MANAGED BY:
MINGGU
19 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 14 November 2018 15:22
Estimasi Anggaran SOA Barang Senilai Rp 9 Miliar
UNTUK PERBATASAN: Penyaluran SOA barang ke wilayah perbatasan yang menggunakan transportasi udara. SOA distribusi logistik ini pada prinsipnya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di perbatasan. PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Besaran anggaran Subsidi Ongkos Angkut (SOA) khusus barang Pemerintah Provinai Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) tahun 2019 belum dipastikan. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kaltara, Hartono mengatakan, usulan SOA barang 2019 masih dalam tahap persiapan.

Hartono memastikan sebelum anggaran 2019 diketuk, usulan kebutuhan SOA telah masuk dan siap ditentukan besarannya. "Kami lagi mempersiapkan semuanya," ungkap Hartono kepada Radar Kaltara (Radar Tarakan Group).

Disperindagkop akan memastikan berapa anggaran yang diperlukan agar program tersebut berjalan maksimal di tahun 2019. Sementara dalam waktu dekat ini Disperindagkop akan mengundang pemangku kebijakan di Kabupaten Nunukan dan Malinau selaku daerah pemanfaat program SOA.

"Kami akan undang Kepala Disperindagkop-nya dan camat dari kecamatan penerima," imbuh Hartono.

Menurutnya, mereka ini lah yang nantinya akan menentukan lokasi sekaligus menjabarkan kondisi rill di lapangan sehingga beban anggaran yang diperlukan dapat diperkirakan. "Tapi estimasinya masih sama dengan tahun ini (2018) sekira Rp 9 miliar," bebernya.

Dijelaskan, tahun ini Pemprov Kaltara mengalokasikan anggaran Rp 9 miliar di APBD 2018. Penyaluran SOA barang ke wilayah perbatasan itu menggunakan transportasi udara. Disebutkan, SOA distribusi logistik pada prinsipnya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di perbatasan. "Apa ada perluasan lokasi di 2019 makanya mau rapat dulu dengan camat," sebutnya.

Tahun ini kata dia, ada penambahan lokasi jangkauan SOA yaitu ke Kecamatan Kayan Selatan dan Hulu, Kabupaten Malinau.  Sedangkan tahun 2017 lalu pemprov hanya mengalokasikan anggaran Rp 5 miliar dengan jangkauan Kecamatan Krayan dan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan.

Sebab itu, persoalan teknis penentuan titik tujuan pelaksanaan SOA itu nantinya terlebih dahulu akan dirapatkan dengan aparatur kecamatan setempat.

Hartono berharap, hadirnya SOA ini dapat menekan lonjakan harga barang di perbatasan agar lebih terjangkau dan sesuai dengan tingkat perekonomian masyarakat. Hal itu diyakininya akan terwujud. Sebab, jika tidak menggunakan SOA, maka tarif normal angkut barang dengan pesawat per kilogramnya dapat mencapai ratusan ribu.

"SOA ini sangat membantu dan meringankan beban masyarakat di wilayah perbatasan," tutur Hartono.

Tambah dia, persoalan kebutuhan pokok ini merupakan permasalahan yang memang perlu solusi dan penanganan yang jelas.  Mengingat, sebagai wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, bisa saja masyarakat setempat akan sangat tergantung dengan produk-produk Malaysia yang relatif lebih terjangkau dari aspek harga dan mudah didapatkan. "Mudahan SOA bisa segera dilaksanakan. Karena tujuannya bagaimana membantu masyarakat,” pungkasnya. (isl/fly)

 

 

 


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*