MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 09 November 2018 13:37
Bolak-balik Mengubah Desain karena Komponen Tidak Pas

Cerita Amirullah, Juara Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI)

PARA JUARA: Para finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pekan lalu. DOKUMENTASI PRIBADI

PROKAL.CO, Inovasi kaum muda sangat dibutuhkan di zaman ini. Di antara juara Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), siswa Tarakan mencatatkan prestasi yang luar biasa. Berikut liputannya.

 

YUSTINA LUMBAA

 

AMIRULLAH Achmad Nassardhi (17), anak dari Ahmad Maimun (44) dan Fatimah (43), beralamat di RT 68 Jalan Bhayangkara, Karang Anyar, Tarakan Barat membuat sebuah karya ilmiah bersama rekannya Vincent diberi nama Wattery Tech, detektor kekeruhan air. Penelitian itu disertakan dalam OPSI.

Siswa SMAN 1 Tarakan ini juara berkat penelitiannya itu. Ia berhasil menciptakan sebuah alat yang bisa mengukur tingkat kekeruhan air.

Melihat tingkat kebutuhan air di Tarakan yang cukup besar dengan sumber air yang terbatas, membuat masyarakat terkadang harus memanfaatkan air yang kurang layak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini buruk, karena air yang keruh atau tidak baik bisa mempengaruhi kesehatan.

Pengetahuan akan air bersih yang masih kurang, serta pengecekan air yang cukup rumit dan memakan waktu yang relatif lama memantik kegelisahan. Muncul inspirasi Amirullah. “Banyak masyarakat terutama di Tarakan itu, jika menggunakan air terutama dari sumur tidak melihat apakah keruh atau tidak. Langsung dipakai, padahal berbahaya. Air yang keruh juga belum diketahui penyebabnya, bisa saja ada logam berat atau tembaga yang membahayakan,” tuturnya.

Sehingga jika dikonsumsi terus menerus bisa menyebabkan kematian. Sehingga langkah preventif dengan pengujian. Pengujian di laboratorium butuh waktu lama.

Dengan itu, mengapa tidak menciptakan alat yang bisa melakukan pengujian dalam waktu singkat. Dengan alat, kata Amirullah, tingkat kekeruhan air bisa diketahui langsung. Bahkan penyebab kekeruhannya.  “Dengan memasukkan sampel air ke dalam alat, sudah bisa diketahui tanpa harus dibawa ke laboratorium. Semuanya langsung terbaca,” ujarnya.

Awalnya untuk pendeteksiannya menggunakan metode nephelometric, metode ini bekerja mengandalkan cahaya. Jadi jika ditembakkan cahaya laser merah, maka hamburan cahayanya yang akan dideteksi. Akan menghasilkan tegangan, dan tegangannya yang akan dibaca dan ditransfer menggunakan arduino.

Dijelaskannya, setelah berdiskusi panjang, kemudian dibutuhkan aplikasi. Itu digunakan sebagai visualisasi di android dan desktop. Aplikasi ini hanya untuk pengembang atau para peneliti saja, dan belum ada di Playstore.

Untuk ke depannya, akan ada fitur tambahan baru. Rencananya akan ditambahkan fitur baru seperti pendeteksi mineral. Pendeteksi itu dibutuhkan untuk mengetahui kandungan zat terlarut di dalam air. Caranya dengan menambahkan beberapa sensor.

“Jadi lebih presisi dengan penelitian kami,” tuturnya.

Membuat alat ini juga tidak gampang dan memakan waktu yang cukup panjang, hampir 4 bulan bekerja demi titel di ajang nasional. Bahkan dalam pembuatan terkadang ada hasil yang tidak sesuai dengan yang diinginkan. Bila terjadi kesalahan, maka harus mengulang kembali dari awal, dengan berbagai saran dari guru pembimbing.

Bahkan desain berkali-kali harus diganti atau diubah untuk menyesuaikan dengan komponen yang ada. Apalagi jika terdapat komponen dengan ukuran kecil. Ukurannya harus benar-benar pas.

“Semuanya tidak mungkin langsung jadi, ada berbagai tahapan, kesulitan, ketidakcocokan yang harus diubah dan diselaraskan,” pungkasnya. (***/lim)

 


BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 15:26

Almarhumah Dikenal Penyayang Keluarga

TARAKAN - Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Dedy Triwahyudi, SH.…

Senin, 19 November 2018 15:28

Utang Prioritas, TPP Dipangkas?

Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 masih bergulir…

Senin, 19 November 2018 15:27

Penghuni Rumah Lompat Lewat Jendela

TARAKAN– Hujan lebat yang mengguyur Tarakan menyebabkan dua rumah di…

Senin, 19 November 2018 15:21

Nilai Kerugian di Bawah Rp 500 Juta

TARAKAN – Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Widyahwan membeberkan jika perhitungan…

Senin, 19 November 2018 15:06

Menanti Ajang Green and Clean

TARAKAN – Pernah masuk dalam kategori lingkungan green and clean,…

Senin, 19 November 2018 15:04

KPU Belum Beri Putusan Sanksi Pelanggaran APK

TARAKAN - Meski alat peraga kampanye (APK) telah berada di…

Senin, 19 November 2018 10:46

Pemilih di Lapas Belum Klir

TARAKAN – Potensi pemilih masih meninggalkan polemik. Khususnya pada pemilih…

Senin, 19 November 2018 10:44

Gugup Dinilai Juri dari Negara Asia Tenggara Lainnya

Gadis kelahiran Malinau 26 Oktober 2002 membanggakan. Tidak hanya membawa…

Senin, 19 November 2018 10:42

MEREKA KEPALA BATU..!! Ngotot Jajakan Jualan di Dermaga Pelabuhan

TARAKAN - Meski diimbau untuk tidak lagi menjual makanan di…

Senin, 19 November 2018 10:29

Tukarkan Uang Sebelum Tidak Laku

TARAKAN - Dalam pelaksaanan tugas mengatur dan menjaga kelancaran sistem…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .