MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 13 November 2018 13:55
UMK 2019 Ditetapkan Rp 2,8 Juta

Naik 9,60 Persen

NAIK: UMK 2019 dipastikan mengalami kenaikan. Tampak salah satu aktivitas pekerja di sektor perkebunan yang menjadi salah satu sektor terbesar di Kabupaten Nunukan. RADAR NUNUKAN .

PROKAL.CO, NUNUKAN – Setelah melalui pembahasan dan pertimbangan sejumlah pihak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan akhirnya menyepakati usulan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Nunukan 2019 senilai Rp 2.882.675 per bulan.

Dibandingkan 2018, UMK ini terjadi kenaikan sebesar Rp 252.497 atau 9,60 persen.  Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Pekerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nunukan, Sadariah. Lanjutnya, untuk sektor perkebunan dan perkayuan itu ditambah Rp 1.000 dari UMK umum. Jadi, nilainya . 2.883.675. “Kemudian di sektor pertambangan ditambah Rp 55 ribu. Jadi, nilainya Rp . 2.883.675,” Sadariah kepada media ini saat ditemui usai rapat dewan pengupahan, Senin (12/11).

Ia mengungkapkan, usulan yang disepakati antara pihak Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Nunukan dan perwakilan buruh serta pihak akademisi ini mengambil opsi kedua dari 4 opsi yang ditawarkan. Yakni, infkasi Tarakan dan pertumbuhan ekonomi Nunukan. Opsi ini merupakan opsi yang paling masuk akal dan sangat diterima kedua belah pihak yakni perwakilan pekerja atau buruh dan pengusaha. “Opsi kedua ini diambil karena melihat faktor kedekatan dan karekteristik warganya di Tarakan dan Nunukan yang hampir sama,” ungkapnya. 

Diungkapkan, untuk sektor pertambangan nilai lebih tinggi dibanding dengan sektor perkebunan dan umum. Sebab, ada perbedaan risiko kerja yang jadi pertimbangan. Sehingga, nilainya diusulkan lebih besar. Hal ini menjadi kesepakatan kedua belah pihak. Baik dari pihak Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Nunukan dan perwakilan pekerja dari Syarikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Nunukan. “Setelah ini kami ingin membuat rekomendasi untuk diajukan ke provinsi agar segera ditetapkan pihak provinsi,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Apindo Nunukan, Hasanuddin Mude mengatakan, rapat yang berlangsung lancar akhirnya menghasilkan kesepakatan yang sama. Sehingga, untuk proses penentuan kenaikan UMK ini tidak mendapat penolakan dari kedua belah pihak. “Sudah disepakati. Hasilnya inilah yang akan dijalankan 2019 mendatang. Semoga saja masing-masing pihak menjalankan kewajibannya dan menerima haknya,” kata Hasanuddin yang ditemui di tempat yang sama.

Menurutnya, kenaikan UMK Nunukan di setiap tahun sudah sering terjadi. Khusus di pertambangan dan perkebunan, kenaikannya selama ini belum pernahh dipersoalkan. Apa lagi sampai terjadi demonstrasi buruh untuk menuntut hak mereka. Yang menjadi persoal hanya di sektor umum. Karena, berbeda dengan sektor lainnya. “Tapi, selama ini ada penyesuaian dan kesepakatan dari kedua belah pihak sebelum pekerja mulai bekerja. Dan, hal itu sudah terjadi setiap tahunnya,” ungkapnya.

Dijelaskan, untuk sektor perkebunan ini tidak jadi maslah. Sebab, kenaikannya bersamaan dengan naiknya harga tandan buah segar (TBS). Sehingga, pengeluaran perusahaan sebanding dengan pemasukan. “Hanya di pertambangan ini sedikit kewalahan. Yang jelas, kenaikannya sudah disepakati kedua belah pihak. Tinggal menunggu disahkan gubernur saja lalu dijalankan,” pungkasnya. (oya/zia)

 


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 10:09

Anggota PPK Terancam Disanksi

NUNUKAN – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang bertugas di Kecamatan…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:06

Apa Kabar Pengerjaan Terminal Baru Pelabuhan Tunon Taka..??

NUNUKAN – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Nunukan menargetkan pengerjaan…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:03

Lahan Tidur Disulap Kebun Jagung

NUNUKAN – Untuk membantu menambah penghasilan para petani, perlu ada…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:02

Waspada! Penipu Online Catut Foto ASN

NUNUKAN – Belum lama ini, beredar foto dari salah seorang…

Jumat, 15 Februari 2019 15:14

BPK Beraksi, Bupati Akui Gelisah

NUNUKAN – Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Republi Indonesia (RI) Provinsi…

Jumat, 15 Februari 2019 15:12

Pemerintah Malaysia Kembali Deportasi 153 WNI

NUNUKAN – Sebanyak 153 warga negara Indonesia (WNI), terpaksa dipulangkan…

Jumat, 15 Februari 2019 14:57

Dewan Pusat Malaysia Pantau Sektor Perikanan di Sebatik

NUNUKAN – Dewan Pusat Malaysia berkunjung ke Pulau Sebatik, melihat…

Jumat, 15 Februari 2019 14:55

Perusahaan Tetap Akan Bayar Hutang

NUNUKAN – PT Sempurna yang berlokasi di Desa Bambangan, Kecamatan…

Kamis, 14 Februari 2019 10:18

Utang Rp 10 M, Perusahaan Berhenti Beroperasi, Petani Sawit Menuntut Pelunasan

NUNUKAN – Perusahaaan yang mengelola tanda buah sawit menjadi minyak…

Kamis, 14 Februari 2019 10:16

Penarikan Retribusi Alun-Alun Terbentur Aturan

NUNUKAN – Tuntutan pemerintah daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*