MANAGED BY:
RABU
22 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 14 November 2018 15:30
Perlu Sinergisme Tutup Jalur Tikus

Kaltara Jadi Jalur Perlintasan Peredaran Narkotika

PELAKU : Tampak para tersangka kasus narkoba yang berhasil diamankan jajaran petugas keamanan yang ada di Kaltara. SAMSUL UMARDHANY/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Tak dapat dipungkiri lagi, saat ini masalah peredaran gelap narkotika di Indonesia cukup memprihatikan. Pun demikian di Kalimantan Utara (Kaltara) yang mana disebut-sebut sebagai jalur perlintasan bagi para bandar untuk dapat meloloskan barang haram tersebut ke suatu daerah, misalnya Sulawesi.

Kaltara menjadi jalur perlintasan tersebut juga diakui oleh Komandan Satuan Tugas Pengamanan Pembatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia - Malaysia Yonif Raider 613/RJA, Letkol Inf Fardin Wardhana, lantaran masih banyaknya jalur tikus yang dapat menjadi celah bagi para pelaku untuk bisa meloloskan barang haram tersebut.

"Jalur perairan Kaltara, khususnya di wilayah perbatasan seperti Nunukan dan Sebatik, itu menjadi jalur yang rawan penyelundupan barang haram seperti narkotika dari luar," ungkapnya saat dijumpai beberapa waktu lalu.

Meski demikian kata dia, petugas keamanan, termasuk TNI juga sangat berupaya mengantisipasi agar narkoba tidak beredar di tengah-tengah masyarakat. Di Kaltara khususnya, sebab sudah tentu itu merusak bangsa. “Memang intensitas peredaran narkoba di wilayah Nunukan, tempat kami bertugas itu cukup tinggi,” jelasnya.

Saking maraknya penyeludupan narkotika, khususnya jenis sabu-sabu dirinya mengatakan pihaknya pernah berhasil mengagalkan kegiatan tersebut berikut mengamankan barang bukti mencapai 5 kilogram. "Ini yang terbesar yang berhasil kami gagalkan," ungkapnya.

Dia mengatakan, penangkapan sabu 5 kilogram yang dilakukan di Perairan Sebatik beberapa waktu lalu itu merupakan barang yang akan diedarkan untuk wilayah Kaltara, sebagian juga akan dibawa ke Kaltim. Bahkan penuturan dari kurir yang membawa barang haram tersebut, juga akan diedarkan ke Sulawesi.

"Meski kerap diamankan, tak membuat para pelaku lain jera, ini juga menandakan bahwa memang banyak pilihan jalur tikus yang mereka dapat dilalui," jelasnya.

Untuk itu lanjutnya, agar upaya pencegahan itu maksimal, maka banyak jalur yang harus ditutupi. Hanya saja kata dia ini bukan hanya tugas pihak keamanan namun juga semua lini dan stakeholder terkait dalam permasalahan yang dihadapi kini.

"Kami sendiri juga akan turut membantu melakukan penjagaan terhadap masalah narkotika ini, mulai dari wilayah Sebatik hingga Kecamatan Krayan yang merupakan wilayah kerja kami," jelasnya.

Memang diakuinya, masalah ini juga menjadi tantangan besar bagi aparat TNI, khususnya di wilayah perbatasan. Untuk itu selain pengganggu keamanan NKRI, masalah tersebut juga turut menjadi perhatian. "Tantangan terbesarnya adalah penyelundupan tersebut serta pengacau keamanan NKRI," sebutnya.

Memang kata dia, tugas utama TNI bukanlah melakukan penangkapan melainkan menjaga kedaulatan NKRI, seperti menjaga patok-patok perbatasan, namun bukan berarti TNI menutup mata dalam masalah tersebut. "Tetap menjadi perhatian, namun sifatnya ini hanya tugas tambahan saja, tetap yanh utama adalah menjaga kedaulatan kita," jelasnya.

Untuk itu dirinya juga mengingatkan agar ada sinergitas semua pihak dalam masalah tersebut. Sebab pihaknya juga tidak mungkin bisa berdiri sendiri dalam menanggulangi serangan-serangan dalam bentuk lain tersebut. "Partisipasi masyarakat juga dibutuhkan dalam mencegah peredaran narkoba," pungkasnya. (sny/fly)

 

 


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*