MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 14 November 2018 15:51
Canggung Hanya karena Anak dari Desa

Emha Bintang, Peraih Cum Laude Wisuda ke-XX UBT

MEMBANGGAKAN: Emha Bintang bersama keluarganya usai wisuda ke-XX UBT, Selasa (13/11). YUSTINA LUMBAA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Emha Bintang menerima predikat cum laude pada wisuda ke-XX Universitas Borneo Tarakan, Selasa (13/11). Pria kelahiran Bunyu 4 Desember 1995 itu menyelesaikan pendidikan di Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan selama 3 tahun 7 bulan, dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,66.

 

YUSTINA LUMBAA

 

GEDUNG Tennis Indoor Telaga Keramat, Jalan Sei Sesayap, Kampung Enam, Kota Tarakan penuh dengan mahasiswa yang akan diwisuda. Dengan penuh semangat, gugup dan senyuman paling cerah, para wisudawan dan wisudawati itu didampingi orang tua masing-masing. Perjuangan selama menempuh pendidikan, terbayar dengan gelar.

Seperti Bintang, sapaan akrab Emha Bintang, dengan semangat bersama dengan rekan-rekannya dilepas dari Universitas Borneo sebagai alumni. Bahkan dengan kebanggaan, Bintang sempat memberikan pidato untuk mewakili semua wisudawan/wisudawati yang hadir. Dengan ungkapan terima kasih kepada semua yang telah berkontribusi dalam kelulusan mereka, dan juga motivasi untuk ke depannya menjadi lebih baik lagi.

Dituturkan anak kedua dari empat bersaudara ini, karena lahir di pulau Bunyu sehingga untuk menempuh pendidikan lanjutan harus merantau di Tarakan di tahun 2014. Dan ketika sampai dan harus kuliah di Tarakan, tentunya harus mencari penginapan dan memilih tinggal di kos di Jalan Pulau Irian, Kampung Satu Skip. Itulah awal perjuangannya dari semester pertama hingga dinyatakan lulus.

Di awal semester, dirinya merasa cukup canggung karena berasal dari Pulau Bunyu, sedangkan teman-temannya banyak yang dari Tarakan dan berasal dari sekolah yang cukup tersohor dan juga terbiasa tinggal di kota.

Tetapi dengan mencoba terus, ternyata tidak seperti yang dibayangkannya. Apalagi jurusan yang dipilihnya adalah jurusan yang dicita-citakannya sejak di bangku SMP. Itu menjadi tantangan sekaligus kesukaan dengan senang hati dan tanpa paksaan. 

Berada di Jurusan Bahasa Inggris menjadikannya terus mencoba mempraktekkan kemampuan. Cukup banyak juga rekan-rekan sekelasnya yang malu dalam berdialog menggunakan bahasa Inggris, tidak seperti dirinya yang mau berusaha dan terus belajar dengan mempraktekkan apa yang telah didapatkannya.

“Alhamdulilah, dengan berbagai latihan yang kami lakukan, membentuk satu kelompok kecil untuk terus berlatih bisa mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris saya,” ujar anak dari pasangan Suwanto (52) dan Eka Widi Susanti (50) ini. 

Sehingga dengan berbagai latihan, setiap mata kuliah yang ditempuh menjadi cukup mudah dan bisa terselesaikan dengan baik dan lancar. Selain belajar bahasa Inggris, juga mempelajari pelajaran statistika yang berhubungan dengan matematika. Meski begitu, setiap kerja keras tentu akan membuahkan hasil, meski sulit tetap harus terus dijalani. Selama kuliah, ada berbagai kesulitan yang dihadapi. Bintang termasuk orang yang cukup taat beribadah, sehingga saat berada di kelas, dan sudah sudah saatnya salat, maka mau tidak mau harus dilaksanakan.

“Ketika pelajaran berlangsung, dan sudah harus salat saya tentu harus izin dahulu lagi. Jadi itu kesulitan yang saya dapatkan juga,” tuturnya.

Tetapi dengan berbagai dukungan dari orang tua yang tidak pernah lepas baik dengan tenaga, pikiran, doa dan materi yang diberikan, Bintang mampu menyelesaikan dengan baik apa yang menjadi tanggung jawabnya. Apalagi orang tua yang mendukung sepenuhnya, dan berusaha untuk memenuhi setiap apa yang diperlukan.

Bintang berharap ke depannya bisa melanjutkan pendidikan lagi, tetapi dengan beasiswa. Tetapi jika tidak dapat lanjut dengan beasiswa, alternatif lainnya dengan mencari pekerjaan. Saat ini dirinya sudah bekerja sebagai guru paket selama 2 tahun lebih di SD Indo Tionghoa. 

Tentunya dengan kelulusan saat ini, tidak menjadikannya puas. Ini merupakan awal perjuangan yang sebenarnya dari berbagai persaingan yang ada. Oleh karena itu tetap berjuang, berdoa dan terus berusaha agar mendapatkan hasil yang maksimal. Apalagi pekerjaan ditentukan oleh takdir, sehingga tidak boleh meninggikan diri dan terus berusaha sesuai kemampuan yang ada. (***/lim)

 

Canggung Hanya karena Anak dari Desa

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 12:55

Herdiansyah Sempat Pinjam Uang Rp 100 Juta

TARAKAN – Sidang lanjutan dugaan korupsi pengadaan bahan ajar di…

Senin, 10 Desember 2018 09:56

PPPK Menanti Kebijakan Pemimpin Baru

TARAKAN - Pemerintah pusat kembali mengeluarkan pernyataan bakal membuka lagi…

Senin, 10 Desember 2018 09:55

Dari Sepeda Mengenal Negara Lain dan Banyak Komunitas

Olahraga dapat menjadi hobi yang sehat bagi penikmatnya. Selain sehat…

Senin, 10 Desember 2018 09:53

Saling Susul di Rute Sepanjang 26 Km

TARAKAN - Sebanyak 180 goweser ikut berpartisipasi dalam Jambore Sepeda,…

Senin, 10 Desember 2018 09:52

Masih Ada Pengundian Sekali Lagi

TARAKAN - Surat kabar harian (SKH) Radar Tarakan dan Sinar…

Senin, 10 Desember 2018 09:50

Pengusaha Bertarung dengan Upah Tinggi

BESARNYA ketentuan upah di Kota Tarakan membuat para pengusaha harus…

Senin, 10 Desember 2018 09:30

Ada Sekolah, Tak Ada Jalan Utama

TARAKAN - Ketua RT 66, Kelurahan Karang Anyar, Saimun mengatakan,…

Senin, 10 Desember 2018 09:04

Barat dan Utara Rawan Longsor

TARAKAN – Masyarakat patut waspada seiring intensitas hujan yang tinggi.…

Senin, 10 Desember 2018 09:01

HUT, Tetap Mengundang Artis

TARAKAN – Hari Ulang Tahun ke-21 Kota Tarakan yang jatuh…

Senin, 10 Desember 2018 08:59

Jarak Pandang Terbatas, Speedboat Kandas

CUACA buruk juga berdampak pada pelayaran, kemarin (7/12). Sebuah speedboat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .