MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 06 November 2018 12:48
Berkas AL Masuk Tahap Dua
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Berkas AL, tersangka kedua dari kasus dugaan korupsi rehabilitasi kapal patroli Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) KSOP Nunukan, akhirnya rampung dan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda.

Meski begitu, dua orang tersangka dalam kasus ini, AL dan NA, belum juga dilimpahkan ke PN Tipikor Samarinda. Hal ini disebabkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan akan menunggu satu orang tersangka lagi dari kasus korupsi berbeda yang juga akan menjalani sidang di PN Tipikor Samarinda.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Nunukan Rusli mengatakan, pelimpahan berkas AL sudah dilakukan pekan lalu. AL, sudah lama mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Nunukan bersama NA. Mereka ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangaka dalam kasus itu. “Ya, dua-duanya masih di lapas. Berkasnya sudah lengkap tapi kami belum limpahkan tersangkanya ke PN Tipikor karena menunggu seorang lagi dari kasus korupsi lain. Jadi sekalian bertiga saja nanti kami limpahkan mereka,” ungkap Rusli ketika diwawancarai kemarin.

Seseorang yang dimaksud yakni HJ, kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Sei Nyamuk, Sebatik, yang juga jadi tersangka atas kasus dugaan pungli di UPPT Sebatik tersebut. Sejauh ini, berkasnya sudah sampai di Kejari pasca tahap dua. HJ juga telah ditahan Kejari Nunukan dengan dititipkan di Lapas Kelas II Nunukan.

Dalam kasus ini, hakim sudah terlebih dahulu memenjarakan AA, pegawai honorernya yang terbukti melanggar pasal 368 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pemerasan. AA divonis hakim dengan pidana hukuman selama 10 bulan.

Rusli mengaku saat ini pihaknya sedang memeriksa berkas HJ guna segera dilimpahkan ke PN Tipikor Samarinda. Ia berharap nantinya tidak ada kekurangan berkas yang memicu lamanya pelimpahan atau tahap dua tersangka. “Ya, pastinya kami ingin supaya tidak ada lagi kekurangan berkasnya. Jadi langsung bisa kami limpahkan tersangkanya termasuk dua tersangka kasus korupsi KSOP,” beber Rusli. (raw/ash)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 11:54

Perdagangan Perbatasan Harus Dilegalkan

NUNUKAN - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Nunukan kembali mengusulkan…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:52

Jelang Nataru, Pelni Tidak Tambah Armada

NUNUKAN – Menghadapi arus mudik penumpang tujuan Balikpapan, Parepare, Makassar…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:50

Sebulan, Polisi Ungkap 28 Kasus Pencurian

NUNUKAN – Selama bulan November-Desember, Polres Nunukan berhasil mengungkap 28…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:49

Perketat Pengawasan Miras di Tahun Baru

PERAYAAN tahun baru 2019 sisa dua pekan. Berbagai kegiatan akan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:37

Data Beasiswa Sering Dipalsukan

NUNUKAN – Beasiswa Nunukan Cerdas untuk 2018 telah disalurkan. Namun…

Jumat, 14 Desember 2018 14:35

LPG 3 Kg Langka, Beralih ke Gas Malaysia

NUNUKAN – Jelang Natal dan Tahun Baru, Liquefied Petroleum Gas…

Jumat, 14 Desember 2018 14:33

Pengoperasian Paras Perbatasan Molor

NUNUKAN - Wacana pemerintah meresmikan paras perbatasan di Jalan Lingkar,…

Jumat, 14 Desember 2018 14:32

Sudah Putusan, Masih Berpolemik

NUNUKAN – Permasalahan lahan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sebatik Semakin…

Jumat, 14 Desember 2018 14:23

Barang Ilegal Dimusnahkan

NUNUKAN – Pemusnahan barang milik negara hasil sitaan telah dilakukan…

Kamis, 13 Desember 2018 12:16

Pengoperasian RS Pratama Tertunda

NUNUKAN – Rencana pemerintah untuk meresmikan Rumah Sakit Pratama Sebatik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .