MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 07 November 2018 11:21
Penyaluran Rastra Berakhir
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, MULAI November 2018 ini, penyaluran beras sejahtera (rastra) di Kabupaten Nunukan dihilangkan. Sebagai gantinya, subsidi rastra menjadi bantuan pangan nontunai (BPNT).

Dari 8.822 kepala keluarga (data 2011-2015) yang menjadi penerima rastra tersebut, sebanyak 2.105 kepala keluarga di Pulau Sebatik yang terdiri dari 5 kecamatan akan mendapatkan BPNT perdana tersebut. Rencananya, November ini di-launching oleh Kementerian Sosial di wilayah perbatasan, khususnya di Pulau Sebatik.

“Penerima rastra ini hanya dapat mengambil 2 jenis barang. Yakni, telur dan beras saja. Kalau diuangkan hanya Rp 110 ribu per bulan per kartu keluarga,” sebut Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan H. Hanafiah SE kepada media ini kemarin.

Ia mengatakan, mekanisme penyaluran dilaksanakan melalui jaringan sistem elektronik. Untuk penyaluran bantuan ini akan bekerja sama dengan salah satu Bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di Kabupaten Nunukan. Bantuan ini hanya dapat diambil keluarga penerima manfaat (KPM) di toko yang telah ditunjuk Kemensos. “Ada kartu yang diberikan ke penerima bantuan ini. Mereka hanya membawa kartu yang dinamakan Elektronik Data Capture (EDC) jika ingin mendapatkan bantuan itu,” jelas Hanafiah.

Menurutnya, ada banyak toko yang nantinya diajak bekerja sama. Jadi, masyarakat dapat mengambil kebutuhannya di toko mana saja. Yang penting toko tersebut terdaftar dan bekerja sama dalam program penyaluran bantuan beberapa kebutuhan pokok masyarakat yang berkualitas. “Sosialisasi mengenai bantuan ini sudah dilakukan di Pulau Sebatik. Dan, semoga saja dapat berjalan lancar,” harapnya.

Hanafiah menuturkan, untuk sementara ini pemerintah masih berpatokan dengan data penerima rastra yang lama. Sebab, sampai saat ini dinas sosial (Dinsos) Nunukan masih melakukan verifikasi dan validasi data miskin. Saat ini sudah berjalan 70 persen. Tinggal daerah-daerah yang memiliki geografis yang sulit dilakukan pencacah. “Jadi, bisa jadi terjadi pengurangan jumlah. Dan, semoga saja data yang lama ini ada warga yang seharusnya tidak mendapatkan tapi ingin memberikan warga yang tidak mendapatkan padahal mereka berhak,” pungkasnya. (oya/fly)


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:21

Anggota Brimob Asal Nunukan Gugur di Papua

NUNUKAN – Muhammad Aldy, putra asal Kabupaten Nunukan berprofesi sebagai…

Kamis, 21 Maret 2019 10:41

Narkoba Ancaman Terbesar di Perbatasan

NUNUKAN – Sebagai wilayah perbatasan, Kabupaten Nunukan menjadi salah satu…

Kamis, 21 Maret 2019 10:39

Masih Sering Terjadi, DLH Klaim Sudah Mengimbau

NUNUKAN – Menghadapi maraknya pembakaran hutan dan lahan, yang sebelumnya…

Rabu, 20 Maret 2019 17:12

Baku Tembak dengan KKSB, Anggota Brimob Asal Nunukan Gugur di Papua

NUNUKAN – Muhammad Aldy, Putra Kabupaten Nunukan berprofesi sebagai salah…

Rabu, 20 Maret 2019 10:55

SKPT Tidak Dimanfaatkan Masyarakat

NUNUKAN – Permasalahan nelayan di Sebatik tak pernah berhenti. Walaupun…

Rabu, 20 Maret 2019 10:46

25 Maret, Terbang Perdana ke Krayan

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) penumpang tujuan Nunukan-Long Bawan,…

Rabu, 20 Maret 2019 10:43

Terlambat, Bupati Tegur ASN di Acara Musrenbang

NUNUKAN – Sikap dan tingkah laku aparatur sipil negara (ASN)…

Rabu, 20 Maret 2019 10:41

Data KPM Tak Menjadi Dasar Penyaluran LPG 3 Kg

NUNUKAN – Meskipun diklaim tak langka, keberadaan Liquefied Petroleum Gas…

Rabu, 20 Maret 2019 10:38

Persediaan Air Bersih PDAM Menipis

NUNUKAN – Persediaan air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum…

Selasa, 19 Maret 2019 11:02

Proyek Dihentikan, Dermaga Terancam Mangkrak?

NUNUKAN – Rute penyeberangan kapal feri ke dermaga feri Semaja,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*