MANAGED BY:
RABU
22 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 14 November 2018 15:51
Canggung Hanya karena Anak dari Desa

Emha Bintang, Peraih Cum Laude Wisuda ke-XX UBT

MEMBANGGAKAN: Emha Bintang bersama keluarganya usai wisuda ke-XX UBT, Selasa (13/11). YUSTINA LUMBAA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Emha Bintang menerima predikat cum laude pada wisuda ke-XX Universitas Borneo Tarakan, Selasa (13/11). Pria kelahiran Bunyu 4 Desember 1995 itu menyelesaikan pendidikan di Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan selama 3 tahun 7 bulan, dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,66.

 

YUSTINA LUMBAA

 

GEDUNG Tennis Indoor Telaga Keramat, Jalan Sei Sesayap, Kampung Enam, Kota Tarakan penuh dengan mahasiswa yang akan diwisuda. Dengan penuh semangat, gugup dan senyuman paling cerah, para wisudawan dan wisudawati itu didampingi orang tua masing-masing. Perjuangan selama menempuh pendidikan, terbayar dengan gelar.

Seperti Bintang, sapaan akrab Emha Bintang, dengan semangat bersama dengan rekan-rekannya dilepas dari Universitas Borneo sebagai alumni. Bahkan dengan kebanggaan, Bintang sempat memberikan pidato untuk mewakili semua wisudawan/wisudawati yang hadir. Dengan ungkapan terima kasih kepada semua yang telah berkontribusi dalam kelulusan mereka, dan juga motivasi untuk ke depannya menjadi lebih baik lagi.

Dituturkan anak kedua dari empat bersaudara ini, karena lahir di pulau Bunyu sehingga untuk menempuh pendidikan lanjutan harus merantau di Tarakan di tahun 2014. Dan ketika sampai dan harus kuliah di Tarakan, tentunya harus mencari penginapan dan memilih tinggal di kos di Jalan Pulau Irian, Kampung Satu Skip. Itulah awal perjuangannya dari semester pertama hingga dinyatakan lulus.

Di awal semester, dirinya merasa cukup canggung karena berasal dari Pulau Bunyu, sedangkan teman-temannya banyak yang dari Tarakan dan berasal dari sekolah yang cukup tersohor dan juga terbiasa tinggal di kota.

Tetapi dengan mencoba terus, ternyata tidak seperti yang dibayangkannya. Apalagi jurusan yang dipilihnya adalah jurusan yang dicita-citakannya sejak di bangku SMP. Itu menjadi tantangan sekaligus kesukaan dengan senang hati dan tanpa paksaan. 

Berada di Jurusan Bahasa Inggris menjadikannya terus mencoba mempraktekkan kemampuan. Cukup banyak juga rekan-rekan sekelasnya yang malu dalam berdialog menggunakan bahasa Inggris, tidak seperti dirinya yang mau berusaha dan terus belajar dengan mempraktekkan apa yang telah didapatkannya.

“Alhamdulilah, dengan berbagai latihan yang kami lakukan, membentuk satu kelompok kecil untuk terus berlatih bisa mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris saya,” ujar anak dari pasangan Suwanto (52) dan Eka Widi Susanti (50) ini. 

Sehingga dengan berbagai latihan, setiap mata kuliah yang ditempuh menjadi cukup mudah dan bisa terselesaikan dengan baik dan lancar. Selain belajar bahasa Inggris, juga mempelajari pelajaran statistika yang berhubungan dengan matematika. Meski begitu, setiap kerja keras tentu akan membuahkan hasil, meski sulit tetap harus terus dijalani. Selama kuliah, ada berbagai kesulitan yang dihadapi. Bintang termasuk orang yang cukup taat beribadah, sehingga saat berada di kelas, dan sudah sudah saatnya salat, maka mau tidak mau harus dilaksanakan.

“Ketika pelajaran berlangsung, dan sudah harus salat saya tentu harus izin dahulu lagi. Jadi itu kesulitan yang saya dapatkan juga,” tuturnya.

Tetapi dengan berbagai dukungan dari orang tua yang tidak pernah lepas baik dengan tenaga, pikiran, doa dan materi yang diberikan, Bintang mampu menyelesaikan dengan baik apa yang menjadi tanggung jawabnya. Apalagi orang tua yang mendukung sepenuhnya, dan berusaha untuk memenuhi setiap apa yang diperlukan.

Bintang berharap ke depannya bisa melanjutkan pendidikan lagi, tetapi dengan beasiswa. Tetapi jika tidak dapat lanjut dengan beasiswa, alternatif lainnya dengan mencari pekerjaan. Saat ini dirinya sudah bekerja sebagai guru paket selama 2 tahun lebih di SD Indo Tionghoa. 

Tentunya dengan kelulusan saat ini, tidak menjadikannya puas. Ini merupakan awal perjuangan yang sebenarnya dari berbagai persaingan yang ada. Oleh karena itu tetap berjuang, berdoa dan terus berusaha agar mendapatkan hasil yang maksimal. Apalagi pekerjaan ditentukan oleh takdir, sehingga tidak boleh meninggikan diri dan terus berusaha sesuai kemampuan yang ada. (***/lim)

 

Canggung Hanya karena Anak dari Desa

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 22 Mei 2019 10:28

Mari Kita Bersatu!

GUBERNUR Kalimantan Utara (Kaltara) mengeluarkan surat edaran berisi imbauan kepada…

Rabu, 22 Mei 2019 10:26

Masjid Baburrahim Dibangun 1957

Masjid Baburrahim terletak di Jalan Palem, RT 02,  Kelurahan Lingkas…

Rabu, 22 Mei 2019 10:25

Bangun Keakraban di Lapangan Futsal Barean

Manisnya senyum yang terukir diwajah para anak yatim piatu yang…

Rabu, 22 Mei 2019 10:07

Dituntut 19 Tahun, Hendrik Divonis Cuma 9 Tahun Penjara

TARAKAN – Terdakwa perkara kepemilikan sabu 1 kg yaitu Hendrik,…

Rabu, 22 Mei 2019 10:04

KURANG KERJAAN..!! Telinga Anak Tiga Tahun Disundut Pakai Korek

TARAKAN – Akibat menyulut telinga anak berumur 3 tahun menggunakan…

Rabu, 22 Mei 2019 10:03

Muhammadiyah Beri Sinyal Menuju Pilgub

TARAKAN - Muhammadiyah menginginkan bakal calon gubernur maupun wakil gubernur…

Rabu, 22 Mei 2019 10:03

Positif Narkoba, Surat Kecakapan Dicabut

MENJELANG arus mudik Lebaran tahun ini, Kantor Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas…

Rabu, 22 Mei 2019 10:00

Penumpang Diprediksi Meningkat 4,80 Persen

TARAKAN – Apel Kesiapan Angkutan Laut Lebaran dan Pembukaan Posko…

Selasa, 21 Mei 2019 12:39
Bursa pada Pilkada Kaltara

Undunsyah Cooling Down, Laura Dua Periode

TARAKAN - Bursa bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan…

Selasa, 21 Mei 2019 12:36

Dua Pemda WTP Lima Kali

TARAKAN – Pada 2018 lalu, opini wajar tanpa pengecualian (WTP)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*