MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 12 November 2018 13:50
Pembacok Dibekuk, Korban Masih Lemah
DIAMANKAN :Pelaku (baju hitam) usai diamankan oleh anggota Polsek Tarakan Utara dan anggota Satuan Reskrim Polres Tarakan. DOKUMENTASI POLSEK TARAKAN UTARA

PROKAL.CO, TARAKAN – Usai menerima laporan penganiayaan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Gang Banyuwangi, Jalan Damai Bhakti, RT 7, Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Sabtu (10/11) sekira pukul 09.30 WITA, polisi langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Pelaku yang diketahui masih berada di Tarakan berhasil diringkus oleh petugas Unit Reskrim Polsek Tarakan Utara hanya berselang beberapa jam setelah pelaku melakukan aksinya. Kapolsek Tarakan Utara Iptu Sudaryanto saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan pelaku di sekitaran Juata, tepatnya di Jalan Swaran RT 12, Kelurahan Karang Harapan.

“Setelah kejadian kami juga terima informasi dan dari jajaran Polsek Tarakan Utara langsung mencari informasi terkait keberadaan pelaku,” ungkapnya.

Stefanus diketahui menganiaya istri Berto, Katerina, sebelumnya ditulis Rina. Korban dibacok di bagian lengan dan kepala bagian belakang.

Saat buron, Polsek Tarakan Utara mendapati informasi dari warga terkait keberadaan pelaku di Jalan Swaran RT 12. Polisi menuju ke lokasi di mana pelaku dikabarkan berada. Sesampai di sana, pelaku yang diketahui berada di salah satu rumah warga, tidak berkutik saat diamankan petugas. “Setelah kami amankan pelaku sekira jam 18.00 WITA. Saat itu pelaku langsung kami bawa ke Polsek Tarakan Utara,” imbuh Sudaryanto.

Usai mengamankan pelaku, kepada polisi pelaku mengaku ia menganiaya korban lantaran rasa sakit hati. Namun pengakuan pelaku masih didalami polisi saat ini, sambil menunggu kondisi korban yang masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan.

“Motifnya masih kami dalami, sementara dia mengaku karena sakit hati. Namun untuk penyelidikan lebih lanjut pelaku kami serahkan ke Satreskrim Polres Tarakan,” pungkasnya.

 

DIDUGA PUNYA CATATAN KRIMINAL

Tetangga korban baru mengetahui Katerina mengalami penganiayaan, setelah korban keluar dari rumah dengan tubuh bersimbah darah. Pelaku Stefanus tidak sempat diamankan usai melakukan aksinya. Warga tidak melihat pelaku melarikan diri meninggalkan korban melalui pintu depan rumah.

Kapolsek Tarakan Barat Iptu Said Munir mengatakan Stefanus baru beberapa hari terakhir ditampung suami korban bernama Berto. Keduanya saling kenal melalui media sosial Facebook. “Pelaku meminta tolong kepada suami korban dicarikan pekerjaan,” tuturnya.

Pelaku diketahui berasal dari Kabupaten Berau, Kaltim. Pelaku diketahui datang ke Tarakan, setelah sebelumnya Berto bersedia mengajaknya bekerja di Bumi Paguntaka. “Dia (pelaku) baru empat atau lima hari tinggal di rumah korban dan Berto,” tuturnya.

Sebelum mendapatkan penganiayaan dari pelaku, Berto sempat menerima telepon dari istrinya. Korban menanyakan pelaku tiba-tiba pulang dari tempat kerjanya tanpa memberitahukan suaminya Berto. “Suami korban saat dihubungi istrinya menceritakan bahwa pelaku pulang ke rumah karena mengalami sakit perut,” ujarnya.

Korban kemudian dianiaya di kamarnya. “Tetangga melihat korban keluar langsung menolong. Korban ini mengalami luka bacokan di kedua tangannya dan bagian kepalanya,” ujarnya.

Dari kacamata psikolog, pelaku diduga memiliki catatan kriminal sebelumnya. “Jika melihat wajahnya seperti di foto yang beredar itu, kemungkinan dia punya catatan kriminal. Makanya saya bilang, motifnya itu pada penyimpangan perilaku, kemungkinan pelecehan,” ujar Fanny Sumajouw, S.Psi, M.Si, kepada Radar Tarakan.

Pada kasus ini, kata dia, pelaku tidak lagi realistis. “Kalau orang sehat, realistis, ketika di ajak ke situ (rumah korban), ditampung oleh suami korban, pasti berterima kasih. Ada indikasi orang ini, deviasi perilaku. Kalau dia orang waras, kendati tersinggung atas ucapan korban misalnya, dia akan menangkap dengan baik, pasti menyingkir. Istilahnya mengerti keberadaannya mengganggu kenyamanan orang. Apalagi misalnya kalau sudah kerja,” beber Fanny lebih jauh.

Jika merunut kejadian berdasar pemeriksaan petugas, hampir dipastikan sebelum dianiaya korban mengalami hal yang membuatnya tak nyaman. “Penyebabnya bisa karena ada percobaan pelecehan. Kedua, bisa saja korban secara mental belum siap, atau belum bisa menerima ada orang lain di rumahnya, istilahnya enggak suka dengan kehadiran pelaku yang menginap di situ, tapi jika kemungkinan kedua ini sangat kecil kemungkinan,” terangnya.

Penyimpangan perilaku pada seseorang memicu penyerangan seperti pada kasus yang menimpa Rina. Fanny melihat lebih jauh kecenderungan pertemanan pelaku di media sosial hanyalah sebagai modus. “Bisa jadi modus kejahatan yang dilakukan secara acak. Ketika ada yang menanggapi pelaku di media sosial, dia kemudian meminta bertemu, meminta bantuan dan lain-lain,” katanya lagi. (zar/lim)

 

Pembacok Dibekuk, Korban Masih Lemah


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 10:34

WOW..!! Rumah DP Nol Rupiah Ditargetkan Minimal 2.000 Unit Tahun Ini

TARAKAN - Perumahan tanpa uang muka atau DP 0 yang…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:29

Jargas dan BBM Satu Harga, Jika Kurang, Ini Kata Menteri Jonan

TARAKAN - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:26

Lima Sampel Diamankan dari Lokasi Kejadian

TARAKAN - Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tarakan lansung melakukan olah…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:25

Polres Kembalikan Rp 1,1 Miliar Anggaran Pengamanan

TARAKAN – Menghadapi tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Polres Tarakan…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:58

Dituntut Penjara Seumur Hidup

TARAKAN – Setelah beberapa kali tidak mengikuti persidangan, akhirnya Lukman…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:56

Impikan Jalan Mulus

TARAKAN – Minimnya drainase atau tidak memadai debit air, luapan…

Sabtu, 16 Februari 2019 00:14

Pertamina Realisasikan Titik ke-7 BBM Satu Harga di Kaltara

TARAKAN – Progres yang menggembirakan bagi warga Desa Long Ampung…

Jumat, 15 Februari 2019 15:32

Rumah DP Nol Sudah Oke

TARAKAN – Wali Kota Tarakan terpilih dr. Khairul tampaknya tak…

Jumat, 15 Februari 2019 15:29

Penyebab Kebakaran Diduga dari Dapur

TARAKAN - Sebanyak 7 rumah yang diketahui terdiri dari indekos,…

Jumat, 15 Februari 2019 15:25

Gubernur Minta Komisi II Kawal Kebutuhan PNS

TARAKAN - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*