MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 05 November 2018 10:19
Imunisasi MR Tak Capai Target
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Meski masa pelaksanaan telah diperpanjang, capaian imunisasi measles dan rubella (MR) hingga Oktober, atau akhir pelaksanaan di Kota Tarakan tak sesuai target. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan Subono mengatakan, cakupan pelaksanaan imunisasi MR berdasarkan data yang dimiliki Dinkes Tarakan baru mencapai 59,6 persen, jumlah ini menurutnya memang jauh dari target nasional 95 persen.

“Meski jauh dari target yang ditetapkan, kami mengapresiasi kinerja teman-teman di lapangan, yang sudah berusaha maksimal dalam pelaksanaan imuniasasi MR,” tuturnya, Kamis (1/11).

Dirinya mengungkapkan bahwa dari pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang ada di Tarakan yang melaksanakan imunisasi MR, Puskesmas Juata Permai merupakan satu-satunya puskesmas yang mencapai 80 persen, disusul dengan Puskesmas Juata Laut 79 persen dan Puskesmas Pantai Amal 66 persen. “Puskesmas lainnya, cakupan target imunisasi MR masih di bawah 60 persen,” bebernya.

Rendahnya cakupan imunisasi MR dipengaruhi dengan adanya isu halal dan haram vaksin bagi anak. Isu ini sudah dijawab dengan keluarnya Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR Produksi Serum Institute of India (SII). “Dalam fatwa tersebut MUI memperbolehkan penggunaan vaksin MR karena kondisi darurat,” tuturnya.

Selain isu halal dan haram penggunaan vaksin MR, isu lain juga berhembus yakni ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang menyebabkan anak lumpuh, cacat hingga meninggal dunia. “Isu KIPI yang menyebabkan anak lumpuh, cacat hingga meninggal dunia juga ikut andil dalam rendahnya cakupan imunisasi MR di Tarakan, padahal hingga saat ini belum ditemukan kasus KIPI yang menyebabkan anak lumpuh, cacat atau meninggal dunia,” kata dia.

Dua isu itu, lanjut Subono, membentuk opini di masyarakat yang cenderung negatif. “Opini yang sudah terlanjur terbentuk ini menjadi salah satu penyebab banyak orang tua enggan memberikan imunisasi MR kepada anaknya,” ujarnya.

Meski pelaksanaan imunisasi MR telah selesai, Dinkes Tarakan masih tetap mempersilakan orang tua untuk membawa anaknya ke pusat pelayanan kesehatan yang ada. “Silakan bawa anaknya, akan kami layani dan tidak dipungut biaya,” ungkapnya.

Sementara itu terkait wacana untuk memperpanjang imunisasi MR, dirinya belum menerima informasi lebih jauh terkait hal tersebut. Bila memang nanti ke depannya ada rencana memperpanjang lagi imunisasi MR pihaknya perlu melakukan rapat dengan puskesmas. “Jangan sampai diperpanjang pelaksanaan imunisasi MR dapat mengganggu program lain yang ada di puskesmas,” ujarnya.

Terpisah Ketua Komite Daerah Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda PP-KIPI) Kaltara Franky Sientoro mengatakan, dirinya menyayangkan rendahnya cakupan imunisasi MR di Kaltara terutama di Tarakan. “Padahal imunisasi ini untuk kekebalan anak agar bisa melawan penyakit measles dan rubella, saya berharap orang tua dapat berpikir kembali mengenai hal ini, jangan sampai ada penyeselan di kemudian hari,” ujarnya.

Franky berkali-kali menyampaikan isu KIPI, menurutnya informasi tersebut tidak benar alias hoaks. “Informasi yang sudah menjadi opini di masyarakat, sehingga berdampak pada orang tua yang enggan memberikan imunisasi MR kepada anaknya,” tuturnya.

Dirinya berharap masyarakat mendatangi pusat pelayanan kesehatan, tujuannya tidak lain mengimunisasi MR anak. “Ini merupakan program pemerintah, seharusnya masyarakat mendukung program ini, apalagi tujuannya  tidak lain memberikan kekebalan kepada sang anak dari penyakit measles dan rubella,”  ujarnya. (jnr/lim)

 

Imunisasi MR Tak Capai Target


BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 21:02

Selumit Membara, Dua Rumah Warga Diamuk Si Jago Merah

 TARAKAN - Kebakaran hebat terjadi di Kelurahan Selumit  perbatasan RT…

Jumat, 18 Januari 2019 12:23

Hasil Debat Pengaruhi Pilihan

TARAKAN – Aksi saling sindir mewarnai debat perdana pasangan calon…

Jumat, 18 Januari 2019 12:20

Lima Bulan Terakhir, Produksi Sampah Berkurang

TARAKAN - Meski Tempat Pembuangan Sampah (TPA) saat ini sangat…

Jumat, 18 Januari 2019 12:17

Ditemukan Dompeng, Diduga Milik Rustan

TARAKAN - Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian terhadap warga…

Jumat, 18 Januari 2019 12:15

Dahlan Iskan: Pers Itu Lembaga Perjuangan

SAMARINDA - Pers tak hanya sekadar pekerjaan yang dapat dijadikan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:13

Sembilan ASN Melanggar, Diberikan Pembinaan

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan telah melakukan pengawasan dan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:12

Jadwal Ujian Nasional Dimajukan

TARAKAN - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang akan diselenggarakan pada…

Jumat, 18 Januari 2019 11:43

Terdakwa Mengaku Hanya Iseng Membuat Video

TARAKAN – Terdakwa terduga terorisme yaitu Agus Salim mengungkapkan alasan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:24

Beli Sabu, Petani Rumput Laut Diamankan Anggota Marinir

TARAKAN – Dua pria yang diketahui merupakan petani rumput laut…

Jumat, 18 Januari 2019 10:32

Ilmu Kepemimpinan Harus Dimiliki Kepala Sekolah

TARAKAN - Panggilan menjadi seorang pemimpin di sekolah bukanlah hal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*