MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 29 Oktober 2018 16:11
Berpotensi Diperpanjang Kali Kedua
MASIH MINIM: Meski sudah diperpanjang, angka cakupan imunisasi MR di Kaltara tetap rendah. PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Meski progam imunisasi measles rubella (MR), diperpanjang oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) hingga 31 oktober. Namun, cakupan imunisasi di Kalimantan Utara (Kaltara) hingga saat ini belum terpenuhi.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, cakupan MR kepada anak usia 9 bulan hingga 15 tahun hanya 62,33 persen.   “Artinya, kita di Kaltara masih kurang 33 persen untuk mencapai target Nasional sebanyak 95 persen,” ungkap Usman, Kepala Dinkes Kaltara kepada Radar Kaltara, Minggu (28/10).

Adapun waktu yang tersisa hanya tiga hari saja untuk mencapai target tersebut. Hal itu tentunya sangat sulit terjadi, karena sampai saat ini masih ada saja orang tua yang menolak anaknya mendapatkan vaksin. “Jadi saya rasa hal itu sangat sulit terjadi,” ujarnya.

Apakah nantinya ada perpanjangan lagi dari Kemenkes atau tidak, pihaknya belum berkomentar secara pasti. Yang jelas diakhir waktu yang sudah di tetapkan oleh Kemenkes cakupan itu akan terlebih dahulu dilakukan evaluasi. “Kita tunggu saja nanti seperti apa keputusan dari Kemenkes,” sebutnya.

Karena bukan hanya di Kaltara saja yang belum memenuhi cakupan itu, ada di beberapa provinsi lainya yang belum terpenuhi. “Yang jelas selama ini kita sudah berupaya, agar dapat memenuhi cakupan 95 persen,” kata Usman.

Adapun upaya yang dilakukan yaitu dengan aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat perihal bahaya penyakit campak dan rubella. “Tapi meskipun kami aktif mensosialisasikan kepada masyarakat masih ada saja orang tua yang menolak anaknya mendapatkan vaksin,” ujarnya.

Menurut Usman, dengan masih adanya anak yang belum mendapatkan imunisasi, bukan tidak mungkin anak itu akan menjadi sumber infeksius. “Penyakit ini juga sangat mudah menular melalui percikan besin atau batuk,” jelasnya.

Bahkan berdasarakan data laporan yang diterima Dinkes Kaltara pada tahun 2016, sebanyak 615 dinyatakan suspect (dicurigai) terkena penyakin campak dan rubella, dari jumlah itu sebanyak 48 jiwa dinyakan positif campak.

Kemudian di tahun 2017 pihaknya kembali menerima 626 jiwa suspect, sebanyak 33 jiwa dinyatakan positif campak  dan 14 jiwa positif rubella. Kalau di tahun 2018 ada 190 jiwa yang suspect 2  di antaranya dinyatakan positif campak sementara 8 jiwa positif rubella.  “Dari data itu kita bisa lihat kalau penyakit campak dan rubella ini ada, bukan hanya sekadar cerita saja,” ujarnya.

Usman menambahkan, dengan mendapatkan vaksin daya tahan tubuh anak akan lebih kuat dari anak yang belum mendapatkan vaksin, apalagi sejauh ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyaki ini.

“Hanya dengan vaksin ini saja anak mendapatkan kekebalan tubuh di massa mendatang,”pungkasnya. (*/jai/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 11:26

PLN Kaltimra Cek Kondisi PLTU, Ini yang Ditemukan

TANJUNG SELOR - Guna mendapatkan informasi mengenai pemadaman bergilir yang…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:25

KPU Diserang, Satu Demonstran Ditembak

TANJUNG SELOR – Massa tiba-tiba menyerbu kantor Komisi Pemilihan Umum…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:23

Ribuan Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Pemilu

TANJUNG SELOR - Ribuan personel siap dikerahkan guna mengamankan pelaksanaan…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:22

Tak Netral, ASN Dapat Dipidanakan

TANJUNG SELOR – Menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Sekretaris Provinsi (Sekprov)…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:21

Dua Bus Damri Akan Dikomersilkan

TANJUNG SELOR – Jika sesuai rencana, dalam waktu dekat ini…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:25

Mampu Jadi Penopang Ekonomi Indonesia

TANJUNG SELOR - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:23

SOA Barang Masih Proses Lelang

TANJUNG SELOR - Subsidi ongkos angkut (SOA) barang yang diprogramkan…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:23

Kaltara Miliki Prospek Pengembangan Transportasi Darat

Sejak 22 Februari 2019, Tri Wijono Djati resmi mengepalai jabatan …

Sabtu, 23 Maret 2019 10:22

Caleg Stres, RSD Siapkan Dokter Kejiwaan

TANJUNG SELOR - Meskipun di beberapa rumah sakit (RS) di…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:19

Tak Disiplin, Diskualifikasi Menanti

TANJUNG SELOR - Sebanyak 453 calon pegawai negeri sipil (CPNS)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*