MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 06 November 2018 12:48
Berkas AL Masuk Tahap Dua
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Berkas AL, tersangka kedua dari kasus dugaan korupsi rehabilitasi kapal patroli Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) KSOP Nunukan, akhirnya rampung dan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda.

Meski begitu, dua orang tersangka dalam kasus ini, AL dan NA, belum juga dilimpahkan ke PN Tipikor Samarinda. Hal ini disebabkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan akan menunggu satu orang tersangka lagi dari kasus korupsi berbeda yang juga akan menjalani sidang di PN Tipikor Samarinda.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Nunukan Rusli mengatakan, pelimpahan berkas AL sudah dilakukan pekan lalu. AL, sudah lama mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Nunukan bersama NA. Mereka ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangaka dalam kasus itu. “Ya, dua-duanya masih di lapas. Berkasnya sudah lengkap tapi kami belum limpahkan tersangkanya ke PN Tipikor karena menunggu seorang lagi dari kasus korupsi lain. Jadi sekalian bertiga saja nanti kami limpahkan mereka,” ungkap Rusli ketika diwawancarai kemarin.

Seseorang yang dimaksud yakni HJ, kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Sei Nyamuk, Sebatik, yang juga jadi tersangka atas kasus dugaan pungli di UPPT Sebatik tersebut. Sejauh ini, berkasnya sudah sampai di Kejari pasca tahap dua. HJ juga telah ditahan Kejari Nunukan dengan dititipkan di Lapas Kelas II Nunukan.

Dalam kasus ini, hakim sudah terlebih dahulu memenjarakan AA, pegawai honorernya yang terbukti melanggar pasal 368 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pemerasan. AA divonis hakim dengan pidana hukuman selama 10 bulan.

Rusli mengaku saat ini pihaknya sedang memeriksa berkas HJ guna segera dilimpahkan ke PN Tipikor Samarinda. Ia berharap nantinya tidak ada kekurangan berkas yang memicu lamanya pelimpahan atau tahap dua tersangka. “Ya, pastinya kami ingin supaya tidak ada lagi kekurangan berkasnya. Jadi langsung bisa kami limpahkan tersangkanya termasuk dua tersangka kasus korupsi KSOP,” beber Rusli. (raw/ash)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 10:06

Apa Kabar Pengerjaan Terminal Baru Pelabuhan Tunon Taka..??

NUNUKAN – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Nunukan menargetkan pengerjaan…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:03

Lahan Tidur Disulap Kebun Jagung

NUNUKAN – Untuk membantu menambah penghasilan para petani, perlu ada…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:02

Waspada! Penipu Online Catut Foto ASN

NUNUKAN – Belum lama ini, beredar foto dari salah seorang…

Jumat, 15 Februari 2019 15:14

BPK Beraksi, Bupati Akui Gelisah

NUNUKAN – Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Republi Indonesia (RI) Provinsi…

Jumat, 15 Februari 2019 15:12

Pemerintah Malaysia Kembali Deportasi 153 WNI

NUNUKAN – Sebanyak 153 warga negara Indonesia (WNI), terpaksa dipulangkan…

Jumat, 15 Februari 2019 14:57

Dewan Pusat Malaysia Pantau Sektor Perikanan di Sebatik

NUNUKAN – Dewan Pusat Malaysia berkunjung ke Pulau Sebatik, melihat…

Jumat, 15 Februari 2019 14:55

Perusahaan Tetap Akan Bayar Hutang

NUNUKAN – PT Sempurna yang berlokasi di Desa Bambangan, Kecamatan…

Kamis, 14 Februari 2019 10:18

Utang Rp 10 M, Perusahaan Berhenti Beroperasi, Petani Sawit Menuntut Pelunasan

NUNUKAN – Perusahaaan yang mengelola tanda buah sawit menjadi minyak…

Kamis, 14 Februari 2019 10:16

Penarikan Retribusi Alun-Alun Terbentur Aturan

NUNUKAN – Tuntutan pemerintah daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah…

Rabu, 13 Februari 2019 13:59

Pembangunan PLBN di Krayan Berjalan Mulus

NUNUKAN – Jika pembangunan pos lintas batas negara (PLBN) di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*