MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 12 November 2018 13:56
Good Bye Adipura
SEJARAH : Monumen Adipura penghargaan tahun 2006, tahun 2007, tahun 2008, tahun 2009, dan tahun 2010 yang terpasang di taman tugu 99, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Monumen Adipura tersebut terpasang sejajar dengan beberapa monumen lainnya. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Penilian Adipura semakin ketat. Lebih dari 300 kabupaten/kota berpartisipasi setiap tahunnya dalam penilaian yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sudah empat tahun, Piala Adipura tak lagi disematkan ke Kota Tarakan. Adipura yang lepas juga menyiratkan tata kelola lingkungan yang kurang baik.

 

----

 

KRITERIA dan indikator utama Adipura hampir sama setiap tahunnya. Bermuara pada pengelolaan sampah, ruang terbuka hijau, partisipasi masyarakat, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, penanganan kebakaran hutan dan lahan, serta pengelolaan pertambangan berwawasan lingkungan.

Penilaian itu pula dimaksudkan mendorong perekonomian yang berbasis pengelolaan lingkungan hidup. Khusus Kota Tarakan, sebanyak 78 titik penilaian. Beberapa di antaranya, drainase, perumahan, pasang surut dalam artian permukiman di daerah pesisir, ruang terbuka hijau (RTH) atau pohon di sepanjang jalan protokol, hutan kota, taman, sekolah, puskesmas, rumah sakit, bandara, pertokoan, pasar tradisional, air, transfer depo, tempat pengolahan sampah (TPS) dan tempat pemrosesan akhir (TPA).

Termasuk dokumen kebijakan dan tahapan pengolahan sampah setiap tahunnya hingga 2025 sebesar 30 persen. Namun, penilaian atas objek itu masih saja gagal.

Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan masih menanti hasil penilaian yang dilakukan Maret lalu. Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Supriono, biasanya hasil penilaian disampaikan setiap 5 Juni, yang bertepatan dengan memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Entah mengapa, penyampaian hasil penilaian Adipura ini terus ditunda, kata dia. Awalnya ditunda hingga Agustus kemarin, kemudian berlanjut hingga September. Alhasil, hingga awal November ini Pemkot Tarakan belum menerima informasi mengenai hasil penilaian ini.

“Biasa 5 Juni itu sudah ada berita, tapi sampai hari ini kami belum ada terima. Penilaiannya seperti apa, nilainya berapa kami belum bisa menyampaikan apa-apa,” terangnya saat ditemui Radar Tarakan di ruang kerjanya, Kamis (1/11).

Tak kunjung ada informasi, apakah ada kemungkinan Tarakan tidak mendapatkan piala Adipura? Atau optimis tahun ini Tarakan kembali meraih piala Adipura? Ia pun tak ingin terlalu dini menyimpulkan, dan lebih memilih menunggu hasil penilaian dari pusat.

Seperti yang diketahui, terakhir Tarakan disematkan penghargaan pada 2013 lalu. “Seharusnya Oktober sudah ada informasi. Saya juga tidak berani bilang, kita dapat atau tidak. Kita tunggu saja,” katanya.

Soal objek penilaian, telah sesuai tahapan pengolahan sampah yang ada. Titik pantau Adipura cukup banyak. “Termasuk rumah di belakang Ramayana, apakah sepanjang rumah ada tanaman dan kebesihannya,” bebernya.

Dari 78 titik penilaian, yang sulit dibenahi adalah TPA. Seperti yang diketahui, kondisi TPA saat ini overload. Padahal bobot penilaian TPA ini cukup tinggi, sekitar 8. Dengan harapan, TPA yang rencananya dibangun di Kelurahan Juata Laut, Tarakan Utara sekiranya dapat difungsikan secepat mungkin.

“Mau diapa-apain juga sulit. Yang bisa dilakukan mengakomodir sampah bisa masuk di TPA. Tapi kalau mau bilang TPA-nya harus bagus, harus ideal, mau bagaimana lagi? Karena sudah overload,” jelasnya.

Yang terpenting Pemkot terus berupaya membenahi dan menjadikan kota ini nyaman dan bersih. Termasuk mengadakan program Sampah Semesta, dengan arah menuju kota yang bersih dan peningkatan kebersihan di lingkungan masyarakat.

“Kami terus upaya menjadikan kota ini bersih, sehingga masyarakat merasa nyaman juga,” katanya.

Proses penilaian Adipura ini tentu melibatkan semua unsur, termasuk peran serta masyarakat. Adipura diberikan kepada pemerintah kota/kabupaten, baik dari segi kebersihan RTH, juga pengolahan sampah termasuk pengendalian pencemaran udara dan air. Dalam hal ini, masyarakat melakukan S3R yakni sortir, reduce (mengurangi), reuse (gunakan kembali) dan recycle (daur ulang). “Peran serta masyarakat juga sangat diharapkan. Misalnya pengomposan, pemilahan sampah. Kalau masyarakat tidak mau kerja bakti di lingkungannya, kita juga yang sulit. Kita siap bantu warga, misalnya ada yang butuh truk sampah,” tutupnya.

 

TANGANI DENGAN S3R

Direktur Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Tidak Berbahaya pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK) Sinta Saptarina Soemiarno mengungkapkan pemerintah pusat telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Percepatan Pengelolaan Sampah.

Dalam aturan itu, tidak hanya pemerintah pusat saja yang dituntut berperan, tapi juga pemerintah daerah. Semuanya harus mempunyai target dalam pengelolaan lingkungan hidup, yakni pengurangan sampah sebesar 30 persen, dan penanganan sampah sebesar 70 persen hingga tahun 2025.

Kalimantan Utara, termasuk Tarakan, salah satu daerah yang juga dituntut untuk bisa merealisasikan target yang dipatok Kemen-LHK dalam penanganan sampah. Sebab, penanganan sampah di Tarakan cukup mengkhawatirkan karena telah membeludaknya sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Hake Babu.

“Itu ada angka-angkanya, berapa yang harus dikurangi sampahnya, berapa yang harus ditangani sampai ke TPA, tempat pemrosesan akhir karena sekarang ini enggak bisa semua ke TPA,” ujar Sinta Saptarina Soemiarno di sela hadir dalam acara sosialisasi pengembangan bank sampah dalam pengelolaan infratruktur hijau menuju Indonesia bersih sampah 2025 di Graha Pemuda, Jalan Sei Sesayap, Kelurahan Kampung Empat, pada Kamis lalu (8/11).

Misal, untuk reduce, dengan mengurangi pemakaian air mineral yang disajikan dalam bentuk kemasan botol pada setiap rapat. Hal itu sudah diberlakukan dalam Kemen-LHK dalam setiap rapat. “Kami di Kementerian Lingkungan Hidup udah enggak pakai lagi itu rapat-rapat pakai botol-botol. Jadi kami semua pakai gelas,” tuturnya.

Sementara untuk reuse atau penggunaan kembali, bisa dilakukan dengan menggunakan kemasan-kemasan plastik dijadikan bahan bakar untuk campuran solar. Sedangkan untuk recycle atau daur ulang seperti botol kemasan dicacah untuk dibuatkan menjadi serat atau kemasan yang baru menjadi tempat duduk. 

Untuk mendukung program tersebut, ada kebijakan strategi pengelolaan sampah yang disusun Pemkot Tarakan, termasuk aksi apa yang akan dilakukan. Misalnya, untuk pegurangan sampah, bisa melaksanakan program bank sampah seperti yang dilaksanakan Pemkot Surabaya melalui dinas terkait. Seperti Dinas Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana.

Program tersebut sudah dilakukan di Surabaya dan berjalan dengan baik. Dengan program tersebut menyadarkan masyarakat untuk terbiasa memisahkan sampah-sampah yang masih layak daur ulang maupun yang bisa digunakan untuk bahan pupuk buatan.

Menurutnya, sebetulnya di Tarakan punya lokal hero, Sarji, yang memiliki inisiatif untuk mengelola sampah dengan baik. Mestinya orang-orang seperti itu yang harus dikader oleh Pemkot Tarakan untuk membantu program bank sampah. (*/one/*/shy/lim)

 

Good Bye Adipura

 


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:10

Awali dengan Senandung Harmoni Paguntaka

Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Kota Tarakan, Lembaga Penyiaran…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:08

Pelaku Usaha BBM Eceran Butuh Petunjuk

TARAKAN – Penjualan bahan bakar minyak (BBM) hingga bahkan menggunakan…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:07

Pembangunan TPA Baru Tersendat

TARAKAN - Permasalahan lahan yang berada di kawasan Bukit Indah,…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:06

Tunggakan Terbanyak di Tarakan

TARAKAN - Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:26

Pengurus Koperasi Idec Pernah Pinjam di Bank

TARAKAN - Kasus dugaan penggelapan dana Koperasi PT Idec masih…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:24

Pemerintah Harus Tegas Soal Retribusi

TARAKAN - Tidak tercapainya pendapatan asli daerah (PAD) Tarakan di…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:22

Hendrik Bantah Keterangan Penyidik BNNP

TARAKAN – Sidang terdakwa sabu 1 kg yang melibat Hendrik…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:20

Awal 2020, PLTS Akan Dibangun

TARAKAN – Adanya keputusan untuk membangun tempat pembangkit listrik tenaga…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:19

Akses Jalan Rusak dan Drainase Dangkal

AKSES Jalan yang menjadi salah satu kebutuhan masyarakat kembali dikeluhkan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:56

Dua Oknum Parpol Diduga Janjikan Uang

TARAKAN- Di masa kampanye yang masih berjalan, Badan Pengawas Pemilu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .