MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 06 November 2018 15:50
Di Kaltara, Pertama Kali Menumpang Speedboat

Mengenal Kepala Loka POM Tarakan

MEMBAWAHI KALTARA: Kepala Loka POM Tarakan Musthofa Anwari, S.Si, Apt, di ruang kerjanya, Senin (5/11). LISAWAN/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Baru dua bulan tinggal di Kota Transit ini, Musthofa Anwari, S.Si., Apt merasa tertantang. Maklum, sebelumnya ia bertugas di Gorontalo. Di mana dapat ditempuh dengan jalur darat. Berbeda pula dengan wilayah Kaltara ini. Dari daerah ke daerah lainnya, menggunakan speedboat.

LISAWAN YOSEPH LOBO

PADA 14 Agustus Agustus lalu, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI Ir. Penny K. Lukito, MCP melantik 40 kepala Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) yang tersebar di kabupaten/kota. Salah satu di antaranya adalah Musthofa Anwari, S.Si., Apt, bertugas memimpin Loka POM Tarakan.

Konon, Kantor Loka POM di Tarakan ini membawahi seluruh daerah di Kalimantan Utara (Kaltara). Terang pria kelahiran Gersik, 3 Mei 1979 itu jika sebelumnya pengawasan obat dan makanan di Kaltara di bawah Balai POM Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Namun setelah Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM RI terbentuk di kabupaten/kota, termasuk di Kota Tarakan, pengawasan pun dapat dilakukan secara mandiri.

Melihat dari letak geografis Kalimantan bagian paling utara ini, dibatasi perairan dan sungai-sungai. Musthofa terheran-heran, lantaran keluar kota ke daerah lainnya harus menggunakan speedboat. Pertama kalinya naik speedboat, tetapi ia merasa asyik.

Harus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, ia mengatakan harus menyeberang dahulu. Itulah pertama kalinya merasakan bagaimana sensasi menumpangi speedboat menyusuri sungai-sungai saat ke Bulungan.

Namun yang paling ia ingat, saat perjalanan ke Malinau. Waktu itu, cuaca tidak bersahabat. Menyusuri sungai dan banyak batang kayu. Butuh waktu empat jam di perairan. “Kalau di Gorontalo dapat ditempuh dengan jalur darat. Nah, kalau di sini mau koordinasi dengan Pemprov, harus menyeberang dulu. Kalau kondisinya urgen, naik pesawat. Tapi kalau enggak, naik speedboat,” katanya sambil tertawa lepas.

Terlepas dari soal jalur perairan, Provinsi Kaltara ini juga berbatasan langsung dengan negara lain. Tentu diperlukan koordinasi yang lebih kuat. Tidak hanya dengan Pemprov, pemerintah daerah lainnya. Tetapi juga melibatkan instansi-instansi terkait dalam hal pengawasan peredaran obat dan makanan. “Kami sudah berkoordinasi dengan gubernur, wali kota dan bupati di masing-masing daerah Kaltara ini. Instansi lainnya juga, seperti kepolisian, dinkes, disdagkop, bea cukai, karantina dan lainnya,” bebernya.

Setelah melakukan pengawasan, tantangan lainnya pun bermunculan. Banyak produk dari negara lain, tepatnya Negeri Jiran. Produk makan dan minuman yang dijual tanpa izin edar. Inilah menjadi pekerjaan rumah (PR) Loka POM Tarakan ini. “Kalau sesuai dengan aturan, semua produk obat dan makanan harus diregistrasi. Boleh beli produk luar, tapi dikonsumsi untuk pribadi dan tidak dijual lagi,” tegasnya.

Ke depannya pun diupayakan melalui mekanisme ekspor dan impor yang sesuai aturan dan legal. Dijelaskannya, pengawasan secara umum, alias sistem pengawasan obat dan makanan, terdapat tiga lapis. Dari lapis produsen wajib membuat produk yang aman dan bermutu.

Kemudian lapis pemerintah, termasuk BPOM yang mengawasi dan membuat aturan. Ketiga lapis masyarakat selaku konsumen obat dan makanan, harus menjadi konsumen yang bijaksana. “Yang akan kami lakukan nanti lewat legalnya. Mekanisme ekspor dan impor ada data. Importir dan pengekspornya siapa, dan itu perlu koordinasi dengan Pemprov dan daerah, komunikasi dengan pusat,” katanya.

Nah, mengapa pula ia tertarik dengan dunia kefarmasian?

Diceritakannya, dahulu ia berpikir bahwa obat sangat penting. Kegunaan dari obat ini dapat dilihat dengan dua sisi. Satu sisi, obat dapat menyembuhkan penyakit. Namun di sisi lain, jika salah digunakan, obat juga dapat menjadi racun dan membahayakan kesehatan.

Namun ia tidak melihat rumitnya dunia farmasi ini dalam meracik obat. Ia merasa, ini lah yang menjadi seni di dalam bidangnya ini. “Jadi itu tantangannya menjadi seorang apoteker dan inilah seninya,” bebernya.

Memiliki dua orang anak, tentunya di waktu luang ia pun menjadwalkan berkumpul bersama keluarga kecilnya. Sering dinas luar, tentu ia pun berkeinginan berlibur bersama keluarga semasa ada waktu luang.

Diakuinya, tempat wisata di Tarakan ini masih minim dan sementara berkembang. Dari kota besar ke pulau, semua daerah memiliki tempat wisata khasnya tersendiri. “Kalau libur, usahakan kumpul dengan keluarga. Kami sudah ke Bais Hills, ke air terjun. Semua daerah punya ciri khasnya masing-masing,” tutupnya. (***/lim)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 12:14

Kasus Calon Anggota DPD Ditutup, ASN Dilanjutkan

TARAKAN - Sebanyak 3 anggota calon DPD RI dapil Kalimantan…

Rabu, 16 Januari 2019 12:12

Giliran Jasa Pengiriman Terdampak

TARAKAN – Tidak hanya tiket pesawat yang naik puluhan persen.…

Rabu, 16 Januari 2019 12:10

10-20 Perda Setiap Tahun

PRODUK hukum berupa peraturan daerah (perda) yang dibahas bersama, eksekutif…

Rabu, 16 Januari 2019 11:38

Sering Ancam Tetangga, AD Dijebloskan ke Penjara

TARAKAN – Akibat sering melakukan pemerasan dan pengancaman menggunakan pisau…

Rabu, 16 Januari 2019 11:32

Pompa Rusak, Bukit Tak Teraliri

TARAKAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam hingga…

Rabu, 16 Januari 2019 11:28

Berharap Miliki Drainase Lebar

TARAKAN - Kondisi jalan yang berada di RT 54 Kelurahan…

Rabu, 16 Januari 2019 11:18

Disangka Bom, Tim Gegana Amankan Tas Hitam

TARAKAN - Rabu pagi (16/1) sekitar pukul 07.00 WITA, Warga…

Selasa, 15 Januari 2019 19:20

Yos Sudarso Gugur Bersama Tiga KRI dengan Heroik

TARAKAN – Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) XIII Laksamana…

Selasa, 15 Januari 2019 14:04

Tiket Pesawat Mahal, Beralih ke Jalur Laut

TARAKAN - Kenaikan harga tiket pesawat membawa dampak luas kepada…

Selasa, 15 Januari 2019 14:01

Merasa Cukup dengan Langganan Carteran

Ojek pangkalan (opal) menjadi salah satu alternatif transportasi masyarakat. Juga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*