MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 09 November 2018 11:46
Ayah Terlelap, Anaknya ‘Digoyang’
DIAMANKAN: Pelaku JA mendekam di Rutan Polres Bulungan untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya. PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kasus pencabulan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Bulungan. Kali melibatkan anak di bawah umur yang bermukim di Desa Sajau Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan.

Aksi bejat pelaku berinisial JA (20) itu terjadi di rumah korban berinisial NM (16). Aksi itu terungkap ketika banyak masyarakat di lingkungan sekitar mencurigai korban telah berbadan dua.

“Medapat informasi itu, ayah korban langsung mendatangi Kepala Desa (Kades) untuk meminta solusi,” ungkap Kapolres Bulungan AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bulungan Aiptu Lince Karnilawati kepada Radar Kaltara, Kamis (8/11).

Dari pengakuan pelaku, keduanya melakukan hubungan badan layaknya suami istri sebanyak dua kali. Tapi atas pengakuan itu ayah korban tak serta merta begitu saja mempercayai. keduanya juga mengaku jika perbuatan itu dilakukan di bawah kolong rumah korban saat malam hari.

“Pelaku sebenarnya ada iktikad baik untuk menikahi korban. Tapi karena masih di bawah umur, ayah korban tidak merestui dan melaporkan kasus itu ke Polres Bulungan,” sebutnya.

Sementara dari hasil visum, korban yang sebelumnya diduga hamil itu tidak terbukti. Jadi dari hasil pemeriksaan itu tidak menunjukan adanya tanda-tanda korban hamil. “Kedua sejoli itu melakukannya atas dasar suka sama suka, karena kedua sejoli itu berpacaran sudah sejak lama,” ujarnya.

Namun, kata Lince, ayah korban tidak pernah berpikiran kedua sejoli yang tengah di mabuk kasmaran itu melakukan hal sejauh itu, apalagi korban yang masih di bawah umur. “Jadi ayak korban ini tidak pernah berpikiran kalau keduanya melakukan hal itu,” katanya.

Atas perbutan pelaku disangkakan pasal 81 ayat 2 Undang-Undang (UU) nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, juncto pasal 76 huruf d UU nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Karena berulang kita kenakan juncto pasal 64 ayat 1 KUHP dengan acaman 15 tahun penjara,” sebutnya.

Terpisah, Pekerja Sosial (Peksos) Kementerian Sosial (Kemensos) Perwakilan Kaltara, Ramadhan mengaku belum menerima pelimpahan perkara kasus pencabulan itu. Jikapun ada ia mengaku siap memberikan pendampingan. “Saya juga baru tahu kalau ada kasus baru ini, nanti saya akan hubungi pihak penyidik untuk menanyakan kasus ini,” singkatnya. (*/jai/eza)

 


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*