MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 14 November 2018 15:31
DPRD Bulungan Sesalkan Gagalnya Pembebasan Lahan Pesawan

Sarankan Komunikasi Antar Instansi Lebih Pro Aktif

PRO AKTIF: DPRD Bulungan menyarankan pihak instansi terkait untuk lebih pro aktif dalam upaya penyelesaian dualisme kepemilikan lahan. Diketahui, dengan adanya Pelabuhan Pesawan nantinya akan menjadi alternatif pengganti Pelabuhan Kayan I, Tanjung Selor. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Proses pembebasan lahan pembangunan mega proyek Pelabuhan Pesawan di Tanjung Selor gagal terealisasi tahun ini. Hal itu menjadi catatan tersendiri bagi pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan. Dikatakan Ketua DPRD Bulungan Syarwani bahwa alasan pihaknya memberikan catatan lantaran gagalnya pembebasan lahan itu terbilang cukup menggelitik. Sebab, yang menjadi pemicu utamanya adalah dualisme kepemilikan lahan. Artinya, sejauh ini keberadaan lahan-lahan yang ada di Ibu Kota Kaltara, Tanjung Selor atau bahkan di Bulungan tidak ada yang pasti.

“Jika ada dualisme kepemilikan, berarti sertifikat juga ada dua. Nah, yang menjadi catatan mengapa bisa diterbitkan dua sertifikat di lahan yang sama,” ungkap Syarwani seraya bertanya-tanya saat diwawancarai awak Radar Kaltara pasca ziarah di Makam Pahlawan, Tanjung Selor, Senin (13/11).

Dikatakannya juga, seharusnya permasalahan-permasalahan tersebut tak sampai terjadi. Apalagi, proyek yang akan dibangun merupakan salah satu fasilitas publik yang multifungsi. Oleh karenanya, dengan gagalnya proses pembebasan awal ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak. “Harapannya di tahun depan semua masalah lahan ini bisa clean and clear. Mengapa? Karena jangan sampai tatkala pembangunan berlangsung ada satu pihak yang tak terima. Dan proyek justru terhenti,” ujar wakil rakyat yang murah senyum ini.

Dan, lanjutnya, diharapkannya juga adanya Pelabuhan Pesawan ke depan dapat lebih mempermudah pendistribusian barang-barang dari luar daerah. Mengingat, di Pelabuhan Kayan I, Tanjung Selor saat ini terkadang terjadi beberapa hambatan dalam proses bongkar muat. Oleh karenanya, perlu adanya pelabuhan baru sebagai alternatif pengganti dan tentunya memiliki segi fasilitas yang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. “Kalau menurut saya itu semua bisa tercapai asal pihak instansi dapat lebih pro aktif. Sehingga sejak dini permasalahan dapat diminimalisir atau diatasi segera dan tak terjadi problem lagi seperti saat ini,’’ ucapnya.

Di sisi lain, pihaknya sebagai wakil rakyat sejatinya sangat setuju dengan adanya program pembangunan mega proyek itu. Apalagi, nantinya akan memiliki dampak yang luas dan meningkatkan perekonomian daerah. Namun, pihaknya meminta pemerintah jangan stagnan. Dan harapannya segera mencari solusi konkret dalam setiap penyelesaian permasalahan yang ada. “Kami pasti support soal pembangunan Pelabuhan Pesawan itu. Karena ini untuk kepentingan bersama juga. Tapi, ada baiknya pemerintah sekali lagi dapat lebih pro aktif,” pintanya.

Sementara, seperti diberitakan sebelumnya bahwa wacana Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dalam menargetkan pembebesan lahan pembangunan mega proyek Pelabuhan Pesawan di Tanjung Selor tahun ini terancam gagal. Kepala Dishub Kaltara, Taupan Madjid menjelaskan, terancam gagalnya pembebasan lahan ini lantaran masih adanya dualisme kepemilikan yang menjadi faktor utama. Oleh karenanya, pihaknya pun tak menampik jika pada tahapan kali ini dapat dikatakan belum maksimal.

“Kami sebenarnya sudah berupaya untuk mengurus persoalan pembebasan lahan ini. Tapi, hingga memasuki akhir tahun ini masih belum tuntas,” ungkap Taupan kepada Radar Kaltara saat ditemui di acara Respons Kaltara, Selasa (23/10) lalu.

Dikatakannya juga, sejauh ini pemerintah setempat telah bersama-sama melakukan upaya pembebasan lahan ini. Namun, hal itu masih belum membuahkan hasil. Sehingga pihaknya akan memprogramkan ulang di tahun 2019 mendatang. “Dari padangan kami tak ingin buru-buru juga. Kita ingin clear persoalan lahan dahulu. Nah, baru akan dilakukan pembangunan nantinya,” ujar pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Berau ini.

Lanjutnya, persoalan lahan ini memang perlu menjadi bahan pikiran bersama. Untuk itu, diharapkan dengan upaya pendataan ulang pemilik. Maka, akan ditemui siapa di antara pemilik lahan sebenarnya. Tidak seperti saat ini yang masih saling mengakui antar masyarakat. “Ditelusuri dahulu sebenarnya lahan itu milik siapa. Tentunya, dengan membuktikan sertifikat yang sah,” katanya.

Lebih jauh dikatakannya, mengenai anggaran pembebasannya sendiri, Taupan menyebutkan bahwa sekira Rp 7 miliar yang akan dipersiapkannya nanti. Dana itu dari APBD Kaltara. “Usulan dana itu sudah masuk pada penganggaran di tahun 2019 mendatang,” jelasnya.

Bahkan, seperti diketahui sebelumnya, dalam proses pembebasan lahan Dishub melibatkan tim appraisal guna menaksir nilai lahan yang bakal dibebaskan. Alasannya agar dalam pembebasan lahan seluas 60 hektare (ha) dapat berjalan dengan baik dengan didasari landasan-landasan yang kuat dari tim appraisal tersebut. “Jadi, sepenuhnya nanti tim appraisal yang akan mengurus masalah pembebasan lahan untuk pembangunan Pelabuhan Pesawan,” ucapnya.

Disinggung mengenai penentuan nilai jual objek pajak (NJOP) setiap lahan masyarakat. Taupan menjelaskan bahwa nanti akan dilihat sejauh mana letak tanah dari masyarakat sendiri. Menurutnya, NJOP dapat berbeda-beda. Pasalnya, letak tanah dan geografis akan mempengaruhi besaran nilainya. “Kami profesional saja. Tentunya, beda antara tanah di pinggir dan di dalam,” katanya seraya tak menyebutkan rincian nilai rupiahnya.

Sementara, seperti diketahui sebelumnya bahwa mengenai spesifikasi Pelabuhan Pesawan. Taupan menjelaskan, pelabuhan itu ke depannya memiliki sisi perairan tempat sandar kapal sepanjang 450 meter. Tujuannya untuk keluar masuk barang lebih cepat. Kemudian, ditambah lagi dermaga, trestle, causeway dan corrugated concret sheet pile (CCSP). “Kalau sisi daratnya pelabuhan ini dilengkapi fasilitas perkantoran untuk ditempati instansi terkait, seperti Bea Cukai, Syahbandar atau Kantor Administrasi dan Navigasi,” jelasnya seraya mengatakan, pelabuhan itu akan dilengkapi fasilitas pendukung, yakni terminal penumpang, gudang dan tempat penyimpanan peti kemas.

Ditambahkan juga, mengenai target penyelesaian Pelabuhan Pesawan, jika dari sisi anggaran didukung dengan baik. Ditambah, proses pembebasan lahan segera terselesaikan. Maka, dalam kurun dua atau tiga tahun ke depan pelabuhan yang akan diproyeksikan melayani rute pelayaran Tanjung Selor-Surabaya dan Tanjung Selor-Makassar akan selesai. “Tentunya soal pembangunan ini tak hanya dari segi APBD provinsi saja. Melainkan, pusat dan investor juga tentu dibutuhkan juga,” sebutnya.

Di sisi lain, Pelabuhan Pesawan ini menurutnya dapat menjadi alternatif pengganti Pelabuhan Kayan I. Pasalnya, pelabuhan tersebut dalam hal bongkar muat terkadang memiliki kendala seperti kandas dan padat. “Mudahanlah Pelabuhan Pesawan ini dapat terencana dengan baik,” pungkasnya. (omg/fly)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 09:49

Dukung KBM, Evaluasi Perizinan

TANJUNG SELOR - Dinas Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu…

Senin, 10 Desember 2018 09:48

Molor, Proyek Runway Bandara Diadendum

TANJUNG SELOR - Kontrak kerja proyek pengembangan Bandara Tanjung Harapan,…

Senin, 10 Desember 2018 09:47

Legislatif Tuntaskan 37 Raperda

TANJUNG SELOR - Tahun ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

Senin, 10 Desember 2018 09:45

Terdeteksi Sembilan Titik Rawan Kecelakaan

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) menyebutkan,…

Senin, 10 Desember 2018 09:43

Produk Malaysia Masih Jadi Primadona di Perbatasan

TANJUNG SELOR - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro…

Senin, 10 Desember 2018 09:41

Tahap Dua, Nakhoda Harapan Baru Ditahan

TANJUNG SELOR – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Bulungan memastikan kasus…

Senin, 10 Desember 2018 09:37

Polda Incar Aksi Premanisme Jelang Pemilu

TANJUNG SELOR - Segala bentuk gangguan kamtibmas termasuk aksi premanisme…

Senin, 10 Desember 2018 08:56

Pembebasan Lahan Bandara Jalan di Tempat

TANJUNG SELOR - Proses percepatan pembebasan lahan untuk pengembangan infrastruktur…

Senin, 10 Desember 2018 08:55

Cetak Surat Suara, KPU Tunggu Penetapan DPT

TANJUNG SELOR – Proses pencetakan surat suara untuk pelaksanaan Pemilu…

Senin, 10 Desember 2018 08:54

Lima Peserta Tak Ikut SKB

TANJUNG SELOR – Hari pertama (7/12) pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .