MANAGED BY:
RABU
22 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 12 November 2018 13:50
Pembacok Dibekuk, Korban Masih Lemah
DIAMANKAN :Pelaku (baju hitam) usai diamankan oleh anggota Polsek Tarakan Utara dan anggota Satuan Reskrim Polres Tarakan. DOKUMENTASI POLSEK TARAKAN UTARA

PROKAL.CO, TARAKAN – Usai menerima laporan penganiayaan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Gang Banyuwangi, Jalan Damai Bhakti, RT 7, Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Sabtu (10/11) sekira pukul 09.30 WITA, polisi langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Pelaku yang diketahui masih berada di Tarakan berhasil diringkus oleh petugas Unit Reskrim Polsek Tarakan Utara hanya berselang beberapa jam setelah pelaku melakukan aksinya. Kapolsek Tarakan Utara Iptu Sudaryanto saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan pelaku di sekitaran Juata, tepatnya di Jalan Swaran RT 12, Kelurahan Karang Harapan.

“Setelah kejadian kami juga terima informasi dan dari jajaran Polsek Tarakan Utara langsung mencari informasi terkait keberadaan pelaku,” ungkapnya.

Stefanus diketahui menganiaya istri Berto, Katerina, sebelumnya ditulis Rina. Korban dibacok di bagian lengan dan kepala bagian belakang.

Saat buron, Polsek Tarakan Utara mendapati informasi dari warga terkait keberadaan pelaku di Jalan Swaran RT 12. Polisi menuju ke lokasi di mana pelaku dikabarkan berada. Sesampai di sana, pelaku yang diketahui berada di salah satu rumah warga, tidak berkutik saat diamankan petugas. “Setelah kami amankan pelaku sekira jam 18.00 WITA. Saat itu pelaku langsung kami bawa ke Polsek Tarakan Utara,” imbuh Sudaryanto.

Usai mengamankan pelaku, kepada polisi pelaku mengaku ia menganiaya korban lantaran rasa sakit hati. Namun pengakuan pelaku masih didalami polisi saat ini, sambil menunggu kondisi korban yang masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan.

“Motifnya masih kami dalami, sementara dia mengaku karena sakit hati. Namun untuk penyelidikan lebih lanjut pelaku kami serahkan ke Satreskrim Polres Tarakan,” pungkasnya.

 

DIDUGA PUNYA CATATAN KRIMINAL

Tetangga korban baru mengetahui Katerina mengalami penganiayaan, setelah korban keluar dari rumah dengan tubuh bersimbah darah. Pelaku Stefanus tidak sempat diamankan usai melakukan aksinya. Warga tidak melihat pelaku melarikan diri meninggalkan korban melalui pintu depan rumah.

Kapolsek Tarakan Barat Iptu Said Munir mengatakan Stefanus baru beberapa hari terakhir ditampung suami korban bernama Berto. Keduanya saling kenal melalui media sosial Facebook. “Pelaku meminta tolong kepada suami korban dicarikan pekerjaan,” tuturnya.

Pelaku diketahui berasal dari Kabupaten Berau, Kaltim. Pelaku diketahui datang ke Tarakan, setelah sebelumnya Berto bersedia mengajaknya bekerja di Bumi Paguntaka. “Dia (pelaku) baru empat atau lima hari tinggal di rumah korban dan Berto,” tuturnya.

Sebelum mendapatkan penganiayaan dari pelaku, Berto sempat menerima telepon dari istrinya. Korban menanyakan pelaku tiba-tiba pulang dari tempat kerjanya tanpa memberitahukan suaminya Berto. “Suami korban saat dihubungi istrinya menceritakan bahwa pelaku pulang ke rumah karena mengalami sakit perut,” ujarnya.

Korban kemudian dianiaya di kamarnya. “Tetangga melihat korban keluar langsung menolong. Korban ini mengalami luka bacokan di kedua tangannya dan bagian kepalanya,” ujarnya.

Dari kacamata psikolog, pelaku diduga memiliki catatan kriminal sebelumnya. “Jika melihat wajahnya seperti di foto yang beredar itu, kemungkinan dia punya catatan kriminal. Makanya saya bilang, motifnya itu pada penyimpangan perilaku, kemungkinan pelecehan,” ujar Fanny Sumajouw, S.Psi, M.Si, kepada Radar Tarakan.

Pada kasus ini, kata dia, pelaku tidak lagi realistis. “Kalau orang sehat, realistis, ketika di ajak ke situ (rumah korban), ditampung oleh suami korban, pasti berterima kasih. Ada indikasi orang ini, deviasi perilaku. Kalau dia orang waras, kendati tersinggung atas ucapan korban misalnya, dia akan menangkap dengan baik, pasti menyingkir. Istilahnya mengerti keberadaannya mengganggu kenyamanan orang. Apalagi misalnya kalau sudah kerja,” beber Fanny lebih jauh.

Jika merunut kejadian berdasar pemeriksaan petugas, hampir dipastikan sebelum dianiaya korban mengalami hal yang membuatnya tak nyaman. “Penyebabnya bisa karena ada percobaan pelecehan. Kedua, bisa saja korban secara mental belum siap, atau belum bisa menerima ada orang lain di rumahnya, istilahnya enggak suka dengan kehadiran pelaku yang menginap di situ, tapi jika kemungkinan kedua ini sangat kecil kemungkinan,” terangnya.

Penyimpangan perilaku pada seseorang memicu penyerangan seperti pada kasus yang menimpa Rina. Fanny melihat lebih jauh kecenderungan pertemanan pelaku di media sosial hanyalah sebagai modus. “Bisa jadi modus kejahatan yang dilakukan secara acak. Ketika ada yang menanggapi pelaku di media sosial, dia kemudian meminta bertemu, meminta bantuan dan lain-lain,” katanya lagi. (zar/lim)

 

Pembacok Dibekuk, Korban Masih Lemah


BACA JUGA

Rabu, 22 Mei 2019 10:28

Mari Kita Bersatu!

GUBERNUR Kalimantan Utara (Kaltara) mengeluarkan surat edaran berisi imbauan kepada…

Rabu, 22 Mei 2019 10:26

Masjid Baburrahim Dibangun 1957

Masjid Baburrahim terletak di Jalan Palem, RT 02,  Kelurahan Lingkas…

Rabu, 22 Mei 2019 10:25

Bangun Keakraban di Lapangan Futsal Barean

Manisnya senyum yang terukir diwajah para anak yatim piatu yang…

Rabu, 22 Mei 2019 10:07

Dituntut 19 Tahun, Hendrik Divonis Cuma 9 Tahun Penjara

TARAKAN – Terdakwa perkara kepemilikan sabu 1 kg yaitu Hendrik,…

Rabu, 22 Mei 2019 10:04

KURANG KERJAAN..!! Telinga Anak Tiga Tahun Disundut Pakai Korek

TARAKAN – Akibat menyulut telinga anak berumur 3 tahun menggunakan…

Rabu, 22 Mei 2019 10:03

Muhammadiyah Beri Sinyal Menuju Pilgub

TARAKAN - Muhammadiyah menginginkan bakal calon gubernur maupun wakil gubernur…

Rabu, 22 Mei 2019 10:03

Positif Narkoba, Surat Kecakapan Dicabut

MENJELANG arus mudik Lebaran tahun ini, Kantor Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas…

Rabu, 22 Mei 2019 10:00

Penumpang Diprediksi Meningkat 4,80 Persen

TARAKAN – Apel Kesiapan Angkutan Laut Lebaran dan Pembukaan Posko…

Selasa, 21 Mei 2019 12:39
Bursa pada Pilkada Kaltara

Undunsyah Cooling Down, Laura Dua Periode

TARAKAN - Bursa bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan…

Selasa, 21 Mei 2019 12:36

Dua Pemda WTP Lima Kali

TARAKAN – Pada 2018 lalu, opini wajar tanpa pengecualian (WTP)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*