MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 07 November 2018 11:26
Orang Terdekat Bisa Jadi Pelaku Pelecehan Seksual Anak

Semester Pertama 2018, P2TP2A Temukan 25 Kasus Pelecehan

BERI PEMAHAMAN: Tim Puspa Benuanta saat memberikan materi memberdayakan orangtua dalam mengasuh dan membina tumbuh kembang anak di RT 26 Kelurahan Selumit Pantai. RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TARAKAN - Perhatian serta didikan dari orangtua menjadi modal awal bagi anak sebelum memulai kehidupan sosialnya di masyarakat. Selain memberi perhatian untuk tumbuh kembang anak, ada hal yang sangat penting untuk diperhatian para orangtua. Terutama ancaman aksi pelecehan seksual pada anak yang bukan saja dilakukan oleh orang di luar lingkungan keluarga bahkan orang terdekat bisa saja menjadi pelaku pelecehan seksual terhadap anak.

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2PTP2A) Sedungan Kota Tarakan Hj. Syalmiah Saleh, Bsc mengatakan, aksi sinergi forum Puspa Benuanta dengan tema memberdayakan orangtua dalam mengasuh dan membina tumbuh kembang anak secara optimal di RT 26 Kelurahan Selumit Pantai pada tanggal 20 hingga 21 Oktober lalu. Tujuan utamanya memberikan pemahaman terhadap pola asuh anak dalam lingkungan keluarga dan mengantisipasi aksi pelecehan terhadap anak yang bisa saja dilakukan oleh orang terdekat.

“Dalam kegiatan ini saya banyak membahas tentang perlindungan perempuan dan anak,” ungkapnya.

Karena belum lama ini, kata Hj. Syalmiah ditemukan kasus pelecehan terhadap anak dan balita di Kelurahan Selumit Pantai yang menjadi fokus kegiatan aksi Puspa Benuanta.

“Anak khususnya balita mereka tidak tahu bentuk pelecehan yang mereka alami. Sehingga sedini mungkin kita berikan pemahaman pada mereka anggota tubuh yang tidak boleh disentuh, termasuk apa itu pelecehan,”terangnya.

Menurutnya, bagian dada, bokong dan bagian sensitif lainnya tidak boleh dilihat dan disentuh walaupun orang terdekat dilingkungan keluarga terutama lawan jenis. “Alhamdulilah para ibu-ibu dan orangtua paham dengan sosilisasi kami,” singkatnya.

Hj. Syalmiah menambahkan, selama ini bukan hanya di wilayah Selumit Pantai saja orangtua yang kurang memahami potensi ancaman pelecehan seksual pada anak. Wilayah lain di Kota Tarakan juga masih banyak orangtua yang kurang memperhatikan anaknya sehingga menjadi korban pelecehan.

“Selama ini orangtua kurang memahami jika ada niat pencabulan, kita berikan penjelasan sejelas-jelasnya jangan sampai ada kasus pencabulan. Jangan terlalu percaya dengan orang terdekat karena beberapa kasus justru orang terdekat menjadi pelaku pelecehan terhadap anak,” tegasnya.

Berdasarkan data kasus pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak se-Kota Tarakan pada semester pertama tahun 2018 ditemukan 25 kasus. Dari angka tersebut menurut pihak P2PTP2A Tarakan masih didominasi wilayah Kelurahan Selumit Pantai dan Sebengkok. “Yang paling banyak ditemukan kasusnya Kelurahan Selumit Pantai dan Sebengkok, karena wilayah ini termasuk pemukiman padat,”ujarnya.

Meski demikian, kata Hj. Syalmiah, angka tersebut sudah mengalami penurunan cukup signifikan. Karena pada semester pertama di tahun 2017 ditemukan 34 kasus pelecehan terhadap perempuan dan anak, dan 9 kasus ditemukan pada semester berikutnya di tahun yang sama.

“Temuan kasus di tahun 2018 tergolong sedang dan Alhamdullilah sudah mengalami penurukan cukup signifikan,”ulasnya.

Dirinya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat merubah pola pikir para orangtua dalam menerapkan pola asuh anak khususnya wilayah yang tergolong dalam kategori zona merah.

“Saat ini banyak orang terpengaruh dengan konten negatif termasuk pornografi, sehingga para orangtua harus waspada dan meningkatkan kepedulian mereka terhadap anak. Jangan terlalu sibuk sehingga kurang perhatian terhadap anak,”katanya.

Selain memberikan materi tentang ancaman aksi pelecehan terhadap perempuan dan anak. Kegiatan tersebut juga memberikan edukasi tentang asupan gizi yang baik untuk anak. Termasuk bagaimana perhatian keluarga dari awak kehamilan sampai anak memasuki usia balita.

“Kita jelaskan semua, jika anak tumbuh kembangnya tidak sesuai dengan usia bisa dilaporkan ke Puskesmas, Posyandu dan lain sebagainya. Untuk mengantisipasi anak kekurangan gizi,”urainya.

“Di Tarakan Allhamdulilah untuk kasus anak kurang gizi tidak banyak ditemukan. Karena kader Posyandu aktif sehingga ketika ada indikasi anak kurang gizi segera dilaporkan dan segera ditangani oleh Puskesmas,”tambahnya.

Intinya, kata Hj. Syalmiah jangan sampai kita kecolongan ada anak-anak kita meninggal karena kekurangan gizi. Karena memang diakui wilayah Selumit Pantai merupakan pemukiman yang memiliki permasalahan yang cukup kompleks. “Kami harap ke depan wilayah Selumit Pantai menjadi lebih baik,” pungkasnya.(dsh/udn)


BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 15:26

Almarhumah Dikenal Penyayang Keluarga

TARAKAN - Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Dedy Triwahyudi, SH.…

Senin, 19 November 2018 15:28

Utang Prioritas, TPP Dipangkas?

Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 masih bergulir…

Senin, 19 November 2018 15:27

Penghuni Rumah Lompat Lewat Jendela

TARAKAN– Hujan lebat yang mengguyur Tarakan menyebabkan dua rumah di…

Senin, 19 November 2018 15:21

Nilai Kerugian di Bawah Rp 500 Juta

TARAKAN – Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Widyahwan membeberkan jika perhitungan…

Senin, 19 November 2018 15:06

Menanti Ajang Green and Clean

TARAKAN – Pernah masuk dalam kategori lingkungan green and clean,…

Senin, 19 November 2018 15:04

KPU Belum Beri Putusan Sanksi Pelanggaran APK

TARAKAN - Meski alat peraga kampanye (APK) telah berada di…

Senin, 19 November 2018 10:46

Pemilih di Lapas Belum Klir

TARAKAN – Potensi pemilih masih meninggalkan polemik. Khususnya pada pemilih…

Senin, 19 November 2018 10:44

Gugup Dinilai Juri dari Negara Asia Tenggara Lainnya

Gadis kelahiran Malinau 26 Oktober 2002 membanggakan. Tidak hanya membawa…

Senin, 19 November 2018 10:42

MEREKA KEPALA BATU..!! Ngotot Jajakan Jualan di Dermaga Pelabuhan

TARAKAN - Meski diimbau untuk tidak lagi menjual makanan di…

Senin, 19 November 2018 10:29

Tukarkan Uang Sebelum Tidak Laku

TARAKAN - Dalam pelaksaanan tugas mengatur dan menjaga kelancaran sistem…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .