MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 06 November 2018 13:23
Ekspor Perdana oleh Menteri Susi
BAKAL EKSPOR: Nelayan di Sebatik menatap perbaikan ekonomi menyusul pengoperasian Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT). BANK DATA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti, dipastikan akan melepas langsung ekspor perdana di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sebatik. Itu dilakukan bertepatan dengan peresmian pengoperasian SKPT untuk sejumlah nelayan di daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia tersebut.

Diungkapkan Kepala SKPT Sebatik Iswadi Rahman, peresmian direncanakan akan dilaksanakan pada Desember mendatang. Susi Pujiastuti diagendakan akan hadir. “Ya, rencananya beliau (Susi Pujiastuti, Red) yang akan meresmikannya nanti sekaligus melakukan ekspor perdana ke Tawau, Malaysia,” ungkap Iswadi.

Ia tentunya berharap dengan adanya pengoperasian SKPT tersebut, sektor perikanan dapat lebih bergairah. Dengan sejumlah fasilitas yang memadai, diharapkan bisa memberikan dampak baik bagi ekonomi perikanan di garda terdepan Indonesia tersebut.

Sarana dan fasilitas yang telah diberi seperti 60 unit kapal perikanan lengkap dengan alat penangkapan ikan, ice flake machine (IFM) berkapasitas 10 ton juga ice compactor, causeway dan trestle PPI Sebatik, tentunya senantiasa bisa membuat para nelayan perbatasan semakin nyaman.

Dengan begitu, seharusnya dapat memberikan harapan baru bagi ribuan nelayan yang ada di Sebatik. “Jadi memang harus menjadi dorongan ekonomi bagi nelayan. Semua hasil panen kami tampung di SKPT ini nantinya,” tambah Iswadi.

Dijelaskan Iswadi, pembangunan SKPT tersebut menelan anggaran sekira Rp 82,1 miliar. Pengerjaan dalam kurun satu tahun 2017 lalu. Sarana dan prasarana yang dulunya belum memadai kini semakin lengkap. Dikembangkan pula fasilitas pendukung berupa bengkel nelayan, kios nelayan, pos jaga, TPI higienis, pagar depan, mess operator, dan guest house yang pembangunannya bersumber dari DAK Provinsi sebesar Rp 10 miliar.

Dulunya kondisi SKPT Sebatik memprihatinkan, telah diperbahurui dengan yang saat ini. Tidak adalagi dilema nelayan yang takut karena SKPT yang lama kayunya jabuk. Iswadi berharap ke depannya lebih bisa dimaksimalkan lagi SKPT tersebut. (raw/lim)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*