Rusak dan Drainase Dangkal

AKSES Jalan yang menjadi salah satu kebutuhan masyarakat kembali dikeluhkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .