MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 09 November 2018 13:01
Kaji Sampah Jadi Energi Listrik
SOFIAN RAGA. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Produksi sampah di Tarakan sudah mencapai 120 ton perharinya. Hal ini tentu menjadi salah satu permasalahan yang harus ditanggulangi. Pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah menjadi salah satu solusi untuk mengubah sampah menjadi energi yang berguna.

Wali Kota Tarakan, Sofian Raga menyambut baik kedatangan investor yang bergerak di bidang energi khususnya PLTS. Karena selain energi, juga berhubungan dengan lingkungan.

Dengan teknologi plasma nantinya bisa menghasilkan energi, dan sampah-sampah yang diproduksi setiap harinya bisa dengan mudah dimanfaatkan untuk dimusnahkan melalui pembakaran di mesin yang ada dengan menggunakan teknologi.

“Ini suatu kemajuan yang bagus untuk diterapkan. Lahan juga tidak dibutuhkan terlalu besar, sehingga diharapkan nanti dari apa yang sudah dibicarakan ini mudah-mudahan bisa memenuhi harapan semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager Patra Global Energi (PGI) Syarifuddin mengatakan pihaknya dan salah satu investor nantinya akan bersinergi dengan kebijakan yang diambil dalam hasil pertemuan dengan Pemerintah Kota Tarakan. Untuk selanjutnya pihaknya akan mengidentifikasi terlebih dahulu persyaratan yang ada. Nantinya, jika memang berpotensi untuk bekerja sama, maka akan dilanjutkan dengan persyaratan-persyaratan yang berlaku. Dan itu akan ditindaklanjuti setelah ada kejelasan.

“Saat ini kami hanya sebatas presentasi terlebih dahulu, nanti untuk ke depannya masih akan dibicarakan lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Representative of Langenburg Indonesia, Suhermin, MT mengatakan dari sampah dengan volume 120 ton perharinya yang diproduksi di Tarakan akan di jadikan energi listrik. Sampah 120 ton itu akan dicacah sampai ukuran tertentu dan dimasukkan ke plasma chamber dengan suhu bisa mencapai 1000 derajat celcius. Ketika masuk ke dalam plasma chamber, maka sampah akan menjadi ion-ion dan akan dibuat menjadi bahan bakar ultra blue fuel, itulah yang nanti akan menggerakkan turbin, dan ketika bergerak maka akan menjadi listrik.

Disaat yang sama, karena ada hidrogennya bertemu dengan  oksigen (o2), pasti menghasilkan air. Jadi selain listrik juga menghasilkan air destilata. Jadi selain membereskan sampah yang ada berapapun besarnya, juga menghasilkan listrik yang sangat luar biasa. Dikatakannyam jika teknologi lain, dengan sampah 120 ton, hanya menghasilkan daya listrik 1,2 mega watt, sedangkan dengan teknologi ini bisa menghasilkan daya 25 mega watt.

“Semua jenis sampah, baik plastik, kaca, metal, basah atau apapun. Bisa menghasilkan air bersih yang layak minum. Dengan 25 mega watt, bisa menghasilkan  air maksimum sampai 25 meter kubik per hari atau 20 juta liter per harinya,” jelasnya.

Teknologi dari Jerman ini, jika jadi dibangun maka hanya membutuhkan lahan sebanyak 2 hektare. Dengan teknologi plasma, sangat ramah lingkungan dan tidak menghasilkan asap sama sekali dan tidak mengeluarkan es. “Di tempat lain di Indonesia sudah MoU, tetapi belum dibangun. Untuk di Kalimantan pertama kali di Tarakan. Karena Tarakan termasuk pulau tersendiri, sehingga sampah tidak bisa bertumpuk lama. Sehingga menjadi pertimbangan kami,” imbuhnya.

Manager PT PLN (persero) ULK Tarakan, Totok Suharto mengatakan pembangunan PLTS masih dilakukan studi kelayakannya karena juga membutuhkan energi yang banyak. Pihaknya akan melihat sumber-sumber sampah, penempatannya, dan hasil setiap harinya seperti apa. “Karena ini harus konsisten,” tambahnya.

Diakuinya saat ini di Tarakan surplusnya sudah hampir sampai 8 hingga 10 mega watt. Bahkan sekarang sudah jarang padam kemudian selalu memberikan pelayanan kepada masyarakat salah satunya untuk penambahan energi, seperti perumahan baru dan tambah daya.

“Apa yang diharapkan masyarakat, kami selalu mendukung keinginan masyarakat dan kerja sama dengan pemerintah kota untuk menyelaraskan pertumbuhan ekonomi di pemerintah kota maupun energinya,” pungkasnya. (*/naa/udn)

 


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 12:16

Tarakan Jorok, Adipura Lepas, TPA Over

TARAKAN – Kota Tarakan, satu dari empat kota lain di…

Rabu, 16 Januari 2019 12:14

Kasus Calon Anggota DPD Ditutup, ASN Dilanjutkan

TARAKAN - Sebanyak 3 anggota calon DPD RI dapil Kalimantan…

Rabu, 16 Januari 2019 12:12

Giliran Jasa Pengiriman Terdampak

TARAKAN – Tidak hanya tiket pesawat yang naik puluhan persen.…

Rabu, 16 Januari 2019 12:10

10-20 Perda Setiap Tahun

PRODUK hukum berupa peraturan daerah (perda) yang dibahas bersama, eksekutif…

Rabu, 16 Januari 2019 11:38

Sering Ancam Tetangga, AD Dijebloskan ke Penjara

TARAKAN – Akibat sering melakukan pemerasan dan pengancaman menggunakan pisau…

Rabu, 16 Januari 2019 11:32

Pompa Rusak, Bukit Tak Teraliri

TARAKAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam hingga…

Rabu, 16 Januari 2019 11:28

Berharap Miliki Drainase Lebar

TARAKAN - Kondisi jalan yang berada di RT 54 Kelurahan…

Rabu, 16 Januari 2019 11:18

Disangka Bom, Tim Gegana Amankan Tas Hitam

TARAKAN - Rabu pagi (16/1) sekitar pukul 07.00 WITA, Warga…

Selasa, 15 Januari 2019 19:20

Yos Sudarso Gugur Bersama Tiga KRI dengan Heroik

TARAKAN – Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) XIII Laksamana…

Selasa, 15 Januari 2019 14:04

Tiket Pesawat Mahal, Beralih ke Jalur Laut

TARAKAN - Kenaikan harga tiket pesawat membawa dampak luas kepada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*