MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA
Sabtu, 03 November 2018 23:07
Pemuda Sembakung Wakili Indonesia di World Youth Forum Egypt

Kesempatan Emas Beradu Akting dengan Aktor Dunia

BANGGA: Didi (pakaian hitam) bersama peserta World Youth Forum di Mesir, menjadi satu-satunya wakil Indonesia bermain teater didepan Presiden Mesir dan 145 negara lainnya. FOTO: DOKUMENTASI PRIBADI

PROKAL.CO, Satu lagi pemuda asal Kalimantan Utara berhasil membanggakan Indonesia di kancah internasional. Ialah, Didi Admanur, pemuda asal Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan menjadi satu-satunya wakil Indonesia di ajang World Youth Forum Theater di Mesir. Menjadi sebuah prestasi membanggakan, namun tidak mudah. Berikut cerita lengkapnya.

MEGA RETNO WULANDARI

BERAWAL dari keinginannya mencari informasi beasiswa di mesin pencari Google, akhirnya dirinya tertarik pada salah satu situs yang berisi informasi beasiswa ke luar negeri, World Youth Forum Egypt.

Tidak menunggu lama dirinya pun mendaftarkan diri. Berbekal kemampuan berbahasa asing, pengalaman berorganisasinya pun dicantumkan. “Setelah dua minggu tiba-tiba ada nomor baru menelepon dan itu bukan kode telepon Indonesia, akhirnya saya coba beranikan diri untuk mengangkat. Tiba-tiba menggunakan bahasa asing, saya kaget bukan kepalang, karena saya lupa bahwa saya pernah daftar World Youth Forum. Setelah panitianya menelepon dan mengucapkan "congratulation",” ujarnya.

Rasa bahagia bercampur menyelimuti Didi, menjadi wakil Indonesia di ajang internasional yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. “Awalnya saya masih enggak percaya bahwa aplikasi saya diterima untuk mewakili Indonesia. Lalu, panitia World Youth Forum Egypt, meminta saya untuk membuka email, dan ketika saya melihat isi email ternyata benar saya lolos ke Mesir dan akan tampil dalam teater di depan Presiden Mesir dan 145 negara lainnya, sungguh di luar dugaan,” ungkapnya.

Didi pun telah bertolak ke Mesir sejak 13 Oktober lalu dengan pembiayaan seluruhnya ditanggung oleh panitia pelaksana. Nantinya mahasiswa IAIN Samarinda ini akan beradu akting dengan para aktor kenamaan Mesir dan sejumlah aktor dari negara lainnya dalam pentas dunia yang akan digelar 2 November mendatang.

Nantinya Didi akan menggunakan tiga bahasa pada penampilan teater tersebut, yakni Inggris, Indonesia, dan Arab.

“Alhamdulillah saya mewakili Indonesia dalam adu akting drama dengan para aktor Mesir dan beberapa negara lainnya seperti Aljazair, Kongo, Kamerun, Vietnam, Kirgistan , Rusia, Peru. Ini menjadi kesempatan saya juga memperkenalkan budaya Indonesia di kancah internasional,” ucap anak dari pasangan Husin Arif dan Masrawiyah ini.

Didi tidak sendiri menjadi wakil Indonesia di ajang World Youth Forum Egypt di Mesir tahun ini. Ia bersama Fatin Shidqia Lubis, penyanyi papan atas Indonesia. Keduanya mewakili Indonesia setelah melalui seleksi yang begitu ketat.

“Jadi panitia memilih aplikasi yang layak untuk diloloskan. Jadi seleksinya tidak hanya dari Indonesia, tapi seluruh negara, dan alhamdulillah saya dan Fatin dipilih untuk mewakili Indonesia di World Youth Forum Egypt. Saya akan beradu drama dan nyanyi bersama teman-teman dari negara lain di depan Presiden Mesir dan 145 negara yang hadir. Alhamdulillah saya satu-satunya perwakilan Indonesia untuk teater,” ungkapnya haru.

Berkas yang dikirimkannya langsung diseleksi oleh panitia World Youth Forum di Mesir sebagai tuan rumah penyelenggara. Tidak hanya itu, setelah menyelesaikan tugasnya pada World Youth Forum Theatre, dirinya juga akan mengikuti World Youth Forum Conference yang akan membahas tentang perdamaian dunia.

“Dalam formulir, saya mengisi seluruh kegiatan yang pernah saya ikuti, seperti, profil, organisasi kepemudaan, pengalaman, bakat, hobi, dan ketertarikan terhadap aksi perdamaian. Kebetulan saya adalah Duta Damai BNPT Regional Kaltim, dan kenapa saya bisa mewakili Indonesia untuk teater, poinnya adalah mereka melihat dari showreel kita. Setelah nanti World Youth Forum Theater, saya juga akan berpartisipasi untuk World Youth Forum World Peace,” tambahnya.

Diakui Didi, dirinya yang sempat lupa membawa bendera Indonesia dan mengaku sangat merasa sedih dan bersalah. Akhirnya dirinya meminjam bendera dari perwakilan dari Peru, lalu dilipatnya menjadi bendera merah putih.

“Untungnya teman saya itu mau meminjamkan, jadi saya kibarkanlah bendera Peru yang saya lipat itu menjadi bendera merah putih, dan saya bilang ini lambang negara Indonesia,” ungkapnya.

Selama berada di Mesir dirinya fokus mengikuti sejumlah kegiatan yang telah diagendakan, mulai dari orientasi dan latihan bersama dengan perwakilan dari negara lain. Dukungan terus mengalir kepadanya. Terlebih kedua orang tuanya. Untuk itu Didi tak ingin melewatkan kesempatan emas yang didapatkannya saat ini, hingga nanti kembali ke Indonesia dia bisa membagikan pengalamannya lebih luas.

“Hanya kata alhamdullilah yang bisa terucap untuk menggambarkan perasaanya saya, dan terimakasih untuk kedua orang tua saya yang selalu mendukung saya,” sebut pria kelahiran Juni 1995 ini. (***/lim)


BACA JUGA

Jumat, 05 Oktober 2018 00:31

Terlambat Lima Menit, Ditelan Tsunami

Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar serangkaian kegiatan…

Senin, 01 Oktober 2018 00:27

Karya Fatoni, Menghiasi Rumah Orang-Orang Terkenal

Seni ukir merupakan salah satu jenis seni rupa yang banyak…

Sabtu, 29 September 2018 00:14

Zakia, Penerima Beasiswa ITCC Berbagi Pengalaman dari Tiongkok

Bahasa menjadi kunci utama menempuh pendidikan di luar negeri. Pengalaman…

Kamis, 27 September 2018 22:53

Rela Menunggu Satu Tahun demi Kuliah di Tiongkok

Sebanyak 34 pelajar di Kalimantan Utara mendapat kesempatan menempuh pendidikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .