MANAGED BY:
SENIN
22 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 06 November 2018 12:55
Optimis Penyelesaiaan Aset Tuntas Tahun Ini
OPTIMIS: Wakil Bupati Tana Tidung, Markus, saat di temui Radar Tarakan, Jumat (2/11) di ruang kerjanya. RIKO / RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung menargetkan untuk meraih kembali predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Empat tahun berturut-turut, Tana Tidung hanya meraih opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Jika merunut sebab gagalnya Tana Tidung meraih WTP, salah satu faktornya diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Markus, persoalan kepemilikan aset atau barang milik daerah yang belum tuntas.

"Aset atau barang milik daerah sebagai salah satu unsur penting dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat semestinya dikelola dengan baik dan benar,” ungkap Wabup kepada Radar Tarakan, Jumat (2/11).

Wabup menegaskan, pentingnya pengelolaan aset daerah secara baik dan benar. Dan pihaknya akan memaksimalkan penyempurnaan terkait pengelolaan aset daerah yang masih bermasalah.  Ia juga berharap setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan unit-unit lainnya melakukan pengelolaan barang daerah secara tertib dan benar dan mengacu pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Tentunya lanjut Wabup, ketertiban yang dimaksud harus dimulai dari perencanaan pengadaan yang realistis, pengelolaan dokumen meliputi dokumen pengadaan atau pembelian, dokumen asli kepemilikan, dokumen hibah, dan dokumen mutasi barang daerah. Bentuk barang tersebut,  tambah Wabup ada dua kategori.  Pertama barang bergerak dan tidak bergerak. Oleh sebab itu pihaknya menginstruksikan kepada dinas terkait untuk melakukan pendataan aset daerah dengan baik, seperti tanah milik Pemkab yang telah bersertifikat dan lainnya.

“Tahun ini kami yakin semua permasalahan aset bisa clear semuanya. Memang ada beberapa aset yang menurut hemat saya agak susah yaitu aset hibah baik hibah lahan dari Kabupaten Bulungan sebelum pembentukan KTT ini. Tapi itu semua pasti akan selesai dan diharapkan tahun ini dapat selesai,” ungkap Wabup Markus.

Lanjut Wabup, aset bergerak seperti laptop, kamera, kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4) dan sebagainya itu juga termasuk aset yang agak sulit. Kondisinya terkadang data ada namun bentuk barang fisik yang tidak ada.

“Seharusnya semua itu terdata diinventaris semua oleh masing-masing SKPD. Dan itu yang harus dipertanyakan ke mana barang itu? Apakah dia rusak atau seperti apa itu harus jelas datanya oleh masing-masing OPD,” tegas Wabup.

Dengan kondisi tersebut, Wabup kembali mengingatkan khususnya setiap barang bergerak seperti mobil, motor milik Pemkab harus didata oleh setiap SKPD terkait kejelasan keberadaan aset tersebut. “ OPD bersangkutan yang bertanggung jawab jadi semua data harus ada pada OPD. Ini untuk memudahkan pendataan kendaraan dan aset lainnya," pungkas Wabup Markus. (*/rko/zia)


BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 15:28

Lebih Langsing dengan Berenang

<p>Berenang termasuk olahraga yang menyenangkan. Tetapi kebanyakan orang lebih menganggap olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*