MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 14 November 2018 15:49
Perbatasan Rentan Kekerasan terhadap Perempuan
BERI ORASI ILMIAH: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambesie (tengah) bersama Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie dalam wisuda ke-XX UBT. JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

BERI ORASI ILMIAH: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambesie (tengah) bersama Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie dalam wisuda ke-XX UBT.

Perbatasan Rentan Kekerasan terhadap Perempuan

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambesie dalam kegiatan wisuda ke-XX Universitas Borneo Tarakan (UBT) pada Selasa (13/11) menyampaikan bahwa Kalimantan Utara rentan terhadap kasus kekerasan perempuan dan perlindungan anak.

“Tadi saya katakan bahwa Kaltara menjadi salah satu perhatian kami untuk perempuan di daerah perbatasan, kasus trafficking cukup tinggi di sini,” ungkap Yohana Yembise.

Kasus kekerasan perhadap perempuan dan pelecehan seksual terhadap anak cukup tinggi di Kaltara. Yohana menginginkan agar setiap masyarakat dapat memahami hal tersebut. Apalagi dengan adanya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang yang menegaskan bahwa barangsiapa yang melakukan kejahatan seksual terhadap anak, maka akan dikenakan hukuman tembak mati, hukuman seumur hidup, suntikan kebiri, pemasangan chip di tubuh pelaku dan pengumuman identitas pelaku kepada publik.

“Jadi sudah ada UU sekarang, bagaimana caranya supaya penegakan hukum di Kaltara ini harus diangkat semua aparat penegak hukum,” ucapnya.

“Kami sudah melakukan pelatihan di sini agar setiap penegak hukum bisa responsif gender. Bisa lihat asisten peradilan anak, di mana anak-anak punya kans peradilan sendiri,” sambungnya.

Untuk diketahui, kasus kekerasan terhadap perempuan di Kaltara mencapai angka 88 di tahun 2018 ini dan 79 kasus pelecehan terhadap anak. Dalam hal ini Kota Tarakan di posisi tertinggi. Data tersebut merupakan kasus yang telah terlaporkan dan diselesaikan.

“Ini namanya fenomena gunung es. Di luarnya sedikit, tapi di dalamnya besar,” bebernya.

Selanjutnya, Yohana menjelaskan bahwa pihaknya memiliki program 3 Ends yakni sebuah program yang bertujuan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan tindak seksual terhadap anak. Pihaknya memiliki target agar di tahun 2030 mendatang, kekerasan terhadap anak dan perempuan sudah tidak terjadi lagi.

“Saya mau kota sini dapat bergabung bersama kabupaten layak anak, supaya ada perhatian khusus dari pemerintah. Agar anak-anak dapat diperhatikan tumbuh kembangnya,” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan bahwa pada dasarnya kasus human trafficking yang terjadi di perbatasan. Namun pada dasarnya kasus rumah tangga dianggap jarang terjadi di Kaltara.

“Tapi memang paling banyak kasus kekerasan terjadi di Tarakan, karena Tarakan kan pintu gerbang orang masuk, sedang nomor 2 Nunukan karena lokasi TKI,” ungkapnya.

Untuk menekan hal tersebut, Irianto menjelaskan bahwa pihaknya telah menyediakan sebuah tempat perlindungan anak yang dikelola oleh tokoh perempuan dan dimonitor langsung Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta bekerja sama dengan pihak kepolisian.

Tak hanya itu, sosialisasi pun gencar dilakukan pihaknya yang dimulai dari TK, hingga tingkat universitas dan masyarakat umum. Melalui hal tersebut, Irianto menjelaskan adanya pendampingan yang dilakukan pihaknya kepada korban kekerasan perempuan dan kejahatan seksual terhadap anak. “Pendampingan ini didukung pembiayaannya oleh pemerintah termasuk pengobatan di rumah sakit,” jelasnya. (*/shy/lim)

Perbatasan Rentan Kekerasan terhadap Perempuan

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:12

Bawaslu: ODGJ dan Orang Gila Beda

TARAKAN - Pada Pemilu 2019 mendatang, akan ada tempat pemungutan…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:10

Awali dengan Senandung Harmoni Paguntaka

Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Kota Tarakan, Lembaga Penyiaran…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:08

Pelaku Usaha BBM Eceran Butuh Petunjuk

TARAKAN – Penjualan bahan bakar minyak (BBM) hingga bahkan menggunakan…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:07

Pembangunan TPA Baru Tersendat

TARAKAN - Permasalahan lahan yang berada di kawasan Bukit Indah,…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:06

Tunggakan Terbanyak di Tarakan

TARAKAN - Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:26

Pengurus Koperasi Idec Pernah Pinjam di Bank

TARAKAN - Kasus dugaan penggelapan dana Koperasi PT Idec masih…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:24

Pemerintah Harus Tegas Soal Retribusi

TARAKAN - Tidak tercapainya pendapatan asli daerah (PAD) Tarakan di…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:22

Hendrik Bantah Keterangan Penyidik BNNP

TARAKAN – Sidang terdakwa sabu 1 kg yang melibat Hendrik…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:20

Awal 2020, PLTS Akan Dibangun

TARAKAN – Adanya keputusan untuk membangun tempat pembangkit listrik tenaga…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:19

Akses Jalan Rusak dan Drainase Dangkal

AKSES Jalan yang menjadi salah satu kebutuhan masyarakat kembali dikeluhkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .