MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 03 November 2018 20:34
Tak Lulus Passing Grade, Tetap Berpeluang?
TES CPNS : Peserta CPNS melakukan persiapan sebelum pelaksanan tes SKD di mulai. FOTO: PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Secara teknis, pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) berjalan lancar hingga hari ketiga, Sabtu (3/11).

Namun, berkembang isu di kalangan peserta seleksi abdi negara ini bahwa jika tidak ada yang lulus passing grade di salah satu formasi yang dibuka, maka untuk mengisi kekosongan itu akan dilakukan dengan sistem rangking dengan melihat nilai tertinggi sesuai jumlah kebutuhan dari formasi tersebut.

Romi (25), salah seorang peserta yang ditemui di lokasi Laboratorium Computer Assisted Test (CAT) Pemprov Kaltara mengakui kebenaran informasi itu. Ia mengakui, informasi tersebut didapatkannya dari rekannya yang juga mengikuti seleksi CPNS.

“Katanya seperti itu. Kenapa tidak ditandai yang lulus dan tidak seperti tahun lalu, karena ada rencana akan di-rangking. Tapi saya juga belum tanya kepastiannya dengan panitia, apakah itu benar atau tidak,” jelasnya kepada Radar Kaltara.

Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, Muhammad Ishak membantah pernyataan tersebut. Ishak menegaskan, sejauh ini pihaknya belum menerima arahan secara resmi dari pusat untuk melakukan rangking terhadap formasi yang kosong.

“Hingga saat ini kita masih tetap berpatokan dengan arahan yang ada dalam Permenpan nomor 36 tahun 2018. Salah satunya, kelulusan SKD ditentukan oleh passing grade. Bukan di-rangking,” tegasnya.

Menyikapi isu miring tersebut, Ishak mengimbau kepada para peserta untuk tidak langsung percaya begitu saja dengan informasi yang beredar di luar. Tanyakan langsung ke panitia yang bertugas di lokasi SKD soal kebenarannya terlebih dahulu.

“Dari pada sibuk mengurusi hal-hal yang belum pasti seperti itu, lebih baik peserta fokus mempersiapkan diri dengan belajar bersungguh-sungguh agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Jangan terpengaruhlah,” imbuhnya.

Disinggung mengenai sistem pengumuman hasil SKD tahun ini yang tidak sama seperti tahun lalu, Ishak mengaku belum dapat menjelaskan apa alasannya. Karena yang menentukan itu langsung dari pusat, bukan daerah.

“Secara teknis memang agak sulit. Untuk mengetahui lulus passing grade itu, kita harus cek satu per satu hasil dari peserta per sesinya. Kalau tahun lalu tidak seperti itu, karena yang lulus tercantum di bagian atas. Dia terurut,” sebutnya.

Ia mengaku sudah sempat meminta ke panselnas agar dibuat seperti tahun lalu, namun belum mendapatkan jawaban karena sistem itu dibuat langsung dari pusat. Kemungkinan, tidak dituliskan yang lulus dan tidak itu karena tahun ini banyak formasi yang dibuka.

Pastinya, untuk tingkat kelulusan memang tidak dapat dipungkiri jumlahnya masih sangat minim. Untuk hari pertama sebanyak 19 peserta dari total yang hadir sebanyak 489 peserta dari sesi satu hingga lima. “Hari kedua juga sedikit. Kalau tidak salah hanya 12 peserta yang lulus. Termasuk di hari ketiga ini yang lulus juga masih minim,” sebutnya.

Intinya, BKD sudah melaksanakan proses rekrutmen sesuai dengan aturan yang berlaku. Berbicara soal seperti apa hasilnya, itu sudah kembali kepada para peserta masing-masing apakah bisa atau tidak menjawab soal SKD yang diujikan.

Enam Peserta Tak Hadir Dinyatakan Gugur

Sementara itu, hari pertama, Sabtu (3/11) pelaksanan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)  di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan sebanyak lima orang peserta dinyatakan gugur karena tidak hadir.

Kelimanya tidak hadir saat pelaksanaan SKD menggunakan Computer Assisted Test (CAT). Bahkan kelima orang itu tidak tanpa keterangan. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulungan, Hj. Indriyati mengatakan, berdasarkan kesepakatan bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) bagi peserta yang tidak hadir tidak akan diberikan toleransi.

“60 menit sebelum tes peserta sudah harus ada di Laboratorium CAT, kalau terlambat kami tidak akan berikan toleransi,” ungkap Indriyati kepada Radar Kaltara, Sabtu (3/11). 

Dalam proses pelaksanaan CAT dilakukan lima sesi dengan setiap sesi 50 peserta. Sedangkan untuk materi tes SKD terbagi menjadi tiga, Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensi Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Masing-masing memiliki passing grade berbeda, TKP 143 poin, TIU 80 poin dan TWK 75 poin. “Kalau soal apakah atau tidak kami tidak tahu, karena soal semua dari Badan Kepegawaian Negara (BKN),” ujarnya.

Indriyati menambahkan, dari lima sesi hanya 5 peserta saja yang berhasil  melampaui passing grade. Artinya, peserta yang tidak melampaui itu dipastikan tidak lulus. “Sesi tiga dan sesi empat tidak ada satupun peserta yang lolos,” bebernya.

Sementara, Ayu Wulan Sari salah seorang peserta yang berhasil melampaui passing grade pada sesi pertama dengan jumlah TWK 100 poin, TIU 85 poin, dan TKP 143 poin. Wanita yang baru pertama kali mengikuti tes CPNS itu mengaku tidak memiliki persiapan khusus. Tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yang pertama itu mental harus kuat. Kedua, dukungan keluarga. Ketiga, sharing (berbagi) dengan teman yang sudah pernah mengikuti tes CPNS. “Saya juga banyak belajar soal SKD di internet,” ujarnya.

Selain itu perbanyak membaca agar lebih cepat memahami soal, karena umumnya soal tes SKD itu panjang-panjang. “Biasanya sepulang kerja saya menyempatkan waktu 2 jam untuk belajar membaca,” ujarnya.

Wanita yang juga seorang guru honorer di SDN 25 Selimau, Kelurahan Tanjung Selor Timur itu mengaku semua soal itu sulit. Tapi wanita yang saat ini sedang hamil itu berusaha mencari soal yang lebih mudah dan membuat ia merasa nyaman. “Kalau ada soal yang susah saya lewatkan dulu, saya kerjakan yang mudah terlebih dahulu,” pungkasnya. (iwk/*/jai/eza)

loading...

BACA JUGA

Senin, 19 November 2018 15:18

Revisi RTRW Dikebut

TANJUNG SELOR – Revisi Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang…

Senin, 19 November 2018 15:17

Desak Selesaikan Masalah Batas Wilayah

TANJUNG SELOR – Hingga kini, sejumlah daerah termasuk Kalimantan Utara…

Senin, 19 November 2018 15:16

Gagal Tes CPNS, Harus Lebih Kreatif

TANJUNG SELOR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan…

Senin, 19 November 2018 15:15

Dua Terdakwa Sabu Terima Hukuman 17 Tahun Penjara

TANJUNG SELOR - Dua terdakwa perkara sabu-sabu seberat 1.000,3 gram,…

Senin, 19 November 2018 15:13

Bawaslu Akan Tindak Parpol Bandel

TANJUNG SELOR – Sejak kampanye bergulir, Badan Pengawas Pemilihan Umum…

Senin, 19 November 2018 15:08

Perkara Ayah Bejat Dilimpahkan ke Kejari

TANJUNG SELOR – Setelah menerima petunjuk dari Jaksa yang menyatakan…

Senin, 19 November 2018 10:45

Pelabuhan Bunyu Butuh Restu Pertamina

BUNYU – Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie melanjutkan kegiatan…

Senin, 19 November 2018 10:43

Menikmati Buah, Turis Asing ke Desa Ardi Mulyo

WEEKEND Asyik kembali menyapa Anda di akhir pekan ini dengan…

Senin, 19 November 2018 10:41

Pemindahan Ibu Kota Tunggu RTRW Rampung

TANJUNG SELOR – Sejak ditetapkan sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan…

Senin, 19 November 2018 10:40

DIKLAIM..!! Rusunawa Didesain Tahan Gempa

TANJUNG SELOR - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .