MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 13 November 2018 11:48
Kebakaran di Desa Atap Dipicu Korsleting
ULURAN PEMERINTAH: BPBD Nunukan memberikan bantuan kepada seluruh korban kebakaran di Desa Atap Kecamatan Sembakung. DOKUMENTASI BPBD NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Para korban insiden kebakaran di Desa Atap Kecamatan Sembakung, Sabtu (10/11) lalu, mendapatkan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan. Setidaknya ada delapan keluarga yang mendapatkan bantuan berupa kebutuhan pangan dasar seperti beras, mi, gula dan kopi juga kebutuhan sandang seperti selimut handuk baju dan perlengkapan memasak di dapur lainnya.

“Ya, tak hanya pangan dan sandang saja. Kebutuhan logistik lain seperti tas sekolah dan perlengkapannya juga kami berikan untuk anak-anak mereka yang masih sekolah,” ungkap Kasubbid Kedaruratan BPBD Nunukan Hasan kepada media ini.

Tentunya dengan bantuan yang diberikan langsung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bisa meringankan penderitaan korban kebakaran, di mana harta benda mereka habis dilalap si jago merah.

“Tak ada yang tersisa harta benda mereka. Jadi semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan membantu mereka,” pinta Hasan.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Nunukan Iptu M. Karyadi mengatakan, polisi menyimpulkan kebakaran yang menghanguskan enam rumah itu, penyebabnya korsleting listrik.

Keterangan yang diterima dari sejumlah korban dan saksi tidak ditemukan aktivitas pemicu api sesaat sebelum kebakaran terjadi. Sejumlah korban juga telah menerima insiden malang yang menimpa mereka.

“Sejauh ini, polisi dan instansi terkait sudah membersihkan sisa-sisa puing bekas kebakaran. Rencananya nanti, korban akan kembali membangun rumah di atas lahan kebakaran tersebut,” ujar Karyadi.

Dalam insiden itu, seluruh korban diperkirakan menderita kerugian hingga miliaran rupiah. Sebab, korban memang menempati rumah tersebut sebagai tempat mata pencarian mereka. Para korban bekerja sebagai petani dan wiraswasta.

Kondisi bangunan yang saling berdekatan membuat api cepat menjalar. Bangunan yang terdiri dari rumah kontrakan, gudang barang dan penggilingan padi itu cukup lama dilalap api. Personel Disdamkar baru berhasil melakukan pendinginan setelah 6 jam berjibaku melawan api. (raw/lim)

 


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 09:38

WNI Nyaris Jadi Korban Perampokan Kelompok Radikal Filipina Selatan

NUNUKAN – Kapal Magtrans 2 berbendera Malaysia yang dikethaui membawa…

Senin, 10 Desember 2018 09:36

Berantas Miras, Satpol PP Akan Lakukan Sidak

NUNUKAN – Tingginya aktivitas bongkar muat barang di sejumlah pelabuhan…

Senin, 10 Desember 2018 09:35

Pelajar Tabrak Penyeberang Jalan hingga Meninggal

NUNUKAN – Kecelakaan akibat tidak dapat mengontrol kecepatan kendaraan kembali…

Senin, 10 Desember 2018 08:45

Pengusiran WNI Didominasi Masalah Ini....

NUNUKAN – Sepertinya setiap sepekan sekali, menjadi agenda rutin pemerintah…

Senin, 10 Desember 2018 08:44

Dapat Kucuran Dana Desa Rp 1 Miliar

NUNUKAN – Tercatat total Rp 1 miliar Dana Desa (DD)…

Senin, 10 Desember 2018 08:43

Akses Jalan Petani Butuh Perhatian

NUNUKAN – Selain jalan utama di Sebatik yang ingin diperbaiki,…

Senin, 10 Desember 2018 08:42

Lepas Kendali, AB Tewas Tabrak Trotoar

NUNUKAN - Kecelakaan berujung meninggal dunia kembali terjadi. Kali ini…

Jumat, 07 Desember 2018 11:59

Usul Mutasi Minimal 10 Tahun

NUNUKAN – Peserta seleksi yang sudah dinyatakan lulus wajib membuat…

Jumat, 07 Desember 2018 11:59

Izin Usaha Terbentur Andalalin

NUNUKAN – Akibat tak memiliki analisis dampak lalu lintas (Andalalin),…

Jumat, 07 Desember 2018 11:54

Kali Kedua Mangkir dari Panggilan

NUNUKAN - Seorang Apatatur Sipil Negara (ASN) yang telah dilaporkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .