MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 07 November 2018 11:26
Orang Terdekat Bisa Jadi Pelaku Pelecehan Seksual Anak

Semester Pertama 2018, P2TP2A Temukan 25 Kasus Pelecehan

BERI PEMAHAMAN: Tim Puspa Benuanta saat memberikan materi memberdayakan orangtua dalam mengasuh dan membina tumbuh kembang anak di RT 26 Kelurahan Selumit Pantai. RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TARAKAN - Perhatian serta didikan dari orangtua menjadi modal awal bagi anak sebelum memulai kehidupan sosialnya di masyarakat. Selain memberi perhatian untuk tumbuh kembang anak, ada hal yang sangat penting untuk diperhatian para orangtua. Terutama ancaman aksi pelecehan seksual pada anak yang bukan saja dilakukan oleh orang di luar lingkungan keluarga bahkan orang terdekat bisa saja menjadi pelaku pelecehan seksual terhadap anak.

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2PTP2A) Sedungan Kota Tarakan Hj. Syalmiah Saleh, Bsc mengatakan, aksi sinergi forum Puspa Benuanta dengan tema memberdayakan orangtua dalam mengasuh dan membina tumbuh kembang anak secara optimal di RT 26 Kelurahan Selumit Pantai pada tanggal 20 hingga 21 Oktober lalu. Tujuan utamanya memberikan pemahaman terhadap pola asuh anak dalam lingkungan keluarga dan mengantisipasi aksi pelecehan terhadap anak yang bisa saja dilakukan oleh orang terdekat.

“Dalam kegiatan ini saya banyak membahas tentang perlindungan perempuan dan anak,” ungkapnya.

Karena belum lama ini, kata Hj. Syalmiah ditemukan kasus pelecehan terhadap anak dan balita di Kelurahan Selumit Pantai yang menjadi fokus kegiatan aksi Puspa Benuanta.

“Anak khususnya balita mereka tidak tahu bentuk pelecehan yang mereka alami. Sehingga sedini mungkin kita berikan pemahaman pada mereka anggota tubuh yang tidak boleh disentuh, termasuk apa itu pelecehan,”terangnya.

Menurutnya, bagian dada, bokong dan bagian sensitif lainnya tidak boleh dilihat dan disentuh walaupun orang terdekat dilingkungan keluarga terutama lawan jenis. “Alhamdulilah para ibu-ibu dan orangtua paham dengan sosilisasi kami,” singkatnya.

Hj. Syalmiah menambahkan, selama ini bukan hanya di wilayah Selumit Pantai saja orangtua yang kurang memahami potensi ancaman pelecehan seksual pada anak. Wilayah lain di Kota Tarakan juga masih banyak orangtua yang kurang memperhatikan anaknya sehingga menjadi korban pelecehan.

“Selama ini orangtua kurang memahami jika ada niat pencabulan, kita berikan penjelasan sejelas-jelasnya jangan sampai ada kasus pencabulan. Jangan terlalu percaya dengan orang terdekat karena beberapa kasus justru orang terdekat menjadi pelaku pelecehan terhadap anak,” tegasnya.

Berdasarkan data kasus pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak se-Kota Tarakan pada semester pertama tahun 2018 ditemukan 25 kasus. Dari angka tersebut menurut pihak P2PTP2A Tarakan masih didominasi wilayah Kelurahan Selumit Pantai dan Sebengkok. “Yang paling banyak ditemukan kasusnya Kelurahan Selumit Pantai dan Sebengkok, karena wilayah ini termasuk pemukiman padat,”ujarnya.

Meski demikian, kata Hj. Syalmiah, angka tersebut sudah mengalami penurunan cukup signifikan. Karena pada semester pertama di tahun 2017 ditemukan 34 kasus pelecehan terhadap perempuan dan anak, dan 9 kasus ditemukan pada semester berikutnya di tahun yang sama.

“Temuan kasus di tahun 2018 tergolong sedang dan Alhamdullilah sudah mengalami penurukan cukup signifikan,”ulasnya.

Dirinya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat merubah pola pikir para orangtua dalam menerapkan pola asuh anak khususnya wilayah yang tergolong dalam kategori zona merah.

“Saat ini banyak orang terpengaruh dengan konten negatif termasuk pornografi, sehingga para orangtua harus waspada dan meningkatkan kepedulian mereka terhadap anak. Jangan terlalu sibuk sehingga kurang perhatian terhadap anak,”katanya.

Selain memberikan materi tentang ancaman aksi pelecehan terhadap perempuan dan anak. Kegiatan tersebut juga memberikan edukasi tentang asupan gizi yang baik untuk anak. Termasuk bagaimana perhatian keluarga dari awak kehamilan sampai anak memasuki usia balita.

“Kita jelaskan semua, jika anak tumbuh kembangnya tidak sesuai dengan usia bisa dilaporkan ke Puskesmas, Posyandu dan lain sebagainya. Untuk mengantisipasi anak kekurangan gizi,”urainya.

“Di Tarakan Allhamdulilah untuk kasus anak kurang gizi tidak banyak ditemukan. Karena kader Posyandu aktif sehingga ketika ada indikasi anak kurang gizi segera dilaporkan dan segera ditangani oleh Puskesmas,”tambahnya.

Intinya, kata Hj. Syalmiah jangan sampai kita kecolongan ada anak-anak kita meninggal karena kekurangan gizi. Karena memang diakui wilayah Selumit Pantai merupakan pemukiman yang memiliki permasalahan yang cukup kompleks. “Kami harap ke depan wilayah Selumit Pantai menjadi lebih baik,” pungkasnya.(dsh/udn)


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:18

Pasokan Listrik Segera Pulih Bertahap

TARAKAN – Proses pigging atau pembersihan pipa akhirnya rampung dilakukan…

Kamis, 21 Maret 2019 11:14

ADA APA INI..?? Empat Sukhoi Mengudara di Perbatasan Kaltara

TARAKAN – Empat pesawat Sukhoi jenis SU-27 dan SU-30 dari…

Kamis, 21 Maret 2019 11:13

CIHUYY ..!! Ngga Lama Lagi di Tarakan Ada Cinema XXI

TARAKAN – Pertengahan tahun ini, Cinema XXI di lantai empat…

Kamis, 21 Maret 2019 11:11

4 ASN Mangkir Kerja, 2 Kampanye di Medsos

TARAKAN - Menjadi anggota aparatur sipil negara (ASN) diwajibkan untuk…

Kamis, 21 Maret 2019 10:37

Cabuli Anak di Bawah Umur, CK Diringkus Polisi

TARAKAN – Perbuatan yang dilakukan oleh pria berinsial CK (37)…

Kamis, 21 Maret 2019 10:31

Besi Bermunculan di Badan Jalan

TARAKAN – Minimnya perawatan jalan lingkungan, kerusakan semenisasi jalan pun…

Rabu, 20 Maret 2019 11:17

Pigging Klir, Listrik Berangsur Pulih

TARAKAN – PT Medco E&P Tarakan tengah berusaha merampungkan proses…

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*