MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 13 November 2018 11:48
Kebakaran di Desa Atap Dipicu Korsleting
ULURAN PEMERINTAH: BPBD Nunukan memberikan bantuan kepada seluruh korban kebakaran di Desa Atap Kecamatan Sembakung. DOKUMENTASI BPBD NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Para korban insiden kebakaran di Desa Atap Kecamatan Sembakung, Sabtu (10/11) lalu, mendapatkan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan. Setidaknya ada delapan keluarga yang mendapatkan bantuan berupa kebutuhan pangan dasar seperti beras, mi, gula dan kopi juga kebutuhan sandang seperti selimut handuk baju dan perlengkapan memasak di dapur lainnya.

“Ya, tak hanya pangan dan sandang saja. Kebutuhan logistik lain seperti tas sekolah dan perlengkapannya juga kami berikan untuk anak-anak mereka yang masih sekolah,” ungkap Kasubbid Kedaruratan BPBD Nunukan Hasan kepada media ini.

Tentunya dengan bantuan yang diberikan langsung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bisa meringankan penderitaan korban kebakaran, di mana harta benda mereka habis dilalap si jago merah.

“Tak ada yang tersisa harta benda mereka. Jadi semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan membantu mereka,” pinta Hasan.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Nunukan Iptu M. Karyadi mengatakan, polisi menyimpulkan kebakaran yang menghanguskan enam rumah itu, penyebabnya korsleting listrik.

Keterangan yang diterima dari sejumlah korban dan saksi tidak ditemukan aktivitas pemicu api sesaat sebelum kebakaran terjadi. Sejumlah korban juga telah menerima insiden malang yang menimpa mereka.

“Sejauh ini, polisi dan instansi terkait sudah membersihkan sisa-sisa puing bekas kebakaran. Rencananya nanti, korban akan kembali membangun rumah di atas lahan kebakaran tersebut,” ujar Karyadi.

Dalam insiden itu, seluruh korban diperkirakan menderita kerugian hingga miliaran rupiah. Sebab, korban memang menempati rumah tersebut sebagai tempat mata pencarian mereka. Para korban bekerja sebagai petani dan wiraswasta.

Kondisi bangunan yang saling berdekatan membuat api cepat menjalar. Bangunan yang terdiri dari rumah kontrakan, gudang barang dan penggilingan padi itu cukup lama dilalap api. Personel Disdamkar baru berhasil melakukan pendinginan setelah 6 jam berjibaku melawan api. (raw/lim)

 


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 10:06

Apa Kabar Pengerjaan Terminal Baru Pelabuhan Tunon Taka..??

NUNUKAN – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Nunukan menargetkan pengerjaan…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:03

Lahan Tidur Disulap Kebun Jagung

NUNUKAN – Untuk membantu menambah penghasilan para petani, perlu ada…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:02

Waspada! Penipu Online Catut Foto ASN

NUNUKAN – Belum lama ini, beredar foto dari salah seorang…

Jumat, 15 Februari 2019 15:14

BPK Beraksi, Bupati Akui Gelisah

NUNUKAN – Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Republi Indonesia (RI) Provinsi…

Jumat, 15 Februari 2019 15:12

Pemerintah Malaysia Kembali Deportasi 153 WNI

NUNUKAN – Sebanyak 153 warga negara Indonesia (WNI), terpaksa dipulangkan…

Jumat, 15 Februari 2019 14:57

Dewan Pusat Malaysia Pantau Sektor Perikanan di Sebatik

NUNUKAN – Dewan Pusat Malaysia berkunjung ke Pulau Sebatik, melihat…

Jumat, 15 Februari 2019 14:55

Perusahaan Tetap Akan Bayar Hutang

NUNUKAN – PT Sempurna yang berlokasi di Desa Bambangan, Kecamatan…

Kamis, 14 Februari 2019 10:18

Utang Rp 10 M, Perusahaan Berhenti Beroperasi, Petani Sawit Menuntut Pelunasan

NUNUKAN – Perusahaaan yang mengelola tanda buah sawit menjadi minyak…

Kamis, 14 Februari 2019 10:16

Penarikan Retribusi Alun-Alun Terbentur Aturan

NUNUKAN – Tuntutan pemerintah daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah…

Rabu, 13 Februari 2019 13:59

Pembangunan PLBN di Krayan Berjalan Mulus

NUNUKAN – Jika pembangunan pos lintas batas negara (PLBN) di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*