MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 16 November 2018 14:16
Multifungsi bagi Penyandang Tunanetra dan Lansia

WSport-VIP Ciptaan Siswa SMAN 1 Tarakan

SENTUHAN TEKNOLOGI: Yustian Dimas Piter menunjukkan alat yang dinamai WSport-VIP yang diperuntukkan bagi tunanetra dan lansia. IST

PROKAL.CO, Berbagai macam ide dan kreativitas anak dapat dikembangkan. Seperti yang dilakukan oleh dua siswa berprestasi asal SMAN 1 Tarakan, mengembangkan kemampuannya dengan membuat alat yang membantu para penyandang tunanetra dalam beraktivitas.

YUSTINA LUMBAA

ADALAH dua siswa berprestasi, Yustian Dimas Piter (17) dan Rio Febry Thambora (17). Dua pria yang masih duduk di Kelas XII MIPA 1 ini membuat sebuah inovasi Walking Stick with Portable Seat for Visual Impairment People (WSport-VIP). Sebuah alat berbasis mikrokontroller arduino nano 3 yang berfungsi untuk membantu para penyandang tunanetra dalam beraktivitas dengan cara mendeteksi jarak antara tongkat dengan halangan atau hambatan yang terdapat di jalan dengan menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04.

Pada alat WSport-VIP ini juga dilengkapi dengan beberapa komponen tambahan seperti DHT22 (temperature and humidity censor) yang berfungsi untuk menjaga kestabilan suhu. Suhu dan kelembaban sangat berpengaruh terhadap pembacaan sensor ultrasonic HC-SR04, 16x2 character LCD yang berfungsi untuk menampilkan jarak antara penyandang tunanetra dengan halangan atau hambatan yang ada di depannya. LED sebagai indikator untuk menginformasikan bahwa sensor ultrasonic telah berfungsi serta buzzer sebagai alarm saat jarak antara penyandang tunanetra dengan halangan atau hambatan yang ada di depannya sudah dekat.

Selain digunakan untuk para penyandang tunanetra, juga dapat digunakan untuk orang yang lanjut usia (lansia) dan yang terkena penyakit stroke. Karena alat ini juga bukan hanya berguna untuk mendeteksi ketika ada penghalang di depannya, tetapi bisa juga dijadikan sebagai tempat duduk. Karena diakuinya, untuk lansia yang menjadi masalah bukan hanya pada mata saja, tetapi juga pada daya tahan tubuh.

“Karena biasanya lansia berada pada usia yang rentan untuk lelah, dan bisa saja jatuh. Jadi alat ini juga dilengkapi dengan kursi untuk dapat istirahat saat tidak ada tempat duduk,” jelas Yustian, anak dari pasangan Piter (55) dan Anny (42).

Begitu juga untuk penderita stroke karena bisa membantu pada saat latihan jalan. Dengan menggunakan tongkat yang bisa juga sekalian digunakan sebagai tempat duduk, penderita saat mengalami kelelahan tidak perlu mencari tempat duduk lagi. Tempat duduk ini terbuat dari kain yang bisa dilipat dan digulung, sehingga gerak pasien bisa lebih efisien.

Jadi dari alat ini, ketika ada penghalang yang ada di depannya terdeteksi maka dapat mengirimkan indikator bunyi. Sehingga bisa bergerak menghindar, karena untuk penderita tunanetra dan juga lansia, ketika ada benda yang kecil cenderung tidak dapat dilihat, sehingga sering terjatuh.

Alat ini sendiri berbentuk seperti tongkat, kemudian di bagian depannya itu dilengkapi dengan box sensor sebagai sistem pendeteksi. Alat ini memiliki beberapa keunggulan, karena multifungsi. Bukan hanya sebagai tongkat penyangga tubuh ketika berjalan, tetapi juga dilengkapi dengan felko yang bisa dijadikan sebagai tempat duduk sehingga tidak perlu repot.

“Penyandang tunanetra ini pastinya bukan hanya yang muda, tetapi pasti ada juga yang sudah tua. Jika lelah, bisa jadikan alat ini tempat duduk sehingga mudah mobilitasnya sehari-hari,” ungkapnya.

Dua siswa berprestasi ini mendapatkan inspirasi dari kehidupan sehari-hari penyandang tunanetra yang biasanya berjalan menggunakan tongkat dengan memukul-mukul untuk mendeteksi sendiri apakah ada penghalang atau tidak.

Membuat alat ini juga tentu dengan usaha, dan kerja keras. Karena pastinya ada saja kesulitan yang dirasakan. Saat membuatnya dengan apa yang telah dipelajari, pasti ada saja saat gagal, rusak, terbakar bahkan bermasalah. Sehingga harus diperbaiki kembali dari awal, bahkan harus dibuat sampai larut malam. “Dengan kerja keras ini, bisa mendapatkan special award atau juara harapan satu di LIPI,” katanya.

Selain itu, Yustian juga juga pernah menjadi finalis dalam ajang Nasional Young Investor Award (NYIA) 2017, dan membuat alat untuk mendeteksi kebocoran gas elpiji. Jadi ketika ada tabung gas elpiji yang bocor, maka alat itu akan mengirim pesan singkat kepada pemiliknya. Selain itu juga ada indikator buzzer sehingga orang yang berada di dalam rumah bisa mengetahui ketika ada kebocoran gas dalam rumah tersebut.

Jadi ketika pemilik rumah melakukan kegiatan di luar rumah dan ada kejadian kebocoran gas di dapur dan rumah dalam kondisi kosong, maka alat ini akan mengirimkan pesan singkat atau peringatan terhadap pemilik rumah bahwa telah terjadi kebocoran gas. “Sehingga pemilik rumah bisa langsung menelepon tetangga terdekat untuk memeriksa dan menangani kebocoran gas. Jadi alat ini bersinergi dengan aplikasi sistem yang telah dibangun di handphone,” jelasnya. (***/lim)

Multifungsi bagi Penyandang Tunanetra dan Lansia


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 10:29

Jargas dan BBM Satu Harga, Jika Kurang, Ini Kata Menteri Jonan

TARAKAN - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:26

Lima Sampel Diamankan dari Lokasi Kejadian

TARAKAN - Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tarakan lansung melakukan olah…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:25

Polres Kembalikan Rp 1,1 Miliar Anggaran Pengamanan

TARAKAN – Menghadapi tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Polres Tarakan…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:58

Dituntut Penjara Seumur Hidup

TARAKAN – Setelah beberapa kali tidak mengikuti persidangan, akhirnya Lukman…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:56

Impikan Jalan Mulus

TARAKAN – Minimnya drainase atau tidak memadai debit air, luapan…

Sabtu, 16 Februari 2019 00:14

Pertamina Realisasikan Titik ke-7 BBM Satu Harga di Kaltara

TARAKAN – Progres yang menggembirakan bagi warga Desa Long Ampung…

Jumat, 15 Februari 2019 15:32

Rumah DP Nol Sudah Oke

TARAKAN – Wali Kota Tarakan terpilih dr. Khairul tampaknya tak…

Jumat, 15 Februari 2019 15:29

Penyebab Kebakaran Diduga dari Dapur

TARAKAN - Sebanyak 7 rumah yang diketahui terdiri dari indekos,…

Jumat, 15 Februari 2019 15:25

Gubernur Minta Komisi II Kawal Kebutuhan PNS

TARAKAN - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR…

Jumat, 15 Februari 2019 14:50

Kirim Logistik, Carter Pesawat

TARAKAN – Pemilihan Umum 2019 tak lama lagi. Namun berbagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*