MANAGED BY:
SABTU
19 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 07 November 2018 11:21
Penyaluran Rastra Berakhir
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, MULAI November 2018 ini, penyaluran beras sejahtera (rastra) di Kabupaten Nunukan dihilangkan. Sebagai gantinya, subsidi rastra menjadi bantuan pangan nontunai (BPNT).

Dari 8.822 kepala keluarga (data 2011-2015) yang menjadi penerima rastra tersebut, sebanyak 2.105 kepala keluarga di Pulau Sebatik yang terdiri dari 5 kecamatan akan mendapatkan BPNT perdana tersebut. Rencananya, November ini di-launching oleh Kementerian Sosial di wilayah perbatasan, khususnya di Pulau Sebatik.

“Penerima rastra ini hanya dapat mengambil 2 jenis barang. Yakni, telur dan beras saja. Kalau diuangkan hanya Rp 110 ribu per bulan per kartu keluarga,” sebut Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan H. Hanafiah SE kepada media ini kemarin.

Ia mengatakan, mekanisme penyaluran dilaksanakan melalui jaringan sistem elektronik. Untuk penyaluran bantuan ini akan bekerja sama dengan salah satu Bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di Kabupaten Nunukan. Bantuan ini hanya dapat diambil keluarga penerima manfaat (KPM) di toko yang telah ditunjuk Kemensos. “Ada kartu yang diberikan ke penerima bantuan ini. Mereka hanya membawa kartu yang dinamakan Elektronik Data Capture (EDC) jika ingin mendapatkan bantuan itu,” jelas Hanafiah.

Menurutnya, ada banyak toko yang nantinya diajak bekerja sama. Jadi, masyarakat dapat mengambil kebutuhannya di toko mana saja. Yang penting toko tersebut terdaftar dan bekerja sama dalam program penyaluran bantuan beberapa kebutuhan pokok masyarakat yang berkualitas. “Sosialisasi mengenai bantuan ini sudah dilakukan di Pulau Sebatik. Dan, semoga saja dapat berjalan lancar,” harapnya.

Hanafiah menuturkan, untuk sementara ini pemerintah masih berpatokan dengan data penerima rastra yang lama. Sebab, sampai saat ini dinas sosial (Dinsos) Nunukan masih melakukan verifikasi dan validasi data miskin. Saat ini sudah berjalan 70 persen. Tinggal daerah-daerah yang memiliki geografis yang sulit dilakukan pencacah. “Jadi, bisa jadi terjadi pengurangan jumlah. Dan, semoga saja data yang lama ini ada warga yang seharusnya tidak mendapatkan tapi ingin memberikan warga yang tidak mendapatkan padahal mereka berhak,” pungkasnya. (oya/fly)


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 11:56

Perdana, 63 Ton Menuju Korea Selatan

NUNUKAN – Budidaya rumput laut yang menjadi unggulan masyarakat Nunukan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:55

Dua WNI Dapat Tindakan Kekerasan

NUNUKAN – Dua WNI yang bekerja di Sabah, Malaysia, mendapatkan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:54

WNI Dipulangkan Dari Kota Kinabalu

NUNUKAN – Sebanyak 150 orang buruh migran Indonesia (BMI) yang…

Jumat, 18 Januari 2019 11:53

Pilkades Batal Dilaksanakan

NUNUKAN – Pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Kades) terpaksa ditunda setelah…

Jumat, 18 Januari 2019 09:40

Usulkan Rp 134 Miliar untuk Pembangunan Bandara Krayan

NUNUKAN – Sejumlah Bandar Udara (Bandara) perintis di Krayan bakal…

Jumat, 18 Januari 2019 09:38

Jalan Poros Sebatik Bisa Dilewati Kembali

NUNUKAN – Jalan Bukit Keramat di Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik…

Jumat, 18 Januari 2019 09:36

Perlu Pertimbangan Tak Terima Guru Honorer

NUNUKAN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy telah…

Rabu, 16 Januari 2019 12:01

PLBN Butuh Lahan Tujuh Hektare

NUNUKAN – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) akan dibangun di…

Rabu, 16 Januari 2019 11:59

DPUPRPKP Bertahap Lakukan Perbaikan Jalan

NUNUKAN – Jalan menuju Pantai Wisata Kayu Angin, Desa Tanjung…

Rabu, 16 Januari 2019 11:58

Februari, Gedung Lama Puskesmas Nunukan Tutup

NUNUKAN – Akibat situasi dan kondisi yang tidak memadai lagi,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*