MANAGED BY:
SABTU
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 09 November 2018 13:37
Bolak-balik Mengubah Desain karena Komponen Tidak Pas

Cerita Amirullah, Juara Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI)

PARA JUARA: Para finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pekan lalu. DOKUMENTASI PRIBADI

PROKAL.CO, Inovasi kaum muda sangat dibutuhkan di zaman ini. Di antara juara Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), siswa Tarakan mencatatkan prestasi yang luar biasa. Berikut liputannya.

 

YUSTINA LUMBAA

 

AMIRULLAH Achmad Nassardhi (17), anak dari Ahmad Maimun (44) dan Fatimah (43), beralamat di RT 68 Jalan Bhayangkara, Karang Anyar, Tarakan Barat membuat sebuah karya ilmiah bersama rekannya Vincent diberi nama Wattery Tech, detektor kekeruhan air. Penelitian itu disertakan dalam OPSI.

Siswa SMAN 1 Tarakan ini juara berkat penelitiannya itu. Ia berhasil menciptakan sebuah alat yang bisa mengukur tingkat kekeruhan air.

Melihat tingkat kebutuhan air di Tarakan yang cukup besar dengan sumber air yang terbatas, membuat masyarakat terkadang harus memanfaatkan air yang kurang layak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini buruk, karena air yang keruh atau tidak baik bisa mempengaruhi kesehatan.

Pengetahuan akan air bersih yang masih kurang, serta pengecekan air yang cukup rumit dan memakan waktu yang relatif lama memantik kegelisahan. Muncul inspirasi Amirullah. “Banyak masyarakat terutama di Tarakan itu, jika menggunakan air terutama dari sumur tidak melihat apakah keruh atau tidak. Langsung dipakai, padahal berbahaya. Air yang keruh juga belum diketahui penyebabnya, bisa saja ada logam berat atau tembaga yang membahayakan,” tuturnya.

Sehingga jika dikonsumsi terus menerus bisa menyebabkan kematian. Sehingga langkah preventif dengan pengujian. Pengujian di laboratorium butuh waktu lama.

Dengan itu, mengapa tidak menciptakan alat yang bisa melakukan pengujian dalam waktu singkat. Dengan alat, kata Amirullah, tingkat kekeruhan air bisa diketahui langsung. Bahkan penyebab kekeruhannya.  “Dengan memasukkan sampel air ke dalam alat, sudah bisa diketahui tanpa harus dibawa ke laboratorium. Semuanya langsung terbaca,” ujarnya.

Awalnya untuk pendeteksiannya menggunakan metode nephelometric, metode ini bekerja mengandalkan cahaya. Jadi jika ditembakkan cahaya laser merah, maka hamburan cahayanya yang akan dideteksi. Akan menghasilkan tegangan, dan tegangannya yang akan dibaca dan ditransfer menggunakan arduino.

Dijelaskannya, setelah berdiskusi panjang, kemudian dibutuhkan aplikasi. Itu digunakan sebagai visualisasi di android dan desktop. Aplikasi ini hanya untuk pengembang atau para peneliti saja, dan belum ada di Playstore.

Untuk ke depannya, akan ada fitur tambahan baru. Rencananya akan ditambahkan fitur baru seperti pendeteksi mineral. Pendeteksi itu dibutuhkan untuk mengetahui kandungan zat terlarut di dalam air. Caranya dengan menambahkan beberapa sensor.

“Jadi lebih presisi dengan penelitian kami,” tuturnya.

Membuat alat ini juga tidak gampang dan memakan waktu yang cukup panjang, hampir 4 bulan bekerja demi titel di ajang nasional. Bahkan dalam pembuatan terkadang ada hasil yang tidak sesuai dengan yang diinginkan. Bila terjadi kesalahan, maka harus mengulang kembali dari awal, dengan berbagai saran dari guru pembimbing.

Bahkan desain berkali-kali harus diganti atau diubah untuk menyesuaikan dengan komponen yang ada. Apalagi jika terdapat komponen dengan ukuran kecil. Ukurannya harus benar-benar pas.

“Semuanya tidak mungkin langsung jadi, ada berbagai tahapan, kesulitan, ketidakcocokan yang harus diubah dan diselaraskan,” pungkasnya. (***/lim)

 


BACA JUGA

Sabtu, 20 Juli 2019 10:37

Kembali ke THM, Minibus Putih Ditembak

TARAKAN - Satreskrim Polres Tarakan melakukan penyelidikan perkara penembakan terhadap…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:36

HM yang Ancam Kapolri, Sempat Demo di Jakarta

TARAKAN – Diduga melayangkan ancaman melalui media sosial (medsos) kepada…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:31

Pemkot Dukung Penuh Pawai Pembangunan

TARAKAN - Rencana pelaksanaan pawai pembangunan oleh Radar Tarakan dan…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:28

Hibahkan 2 Hektare untuk Bangun BPOM

TARAKAN – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) berencana mendirikan…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:25

Lokasi Sekolah Baru Belum Final

ADANYA penambahan dua sekolah menengah pertama (SMP) pada 2019-2020, disambut…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:03

Koperasi di Kaltara Terlilit Utang Lama

TARAKAN - Berdasarkan data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:01

Akses Embung Bengawan Dibenahi Sementara

TARAKAN- Kondisi akses jalan lingkungan menuju Embung Bengawan, Kelurahan Juata…

Sabtu, 20 Juli 2019 09:55

Perbaikan hanya Janji Belaka

TARAKAN - Rusaknya jalan yang terdapat di Jalan Aki Balak…

Jumat, 19 Juli 2019 09:44

Ramaikan Pawai Pembangunan

TARAKAN – Pawai pembangunan akan dilaksanakan dalam 31 hari lagi,…

Jumat, 19 Juli 2019 09:42

Tingkatkan Pengawasan dan Ajak Kerja Sama Mitra di Perbatasan

TARAKAN – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus berupaya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*