MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 07 November 2018 11:21
Penyaluran Rastra Berakhir
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, MULAI November 2018 ini, penyaluran beras sejahtera (rastra) di Kabupaten Nunukan dihilangkan. Sebagai gantinya, subsidi rastra menjadi bantuan pangan nontunai (BPNT).

Dari 8.822 kepala keluarga (data 2011-2015) yang menjadi penerima rastra tersebut, sebanyak 2.105 kepala keluarga di Pulau Sebatik yang terdiri dari 5 kecamatan akan mendapatkan BPNT perdana tersebut. Rencananya, November ini di-launching oleh Kementerian Sosial di wilayah perbatasan, khususnya di Pulau Sebatik.

“Penerima rastra ini hanya dapat mengambil 2 jenis barang. Yakni, telur dan beras saja. Kalau diuangkan hanya Rp 110 ribu per bulan per kartu keluarga,” sebut Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan H. Hanafiah SE kepada media ini kemarin.

Ia mengatakan, mekanisme penyaluran dilaksanakan melalui jaringan sistem elektronik. Untuk penyaluran bantuan ini akan bekerja sama dengan salah satu Bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di Kabupaten Nunukan. Bantuan ini hanya dapat diambil keluarga penerima manfaat (KPM) di toko yang telah ditunjuk Kemensos. “Ada kartu yang diberikan ke penerima bantuan ini. Mereka hanya membawa kartu yang dinamakan Elektronik Data Capture (EDC) jika ingin mendapatkan bantuan itu,” jelas Hanafiah.

Menurutnya, ada banyak toko yang nantinya diajak bekerja sama. Jadi, masyarakat dapat mengambil kebutuhannya di toko mana saja. Yang penting toko tersebut terdaftar dan bekerja sama dalam program penyaluran bantuan beberapa kebutuhan pokok masyarakat yang berkualitas. “Sosialisasi mengenai bantuan ini sudah dilakukan di Pulau Sebatik. Dan, semoga saja dapat berjalan lancar,” harapnya.

Hanafiah menuturkan, untuk sementara ini pemerintah masih berpatokan dengan data penerima rastra yang lama. Sebab, sampai saat ini dinas sosial (Dinsos) Nunukan masih melakukan verifikasi dan validasi data miskin. Saat ini sudah berjalan 70 persen. Tinggal daerah-daerah yang memiliki geografis yang sulit dilakukan pencacah. “Jadi, bisa jadi terjadi pengurangan jumlah. Dan, semoga saja data yang lama ini ada warga yang seharusnya tidak mendapatkan tapi ingin memberikan warga yang tidak mendapatkan padahal mereka berhak,” pungkasnya. (oya/fly)


BACA JUGA

Senin, 19 November 2018 15:25

Beddumang Gorok Leher, Luka Menganga 14 Cm

SEBATIK – Warga RT 9 Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sebatik…

Senin, 19 November 2018 15:11

Hanya 22 Peserta Lulus Passing Grade

NUNUKAN – Dari 1.175 peserta yang mengikuti seleksi kompetensi dasar…

Senin, 19 November 2018 15:10

Warga Bingung, Pelabuhan Sei Pancang Berubah Nama

NUNUKAN – Pelabuhan Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, kini menjadi…

Senin, 19 November 2018 15:09

Bertemu Pacar, Ayah Dibui

NUNUKAN – Seorang anak di bawah umur (13 tahun), sebut…

Senin, 19 November 2018 10:33

Resahkan Warga, Lima WNA Diamankan

NUNUKAN – Sejumlah Warga Negara Asing (WNA) asal India sempat…

Senin, 19 November 2018 10:32

Ratusan Formasi Terancam Kosong

NUNUKAN – Minimnya peserta calon aparatur sipil negara (ASN) yang…

Senin, 19 November 2018 10:31

Jalin Kedekatan dengan Kunjungi Sekolah di Pelosok

Menjadi pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan,…

Senin, 19 November 2018 10:26

DPO Pencuri Mesin Air Terciduk

NUNUKAN – Seorang pria paruh baya yang sudah masuk dalam…

Senin, 19 November 2018 09:41

GILAA..!! Nelayan Ini Selundupkan Sabu 4,5 Kg

NUNUKAN – Hati YN (52) tak sanggup menolak upah mahal…

Senin, 19 November 2018 09:14

Media Pembawa Hama Penyakit Dimusnahkan

NUNUKAN – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tarakan Wilayah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .