MANAGED BY:
RABU
22 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 19 November 2018 09:05
Pesisir Padat, Pembudidaya Harus Berpindah
PENOPANG EKONOMI: Budi daya rumput laut merupakan pekerjaan utama bagi masyarakat Pantai Amal, Tarakan Timur. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Budi daya rumput laut terus berkembang. Namun, meninggalkan problem pada tata ruang laut. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara Ir. H. Amir Bakry, M.P, mengatakan, sesuai dengan Peraturan Daerah Kaltara Nomor 4 Tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2018-2038, pengaturan ruang laut di Pantai Amal, yang dipakai pembudidaya juga turut diatur di dalamnya.

“Pengalokasiannya untuk pembudidayaan rumput laut di Pantai Amal seluas 7.880 hektare,” terang Amir.

Tetapi pada kenyataannya, saat ini sudah melewati batas yang telah ditentukan. Jadi nantinya akan dipasang tanda batas pemasangan rumput laut paling luar untuk pembudidaya rumput laut.

Diakuinya, keluhan dari pelayaran mengenai masalah jalur transportasi seperti akan ke Bunyu, harus memutar lebih jauh. Dengan Perda, pembudidaya akan diberikan sanksi berupa denda jika melewati batas.

Dijelaskannya, semakin padatnya budi daya di Pantai Amal, justru berpengaruh pada kualitas produksi. DKP menginginkan sebagian pembudidaya untuk dapat berpindah tempat. Karena nutrisi paling bagus untuk pembudidaya rumput laut berada di pulau Bunyu, yang saat ini masih sedikit pembudidaya. Kalau di Pantai Amal untuk panen bisa mencapai 40 hari lebih, maka di pulau Bunyu satu bulan sudah bisa panen karena nutrisinya sudah banyak.

“Sebenarnya, dari total produksi jika dilihat dari produksi per bintang itu sudah menurun, hanya saja ada penambahan terus untuk pembudidaya sehingga produksi tetap meningkat,” tambahnya.

Ada beberapa tempat yang telah direkomendasikan untuk bisa berpindah dan lebih tinggi lagi produksinya seperti Pulau Bunyu. Ini lah yang perlu di anjurkan agar tidak terjadi komplain, apalagi jika ada yang memukat malam. Bahkan pemukat juga sudah lebih banyak dibandingkan pembudidaya.

“Sehingga untuk menanggulangi hal ini, sebaiknya pembudidaya bisa berpindah sebagian agar mendapatkan lebih tinggi produksi,” pungkasnya. (*/naa)

 

 


BACA JUGA

Rabu, 22 Mei 2019 10:28

Mari Kita Bersatu!

GUBERNUR Kalimantan Utara (Kaltara) mengeluarkan surat edaran berisi imbauan kepada…

Rabu, 22 Mei 2019 10:26

Masjid Baburrahim Dibangun 1957

Masjid Baburrahim terletak di Jalan Palem, RT 02,  Kelurahan Lingkas…

Rabu, 22 Mei 2019 10:25

Bangun Keakraban di Lapangan Futsal Barean

Manisnya senyum yang terukir diwajah para anak yatim piatu yang…

Rabu, 22 Mei 2019 10:07

Dituntut 19 Tahun, Hendrik Divonis Cuma 9 Tahun Penjara

TARAKAN – Terdakwa perkara kepemilikan sabu 1 kg yaitu Hendrik,…

Rabu, 22 Mei 2019 10:04

KURANG KERJAAN..!! Telinga Anak Tiga Tahun Disundut Pakai Korek

TARAKAN – Akibat menyulut telinga anak berumur 3 tahun menggunakan…

Rabu, 22 Mei 2019 10:03

Muhammadiyah Beri Sinyal Menuju Pilgub

TARAKAN - Muhammadiyah menginginkan bakal calon gubernur maupun wakil gubernur…

Rabu, 22 Mei 2019 10:03

Positif Narkoba, Surat Kecakapan Dicabut

MENJELANG arus mudik Lebaran tahun ini, Kantor Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas…

Rabu, 22 Mei 2019 10:00

Penumpang Diprediksi Meningkat 4,80 Persen

TARAKAN – Apel Kesiapan Angkutan Laut Lebaran dan Pembukaan Posko…

Selasa, 21 Mei 2019 12:39
Bursa pada Pilkada Kaltara

Undunsyah Cooling Down, Laura Dua Periode

TARAKAN - Bursa bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan…

Selasa, 21 Mei 2019 12:36

Dua Pemda WTP Lima Kali

TARAKAN – Pada 2018 lalu, opini wajar tanpa pengecualian (WTP)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*