MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 09 November 2018 13:01
Kaji Sampah Jadi Energi Listrik
SOFIAN RAGA. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Produksi sampah di Tarakan sudah mencapai 120 ton perharinya. Hal ini tentu menjadi salah satu permasalahan yang harus ditanggulangi. Pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah menjadi salah satu solusi untuk mengubah sampah menjadi energi yang berguna.

Wali Kota Tarakan, Sofian Raga menyambut baik kedatangan investor yang bergerak di bidang energi khususnya PLTS. Karena selain energi, juga berhubungan dengan lingkungan.

Dengan teknologi plasma nantinya bisa menghasilkan energi, dan sampah-sampah yang diproduksi setiap harinya bisa dengan mudah dimanfaatkan untuk dimusnahkan melalui pembakaran di mesin yang ada dengan menggunakan teknologi.

“Ini suatu kemajuan yang bagus untuk diterapkan. Lahan juga tidak dibutuhkan terlalu besar, sehingga diharapkan nanti dari apa yang sudah dibicarakan ini mudah-mudahan bisa memenuhi harapan semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager Patra Global Energi (PGI) Syarifuddin mengatakan pihaknya dan salah satu investor nantinya akan bersinergi dengan kebijakan yang diambil dalam hasil pertemuan dengan Pemerintah Kota Tarakan. Untuk selanjutnya pihaknya akan mengidentifikasi terlebih dahulu persyaratan yang ada. Nantinya, jika memang berpotensi untuk bekerja sama, maka akan dilanjutkan dengan persyaratan-persyaratan yang berlaku. Dan itu akan ditindaklanjuti setelah ada kejelasan.

“Saat ini kami hanya sebatas presentasi terlebih dahulu, nanti untuk ke depannya masih akan dibicarakan lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Representative of Langenburg Indonesia, Suhermin, MT mengatakan dari sampah dengan volume 120 ton perharinya yang diproduksi di Tarakan akan di jadikan energi listrik. Sampah 120 ton itu akan dicacah sampai ukuran tertentu dan dimasukkan ke plasma chamber dengan suhu bisa mencapai 1000 derajat celcius. Ketika masuk ke dalam plasma chamber, maka sampah akan menjadi ion-ion dan akan dibuat menjadi bahan bakar ultra blue fuel, itulah yang nanti akan menggerakkan turbin, dan ketika bergerak maka akan menjadi listrik.

Disaat yang sama, karena ada hidrogennya bertemu dengan  oksigen (o2), pasti menghasilkan air. Jadi selain listrik juga menghasilkan air destilata. Jadi selain membereskan sampah yang ada berapapun besarnya, juga menghasilkan listrik yang sangat luar biasa. Dikatakannyam jika teknologi lain, dengan sampah 120 ton, hanya menghasilkan daya listrik 1,2 mega watt, sedangkan dengan teknologi ini bisa menghasilkan daya 25 mega watt.

“Semua jenis sampah, baik plastik, kaca, metal, basah atau apapun. Bisa menghasilkan air bersih yang layak minum. Dengan 25 mega watt, bisa menghasilkan  air maksimum sampai 25 meter kubik per hari atau 20 juta liter per harinya,” jelasnya.

Teknologi dari Jerman ini, jika jadi dibangun maka hanya membutuhkan lahan sebanyak 2 hektare. Dengan teknologi plasma, sangat ramah lingkungan dan tidak menghasilkan asap sama sekali dan tidak mengeluarkan es. “Di tempat lain di Indonesia sudah MoU, tetapi belum dibangun. Untuk di Kalimantan pertama kali di Tarakan. Karena Tarakan termasuk pulau tersendiri, sehingga sampah tidak bisa bertumpuk lama. Sehingga menjadi pertimbangan kami,” imbuhnya.

Manager PT PLN (persero) ULK Tarakan, Totok Suharto mengatakan pembangunan PLTS masih dilakukan studi kelayakannya karena juga membutuhkan energi yang banyak. Pihaknya akan melihat sumber-sumber sampah, penempatannya, dan hasil setiap harinya seperti apa. “Karena ini harus konsisten,” tambahnya.

Diakuinya saat ini di Tarakan surplusnya sudah hampir sampai 8 hingga 10 mega watt. Bahkan sekarang sudah jarang padam kemudian selalu memberikan pelayanan kepada masyarakat salah satunya untuk penambahan energi, seperti perumahan baru dan tambah daya.

“Apa yang diharapkan masyarakat, kami selalu mendukung keinginan masyarakat dan kerja sama dengan pemerintah kota untuk menyelaraskan pertumbuhan ekonomi di pemerintah kota maupun energinya,” pungkasnya. (*/naa/udn)

 


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:18

Pasokan Listrik Segera Pulih Bertahap

TARAKAN – Proses pigging atau pembersihan pipa akhirnya rampung dilakukan…

Kamis, 21 Maret 2019 11:14

ADA APA INI..?? Empat Sukhoi Mengudara di Perbatasan Kaltara

TARAKAN – Empat pesawat Sukhoi jenis SU-27 dan SU-30 dari…

Kamis, 21 Maret 2019 11:13

CIHUYY ..!! Ngga Lama Lagi di Tarakan Ada Cinema XXI

TARAKAN – Pertengahan tahun ini, Cinema XXI di lantai empat…

Kamis, 21 Maret 2019 11:11

4 ASN Mangkir Kerja, 2 Kampanye di Medsos

TARAKAN - Menjadi anggota aparatur sipil negara (ASN) diwajibkan untuk…

Kamis, 21 Maret 2019 10:37

Cabuli Anak di Bawah Umur, CK Diringkus Polisi

TARAKAN – Perbuatan yang dilakukan oleh pria berinsial CK (37)…

Kamis, 21 Maret 2019 10:31

Besi Bermunculan di Badan Jalan

TARAKAN – Minimnya perawatan jalan lingkungan, kerusakan semenisasi jalan pun…

Rabu, 20 Maret 2019 11:17

Pigging Klir, Listrik Berangsur Pulih

TARAKAN – PT Medco E&P Tarakan tengah berusaha merampungkan proses…

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*