MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 29 Oktober 2018 11:49
Kecewa dengan Pemerintah Daerah

Di Balik Sengketa Lahan di Empat RT Karang Anyar

KECEWA: Safari, warga RT 15 Karang Anyar menunjukkan kwitansi permohonan PTSL yang telah dilunasi. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Warga di empat rukun tetangga (RT), RT 11, 14, 15 dan 16, Karang Anyar, Tarakan Barat berharap muncul kebijakan atau keputusan terbaik menyoal status lahan yang mereka diami dalam pertemuan warga di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) November mendatang. Sebagian kawasan di Kampung Bugis itu belakangan diketahui terdaftar sebagai milik TNI AL sesuai rilis Badan Pertanahan Nasional (BPN).

SAFARI, usianya sudah menginjak 60 tahun.Mendiami kawasan RT 15, Karang Anyar, Tarakan Barat sejak 11 tahun silam. Ia bersama ratusan kepala keluarga lainnya diliputi cemas.

Kecemasan itu bukan kali pertama. Untuk kesekian kalinya. Safari menyadari, lahan yang mereka tempati statusnya belum aman, belum klir. Apalagi setelah permohonan mereka untuk Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) ditolak BPN. Peta bidang menunjukkan lahan di empat RT itu berstatus milik TNI AL.

Sebagai seorang warga yang taat, tentunya ia juga ingin mendapatkan hak legalitas atas tanah yang ia tinggali. Agar ia dapat menikmati masa tuanya di rumah kecil sederhananya.

“Itulah kami agak kaget, padahal orang sini punya surat dari Bupati Bulungan dulu. Harusnya luasnya jelas, jangan diklaim semua. Kami ini maunya bebas kan. Namanya kami di sini sudah tinggal puluhan tahun kok,” ungkapnya, Jumat (26/10). 

Safari menggantungkan harapan, seperti para kepala keluarga lainnya di kawasan itu. Dimintai ganti rugi sekalipun, kata dia, sangat berat bagi warga. “Maksudnya kemarin ada opsi ganti rugi, tapi tidak mungkin kita membayar kan orang kita punya surat. Tapi kalau dari jalur hukum jelas kita yang salah karena dianggap melawan negara. Harapan kami itu pemerintah dapat membantu untuk membayar ganti rugi yang diminta,” tukasnya.

Ia menerangkan, dalam situasi seperti ini seharusnya pemerintah tidak menutup mata. Mengingat persoalan agraria antara militer dan rakyat kerap terjadi. “Kemarin maunya warga ini pemerintah bisa menjadi penengah lah buat masyarakat karena yang keluarkan surat warga ini dari pemerintah juga. Ini pemerintah sekarang lepas tangan,” bebernya.

Selain itu, ia menerangkan saat proses pengukuran peta bidang PTSL, seluruh warga telah membayar operasionalnya. Meski demikian, hasil pengukuran tersebut dirasa membuat warga khawatir karena keterangan kepemilikannya.

“Kemarin pas pengukuran kami sudah bayar juga sama RT. Pas pengukuran juga ada semua, lurah, tentara, polisi, pertanahan. Saat itu tidak ada pemberitahuan kalau kawasan ini milik TNI AL. Baru peta bidang itu keluar kami kaget ternyata daerah yang kami tinggali dalam keterangan peta bidang masuk wilayah Angkatan Laut,” jelasnya.

Hidup di usia senja tentulah tidak mudah bagi Safari jika kemungkinan buruk terjadi. Ia mengaku sudah tak dapat membangun rumah baru lagi.

“Anak saya empat, dua sudah berkeluarga, duanya lagi belum. Saya hanya penjual mainan keliling yang hasilnya tidak seberapa. Rumah inilah satu-satunya harta saya. Kalau tanahnya diklaim kami nanti tinggal di mana,” tuturnya.

Di kawasan itu juga berdiri sejumlah fasilitas seperti rumah ibadah di RT 14. Meski demikian, menurut Sukirno ketua RT 14 sekaligus pengurus masjid itu, jika TNI AL berkomitmen memberi pengecualian.

Ia juga menerangkan jika TNI AL berjanji tidak akan melakukan pengusiran dan memilih mencari solusi terbaik agar tidak merugikan masyarakat. “Masjid ini juga masuk lahan Angkatan Laut, tapi kemarin komandannya sudah bilang ke kami kalau masjid ini dimasukkan dalam status khusus yang tidak mendapatkan gugatan. Tapi sebenarnya komandannya juga bilang kalau semua rumah di empat RT ini diusahakan mendapat solusi terbaik,” yakinnya.

Safari dan Sukirno berharap semoga perkara status kepemilikan lahan tersebut dapat berpihak kepada masyarakat. (*/zac/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 11:27

Kapolda: Jangan Bagi Berita Enggak Jelas Sumbernya

TARAKAN – Menjelang pelaksanaan pemungutan suara pada pemilihan legislatif dan…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:16

Akun FB Dipolisikan, Iwan Sebut Kritikan

TANJUNG SELOR - Sahabat Irianto Lambire melaporkan akun media sosial…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:14

Curi Motor Teman Sendiri

TARAKAN – Nekat membawa kabur motor teman sendiri, wanita berinisial…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:14

Pencuri Spesialis Waktu Subuh Dibekuk Polisi

TARAKAN – Anggota reskrim di Kepolisian Kawasan Sektor Pelabuhan (KSKP)…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:12

Jalan Terbelah, Pengendara Resah

TARAKAN - Terlihat ada jalan nyaris terbelah 2 di Jalan…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:38

“Aldy Melawan Kejahatan Tingkat Tinggi”

TARAKAN – “Iyaaa mamiku.” Diakhiri dengan emoji penuh cinta. Itulah…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:34

Pemadaman Bergilir, RSUD Tarakan Paling Terdampak

TARAKAN – Selama pemadaman listrik bergilir diberlakukan  keluhan tidak hanya…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:32

Tanpa Izin Edar, Produk Beku Disita

TARAKAN – Penindakan terhadap produk beku di salah satu gedung…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:27

Divonis Mati, Dua Terpidana Sabu 4 Kg Banding

TARAKAN- Usia divonis hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:15

Berlakukan Satu Arah

TARAKAN - Tingginya tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*