MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 05 November 2018 10:19
Imunisasi MR Tak Capai Target
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Meski masa pelaksanaan telah diperpanjang, capaian imunisasi measles dan rubella (MR) hingga Oktober, atau akhir pelaksanaan di Kota Tarakan tak sesuai target. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan Subono mengatakan, cakupan pelaksanaan imunisasi MR berdasarkan data yang dimiliki Dinkes Tarakan baru mencapai 59,6 persen, jumlah ini menurutnya memang jauh dari target nasional 95 persen.

“Meski jauh dari target yang ditetapkan, kami mengapresiasi kinerja teman-teman di lapangan, yang sudah berusaha maksimal dalam pelaksanaan imuniasasi MR,” tuturnya, Kamis (1/11).

Dirinya mengungkapkan bahwa dari pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang ada di Tarakan yang melaksanakan imunisasi MR, Puskesmas Juata Permai merupakan satu-satunya puskesmas yang mencapai 80 persen, disusul dengan Puskesmas Juata Laut 79 persen dan Puskesmas Pantai Amal 66 persen. “Puskesmas lainnya, cakupan target imunisasi MR masih di bawah 60 persen,” bebernya.

Rendahnya cakupan imunisasi MR dipengaruhi dengan adanya isu halal dan haram vaksin bagi anak. Isu ini sudah dijawab dengan keluarnya Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR Produksi Serum Institute of India (SII). “Dalam fatwa tersebut MUI memperbolehkan penggunaan vaksin MR karena kondisi darurat,” tuturnya.

Selain isu halal dan haram penggunaan vaksin MR, isu lain juga berhembus yakni ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang menyebabkan anak lumpuh, cacat hingga meninggal dunia. “Isu KIPI yang menyebabkan anak lumpuh, cacat hingga meninggal dunia juga ikut andil dalam rendahnya cakupan imunisasi MR di Tarakan, padahal hingga saat ini belum ditemukan kasus KIPI yang menyebabkan anak lumpuh, cacat atau meninggal dunia,” kata dia.

Dua isu itu, lanjut Subono, membentuk opini di masyarakat yang cenderung negatif. “Opini yang sudah terlanjur terbentuk ini menjadi salah satu penyebab banyak orang tua enggan memberikan imunisasi MR kepada anaknya,” ujarnya.

Meski pelaksanaan imunisasi MR telah selesai, Dinkes Tarakan masih tetap mempersilakan orang tua untuk membawa anaknya ke pusat pelayanan kesehatan yang ada. “Silakan bawa anaknya, akan kami layani dan tidak dipungut biaya,” ungkapnya.

Sementara itu terkait wacana untuk memperpanjang imunisasi MR, dirinya belum menerima informasi lebih jauh terkait hal tersebut. Bila memang nanti ke depannya ada rencana memperpanjang lagi imunisasi MR pihaknya perlu melakukan rapat dengan puskesmas. “Jangan sampai diperpanjang pelaksanaan imunisasi MR dapat mengganggu program lain yang ada di puskesmas,” ujarnya.

Terpisah Ketua Komite Daerah Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda PP-KIPI) Kaltara Franky Sientoro mengatakan, dirinya menyayangkan rendahnya cakupan imunisasi MR di Kaltara terutama di Tarakan. “Padahal imunisasi ini untuk kekebalan anak agar bisa melawan penyakit measles dan rubella, saya berharap orang tua dapat berpikir kembali mengenai hal ini, jangan sampai ada penyeselan di kemudian hari,” ujarnya.

Franky berkali-kali menyampaikan isu KIPI, menurutnya informasi tersebut tidak benar alias hoaks. “Informasi yang sudah menjadi opini di masyarakat, sehingga berdampak pada orang tua yang enggan memberikan imunisasi MR kepada anaknya,” tuturnya.

Dirinya berharap masyarakat mendatangi pusat pelayanan kesehatan, tujuannya tidak lain mengimunisasi MR anak. “Ini merupakan program pemerintah, seharusnya masyarakat mendukung program ini, apalagi tujuannya  tidak lain memberikan kekebalan kepada sang anak dari penyakit measles dan rubella,”  ujarnya. (jnr/lim)

 

Imunisasi MR Tak Capai Target


BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 11:29

Kampanye, Dilarang Menyoal Pancasila

TARAKAN - Jika pelaksanaan kampanye terbuka pada pemilihan kepala daerah…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:27

Kapolda: Jangan Bagi Berita Enggak Jelas Sumbernya

TARAKAN – Menjelang pelaksanaan pemungutan suara pada pemilihan legislatif dan…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:16

Akun FB Dipolisikan, Iwan Sebut Kritikan

TANJUNG SELOR - Sahabat Irianto Lambire melaporkan akun media sosial…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:14

Curi Motor Teman Sendiri

TARAKAN – Nekat membawa kabur motor teman sendiri, wanita berinisial…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:14

Pencuri Spesialis Waktu Subuh Dibekuk Polisi

TARAKAN – Anggota reskrim di Kepolisian Kawasan Sektor Pelabuhan (KSKP)…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:12

Jalan Terbelah, Pengendara Resah

TARAKAN - Terlihat ada jalan nyaris terbelah 2 di Jalan…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:38

“Aldy Melawan Kejahatan Tingkat Tinggi”

TARAKAN – “Iyaaa mamiku.” Diakhiri dengan emoji penuh cinta. Itulah…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:34

Pemadaman Bergilir, RSUD Tarakan Paling Terdampak

TARAKAN – Selama pemadaman listrik bergilir diberlakukan  keluhan tidak hanya…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:32

Tanpa Izin Edar, Produk Beku Disita

TARAKAN – Penindakan terhadap produk beku di salah satu gedung…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:27

Divonis Mati, Dua Terpidana Sabu 4 Kg Banding

TARAKAN- Usia divonis hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*