MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 12 November 2018 13:50
Pembacok Dibekuk, Korban Masih Lemah
DIAMANKAN :Pelaku (baju hitam) usai diamankan oleh anggota Polsek Tarakan Utara dan anggota Satuan Reskrim Polres Tarakan. DOKUMENTASI POLSEK TARAKAN UTARA

PROKAL.CO, TARAKAN – Usai menerima laporan penganiayaan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Gang Banyuwangi, Jalan Damai Bhakti, RT 7, Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Sabtu (10/11) sekira pukul 09.30 WITA, polisi langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Pelaku yang diketahui masih berada di Tarakan berhasil diringkus oleh petugas Unit Reskrim Polsek Tarakan Utara hanya berselang beberapa jam setelah pelaku melakukan aksinya. Kapolsek Tarakan Utara Iptu Sudaryanto saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan pelaku di sekitaran Juata, tepatnya di Jalan Swaran RT 12, Kelurahan Karang Harapan.

“Setelah kejadian kami juga terima informasi dan dari jajaran Polsek Tarakan Utara langsung mencari informasi terkait keberadaan pelaku,” ungkapnya.

Stefanus diketahui menganiaya istri Berto, Katerina, sebelumnya ditulis Rina. Korban dibacok di bagian lengan dan kepala bagian belakang.

Saat buron, Polsek Tarakan Utara mendapati informasi dari warga terkait keberadaan pelaku di Jalan Swaran RT 12. Polisi menuju ke lokasi di mana pelaku dikabarkan berada. Sesampai di sana, pelaku yang diketahui berada di salah satu rumah warga, tidak berkutik saat diamankan petugas. “Setelah kami amankan pelaku sekira jam 18.00 WITA. Saat itu pelaku langsung kami bawa ke Polsek Tarakan Utara,” imbuh Sudaryanto.

Usai mengamankan pelaku, kepada polisi pelaku mengaku ia menganiaya korban lantaran rasa sakit hati. Namun pengakuan pelaku masih didalami polisi saat ini, sambil menunggu kondisi korban yang masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan.

“Motifnya masih kami dalami, sementara dia mengaku karena sakit hati. Namun untuk penyelidikan lebih lanjut pelaku kami serahkan ke Satreskrim Polres Tarakan,” pungkasnya.

 

DIDUGA PUNYA CATATAN KRIMINAL

Tetangga korban baru mengetahui Katerina mengalami penganiayaan, setelah korban keluar dari rumah dengan tubuh bersimbah darah. Pelaku Stefanus tidak sempat diamankan usai melakukan aksinya. Warga tidak melihat pelaku melarikan diri meninggalkan korban melalui pintu depan rumah.

Kapolsek Tarakan Barat Iptu Said Munir mengatakan Stefanus baru beberapa hari terakhir ditampung suami korban bernama Berto. Keduanya saling kenal melalui media sosial Facebook. “Pelaku meminta tolong kepada suami korban dicarikan pekerjaan,” tuturnya.

Pelaku diketahui berasal dari Kabupaten Berau, Kaltim. Pelaku diketahui datang ke Tarakan, setelah sebelumnya Berto bersedia mengajaknya bekerja di Bumi Paguntaka. “Dia (pelaku) baru empat atau lima hari tinggal di rumah korban dan Berto,” tuturnya.

Sebelum mendapatkan penganiayaan dari pelaku, Berto sempat menerima telepon dari istrinya. Korban menanyakan pelaku tiba-tiba pulang dari tempat kerjanya tanpa memberitahukan suaminya Berto. “Suami korban saat dihubungi istrinya menceritakan bahwa pelaku pulang ke rumah karena mengalami sakit perut,” ujarnya.

Korban kemudian dianiaya di kamarnya. “Tetangga melihat korban keluar langsung menolong. Korban ini mengalami luka bacokan di kedua tangannya dan bagian kepalanya,” ujarnya.

Dari kacamata psikolog, pelaku diduga memiliki catatan kriminal sebelumnya. “Jika melihat wajahnya seperti di foto yang beredar itu, kemungkinan dia punya catatan kriminal. Makanya saya bilang, motifnya itu pada penyimpangan perilaku, kemungkinan pelecehan,” ujar Fanny Sumajouw, S.Psi, M.Si, kepada Radar Tarakan.

Pada kasus ini, kata dia, pelaku tidak lagi realistis. “Kalau orang sehat, realistis, ketika di ajak ke situ (rumah korban), ditampung oleh suami korban, pasti berterima kasih. Ada indikasi orang ini, deviasi perilaku. Kalau dia orang waras, kendati tersinggung atas ucapan korban misalnya, dia akan menangkap dengan baik, pasti menyingkir. Istilahnya mengerti keberadaannya mengganggu kenyamanan orang. Apalagi misalnya kalau sudah kerja,” beber Fanny lebih jauh.

Jika merunut kejadian berdasar pemeriksaan petugas, hampir dipastikan sebelum dianiaya korban mengalami hal yang membuatnya tak nyaman. “Penyebabnya bisa karena ada percobaan pelecehan. Kedua, bisa saja korban secara mental belum siap, atau belum bisa menerima ada orang lain di rumahnya, istilahnya enggak suka dengan kehadiran pelaku yang menginap di situ, tapi jika kemungkinan kedua ini sangat kecil kemungkinan,” terangnya.

Penyimpangan perilaku pada seseorang memicu penyerangan seperti pada kasus yang menimpa Rina. Fanny melihat lebih jauh kecenderungan pertemanan pelaku di media sosial hanyalah sebagai modus. “Bisa jadi modus kejahatan yang dilakukan secara acak. Ketika ada yang menanggapi pelaku di media sosial, dia kemudian meminta bertemu, meminta bantuan dan lain-lain,” katanya lagi. (zar/lim)

 

Pembacok Dibekuk, Korban Masih Lemah


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 13:22

Kerja Tak Sesuai Pendidikan

Kota Tarakan sedang menghadapi bonus demografi hingga beberapa tahun yang…

Senin, 10 Desember 2018 13:19

Sang Juara Sempat Tenggelam di Lumpur

TARAKAN – Sebanyak 81 goweser dari dua kategori yakni pelajar…

Senin, 10 Desember 2018 13:18

Manusia Terancam Keberadaan Penggunaan Plastik

Cantik, doyan diving, dan memiliki pengetahuan bawah laut yang luas.…

Senin, 10 Desember 2018 13:16

Kejar Waktu, Ada Barang Lupa Dibeli

TARAKAN – Serunya berbelanja dengan cuma-cuma kembali dirasakan dua pelanggan…

Senin, 10 Desember 2018 13:09

Ajak Istri Nelayan Buat Olahan Serba Ikan

TARAKAN –Wilayah Kelurahan Selumit Pantai yang mayoritas masyarakatnya bermata pencarian…

Senin, 10 Desember 2018 13:00

Pemerintah Tak Serius Menutup Lokalisasi

TARAKAN - Semakin dekatnya penutupan lokalisasi di Kota Tarakan, pengelola…

Senin, 10 Desember 2018 12:57

Nakhoda TB Fortunsius Diduga Lalai

TARAKAN – Kasus tenggelamnya Tugboat (TB) Fortunsius pada 12 November…

Senin, 10 Desember 2018 12:55

Herdiansyah Sempat Pinjam Uang Rp 100 Juta

TARAKAN – Sidang lanjutan dugaan korupsi pengadaan bahan ajar di…

Senin, 10 Desember 2018 09:56

PPPK Menanti Kebijakan Pemimpin Baru

TARAKAN - Pemerintah pusat kembali mengeluarkan pernyataan bakal membuka lagi…

Senin, 10 Desember 2018 09:55

Dari Sepeda Mengenal Negara Lain dan Banyak Komunitas

Olahraga dapat menjadi hobi yang sehat bagi penikmatnya. Selain sehat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .