MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 14 November 2018 15:51
Canggung Hanya karena Anak dari Desa

Emha Bintang, Peraih Cum Laude Wisuda ke-XX UBT

MEMBANGGAKAN: Emha Bintang bersama keluarganya usai wisuda ke-XX UBT, Selasa (13/11). YUSTINA LUMBAA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Emha Bintang menerima predikat cum laude pada wisuda ke-XX Universitas Borneo Tarakan, Selasa (13/11). Pria kelahiran Bunyu 4 Desember 1995 itu menyelesaikan pendidikan di Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan selama 3 tahun 7 bulan, dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,66.

 

YUSTINA LUMBAA

 

GEDUNG Tennis Indoor Telaga Keramat, Jalan Sei Sesayap, Kampung Enam, Kota Tarakan penuh dengan mahasiswa yang akan diwisuda. Dengan penuh semangat, gugup dan senyuman paling cerah, para wisudawan dan wisudawati itu didampingi orang tua masing-masing. Perjuangan selama menempuh pendidikan, terbayar dengan gelar.

Seperti Bintang, sapaan akrab Emha Bintang, dengan semangat bersama dengan rekan-rekannya dilepas dari Universitas Borneo sebagai alumni. Bahkan dengan kebanggaan, Bintang sempat memberikan pidato untuk mewakili semua wisudawan/wisudawati yang hadir. Dengan ungkapan terima kasih kepada semua yang telah berkontribusi dalam kelulusan mereka, dan juga motivasi untuk ke depannya menjadi lebih baik lagi.

Dituturkan anak kedua dari empat bersaudara ini, karena lahir di pulau Bunyu sehingga untuk menempuh pendidikan lanjutan harus merantau di Tarakan di tahun 2014. Dan ketika sampai dan harus kuliah di Tarakan, tentunya harus mencari penginapan dan memilih tinggal di kos di Jalan Pulau Irian, Kampung Satu Skip. Itulah awal perjuangannya dari semester pertama hingga dinyatakan lulus.

Di awal semester, dirinya merasa cukup canggung karena berasal dari Pulau Bunyu, sedangkan teman-temannya banyak yang dari Tarakan dan berasal dari sekolah yang cukup tersohor dan juga terbiasa tinggal di kota.

Tetapi dengan mencoba terus, ternyata tidak seperti yang dibayangkannya. Apalagi jurusan yang dipilihnya adalah jurusan yang dicita-citakannya sejak di bangku SMP. Itu menjadi tantangan sekaligus kesukaan dengan senang hati dan tanpa paksaan. 

Berada di Jurusan Bahasa Inggris menjadikannya terus mencoba mempraktekkan kemampuan. Cukup banyak juga rekan-rekan sekelasnya yang malu dalam berdialog menggunakan bahasa Inggris, tidak seperti dirinya yang mau berusaha dan terus belajar dengan mempraktekkan apa yang telah didapatkannya.

“Alhamdulilah, dengan berbagai latihan yang kami lakukan, membentuk satu kelompok kecil untuk terus berlatih bisa mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris saya,” ujar anak dari pasangan Suwanto (52) dan Eka Widi Susanti (50) ini. 

Sehingga dengan berbagai latihan, setiap mata kuliah yang ditempuh menjadi cukup mudah dan bisa terselesaikan dengan baik dan lancar. Selain belajar bahasa Inggris, juga mempelajari pelajaran statistika yang berhubungan dengan matematika. Meski begitu, setiap kerja keras tentu akan membuahkan hasil, meski sulit tetap harus terus dijalani. Selama kuliah, ada berbagai kesulitan yang dihadapi. Bintang termasuk orang yang cukup taat beribadah, sehingga saat berada di kelas, dan sudah sudah saatnya salat, maka mau tidak mau harus dilaksanakan.

“Ketika pelajaran berlangsung, dan sudah harus salat saya tentu harus izin dahulu lagi. Jadi itu kesulitan yang saya dapatkan juga,” tuturnya.

Tetapi dengan berbagai dukungan dari orang tua yang tidak pernah lepas baik dengan tenaga, pikiran, doa dan materi yang diberikan, Bintang mampu menyelesaikan dengan baik apa yang menjadi tanggung jawabnya. Apalagi orang tua yang mendukung sepenuhnya, dan berusaha untuk memenuhi setiap apa yang diperlukan.

Bintang berharap ke depannya bisa melanjutkan pendidikan lagi, tetapi dengan beasiswa. Tetapi jika tidak dapat lanjut dengan beasiswa, alternatif lainnya dengan mencari pekerjaan. Saat ini dirinya sudah bekerja sebagai guru paket selama 2 tahun lebih di SD Indo Tionghoa. 

Tentunya dengan kelulusan saat ini, tidak menjadikannya puas. Ini merupakan awal perjuangan yang sebenarnya dari berbagai persaingan yang ada. Oleh karena itu tetap berjuang, berdoa dan terus berusaha agar mendapatkan hasil yang maksimal. Apalagi pekerjaan ditentukan oleh takdir, sehingga tidak boleh meninggikan diri dan terus berusaha sesuai kemampuan yang ada. (***/lim)

 

Canggung Hanya karena Anak dari Desa

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 10:29

Jargas dan BBM Satu Harga, Jika Kurang, Ini Kata Menteri Jonan

TARAKAN - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:26

Lima Sampel Diamankan dari Lokasi Kejadian

TARAKAN - Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tarakan lansung melakukan olah…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:25

Polres Kembalikan Rp 1,1 Miliar Anggaran Pengamanan

TARAKAN – Menghadapi tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Polres Tarakan…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:58

Dituntut Penjara Seumur Hidup

TARAKAN – Setelah beberapa kali tidak mengikuti persidangan, akhirnya Lukman…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:56

Impikan Jalan Mulus

TARAKAN – Minimnya drainase atau tidak memadai debit air, luapan…

Sabtu, 16 Februari 2019 00:14

Pertamina Realisasikan Titik ke-7 BBM Satu Harga di Kaltara

TARAKAN – Progres yang menggembirakan bagi warga Desa Long Ampung…

Jumat, 15 Februari 2019 15:32

Rumah DP Nol Sudah Oke

TARAKAN – Wali Kota Tarakan terpilih dr. Khairul tampaknya tak…

Jumat, 15 Februari 2019 15:29

Penyebab Kebakaran Diduga dari Dapur

TARAKAN - Sebanyak 7 rumah yang diketahui terdiri dari indekos,…

Jumat, 15 Februari 2019 15:25

Gubernur Minta Komisi II Kawal Kebutuhan PNS

TARAKAN - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR…

Jumat, 15 Februari 2019 14:50

Kirim Logistik, Carter Pesawat

TARAKAN – Pemilihan Umum 2019 tak lama lagi. Namun berbagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*