MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

ADV

Selasa, 13 November 2018 21:00
Dokter Ari Yusnita Terima Penghargaan dari Menteri PPPA
DAPAT PENGHARGAAN: Anggota DPR RI Dapil Kaltara, dr. Ari Yusnita menerima penghargaan dari Menteri PPPA Yohana Susana Yembise di acara wisuda XX Universitas Borneo Tarakan di Gedung Tenis Indoor Telaga Keramat, Tarakan, Selasa (13/11).

PROKAL.CO, TARAKAN – dr. Ari Yusnita tidak hanya sukses menjadi politikus yang dapat diandalkan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Kalimantan Utara di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Namun, politikus asal Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini juga dinilai sebagai salah satu tokoh yang ikut berperan besar dalam mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan serta melindungi anak-anak Kalimantan Utara.

Itu dibuktikan dengan penghargaan yang diterima dr. Ari Yusnita dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang diserahkan langsung Menteri Yohana Susana Yembise, saat berkunjung ke Tarakan untuk menghadiri wisuda XX Universitas Borneo Tarakan di Gedung Tenis Indoor Telaga Keramat, Selasa (13/11).

Penyerahan penghargaan itu disaksikan juga Gubernur Kalimantan Utara Dr. Irianto Lambrie bersama istri Hj. Rita Ratina Irianto, sejumlah istri pejabat di Kalimantan Utara, serta wisudawan-wisudawati UBT. Atas penghargaan tersebut, Ari Yusnita menyambut baik.

“Alhamdulillah pada siang hari ini (kemarin)  mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan berupa Anugerah Dedikasi untuk Kaltara,” ujar anggota Komisi VII DPR RI itu usai mendapatkan penghargaan.

Meskipun Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bukan mitra Komisi VII DPR RI, namun Ari Yusnita mengaku tetap berbuat untuk memajukan kaum perempuan dan melindungi hak-hak anak di Kaltara melalui solialisasi dan mendengarkan aspirasi mereka ketika melakukan reses ke daerah-daerah.

“Untuk perempuan dan anak yang pasti melakukan sosialisasi. Mungkin ketemu dengan masyarakat apa sih yang menjadi permasalahan yang ada di Kaltara, dan kalau untuk pemberdayaan perempuan mungkin mereka sharing saja kalau misalnya biasanya anak-anaknya masalah sekolah yang susah yang jaraknya jauh ditempuh,” jelas putri mantan Wali Kota Tarakan Jusuf Serang Kasim ini.

Ari Yusnita juga mendorong pemerintah daerah untuk berperan aktif dalam memberdayakan perempuan dan melindungi hak-hak anak. Dengan cara melakukan sosialisasi terhadap bahaya kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kalaupun tidak didukung dengan anggaran untuk sosialisasi, Ari Yusnita berharap pemerintah daerah dapat menyuarakannya ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk mendapatkan bantuan melalui program-program.   

Misalnya dengan program kota layak anak. Menurut Ari Yusnita, program tersebut cukup bagus. Hanya saja perlu disesuaikan dengan kondisi daerah. Di Kaltara, program ini cocok untuk Tarakan serta Nunukan.

“Kalau Tarakan inikan penduduk terbesar nomor satu. Kalau di Nunukan karena dia dekat dengan perbatasan. Makanya cocok sekali dilakukan kota layak anak,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise menaruh perhatian khusus terhadap Kaltara karena termasuk provinsi yang angka kekerasan perempuan dan anak cukup tinggi di Indonesia.

Penilaian tersebut berdasarkan hasil temuan tim Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang memantau langsung ke Kaltara.

“Kami sudah kirim tim saya untuk melihat kira-kira sejauh mana kasus itu. Tadi saya tanya kepada kepala dinas yang ada di sini, ternyata kasus yang ada. Bukan hanya itu kasus anak-anak yang ada juga cukup tinggi,” ujar wanita kelahiran Manokwari, Papua, 1 Oktober 1968 ini.

Lulusan Sarjana Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Seni di FKIP Universitas Cenderawasih berharap pemerintah daerah dan masyarakat dapat berperan aktif membantu pemerintah pusat dalam melindungi hak-hak perempuan dan anak, terutama terhadap kejahatan seksual. Apalagi sudah ada Undang-Undang Perlindungan Anak nomor 17 tahun 2016.  (adv/ww/har)

 


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 19:41

Perjuangan Tak Henti, dr. Ari Yusnita Membuahkan Hasil

TARAKAN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)…

Kamis, 14 Februari 2019 18:26

Satlantas Polres Malinau Dekati Generasi Millennial

MALINAU – Sebanyak 22 orang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA),…

Kamis, 14 Februari 2019 17:45

Perjuangan Ari Yusnita Kembali Membuahkan Hasil

TARAKAN — Anggota DPR RI dr. Ari Yusnita terus menunjukkan…

Rabu, 13 Februari 2019 17:47

KPK Berkomitmen Kawal Roadmap Implementasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sesuai UU

JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan sepakat menandatangani…

Minggu, 10 Februari 2019 19:58

Laura: Golden Award Ini untuk Insan Olahraga

SURABAYA - Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid SE MM…

Minggu, 10 Februari 2019 19:37

Baznas Latih Mustahik Produksi Amplang Lele

TARAKAN -  Untuk memberdayakan ekonomi mustahik, Baznas Tarakan memberikan pelatihan…

Jumat, 08 Februari 2019 21:06

BPJS Ketenagakerjaan Fasilitasi Layanan Antar Jemput Klaim

TARAKAN – Pada Jumat (8/2) siang tadi, Badan Penyelenggara Jaminan…

Rabu, 06 Februari 2019 19:49

PP 49 2018 Tegaskan Tugas BPJS untuk Melindungi Pekerja Non ASN

JAKARTA -  Jaminan sosial merupakan hak setiap warga negara untuk…

Rabu, 06 Februari 2019 19:32

Petani Rumput Laut Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

TARAKAN - Selasa (6/2) kemarin, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan…

Rabu, 06 Februari 2019 17:49

Baznas Bantu Kursi Roda

TARAKAN - Sebagai bentuk komitmennya kepada mustahik, Baznas Tarakan memberikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*