MANAGED BY:
KAMIS
27 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 27 Oktober 2018 10:43
Perempuan Eks PMI Rentan Kekerasan
WILAYAH TRANSIT: Deportasi pekerja migran Indonesia melalui pintu Pelabuhan Tunon Taka Nunukan masih rutin setiap sekali dalam dua pekan. Mereka yang dideportasi, umumnya kesulitan untuk mendapat pekerjaan di perbatasan. SYAMSUL/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Tak hanya mereka yang masih berstatus calon, para pekerja migran Indonesia (PMI) turut diseriusi pemerintah. PMI semakin lekat dengan cerita-cerita suram. Khususnya para perempuan.

Tiga masalah yang paling mengemuka dihadapi eks PMI, ekonomi, kekerasan dan pemenuhan hak anak yang ditinggalkan oleh orangtua saat bekerja di luar negeri.

Asisten Deputi Perlindungan Perempuan dalam Ketenagakerjaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-P3A) Sunarti mengatakan, salah satu cara mengatasi itu melalui advokasi pembentukan bina keluarga TKI wajib didukung pemerintahan di daerah.

“Meskipun Nunukan ini hanya daerah transit, tapi tidak tertutup kemungkinan ada PMI yang ingin menetap di Nunukan ini. Nah, mereka inilah yang dirangkul dan diarahkan agar mendapatkan pelayanan dan penghidupan yang baik. Khususnya kaum perempuan,” kata Dra. Sunarti, M.Si, kepada sejumlah media usai pembukaan kegiatan advokasi pembentukan bina keluarga TKI di salah satu hotel di Nunukan, Kamis (25/10).

Sebelumnya pembentukan bina keluarga dilakukan di daerah penyalur TKI. Sebagian besar TKI merupakan perempuan. Data dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) terdapat 6 juta orang PMI bekerja di luar negeri. Dari jumlah tersebut, 72 persen merupakan perempuan.

Disebutkan, pembentukan bina keluarga TKI ini sudah ada 117 kelompok yang dibentuk berada di 12 provinsi yang tersebar di 63 kabupaten/kota. Dari total itu sudah banyak yang berhasil dan memberikan manfaat kepada eks PMI.

Sunarti menjelaskan, jika telah terbentuk kelompok bina TKI ini maka ada sinergitas terhadap sejumlah perangkat daerah dalam memberikan pelayanan dan pengarahan kepada para eks PMI ini. Baik persoalan keluarga hingga usaha mandiri setelahnya. “Makanya, semua perangkat daerah diminta untuk mendukung wacana ini melalui penandatanganan kesepakatan untuk mendukung program lintas sektoral ini,” ujarnya.

Koordinator Crisis Centre Seksi Perlindungan Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nunukan Nur Bintang menyebutkan, program bina keluarga PMI sebenarnya sudah lama dijalankan.

Dari proses deportasi oleh pemerintah Malaysia itu jumlah eks PMI yang kembali ke Nunukan dan ingin menetap di perbatasan sangat kecil. “Terakhir terjadi pada 2002 lalu. Waktu itu terjadi pemulangan besar-besar dari Malaysia. Akhirnya banyak yang menetap di Nunukan karena malu pulang kampung juga,” ungkap Nur Bintang kepada media ini, kemarin (25/10).

Rerata mereka yang menetap telah memiliki rumah dan menjadi warga Kabupaten Nunukan. Ada yang bekerja sebagai pedagang atau bekerja di perusahaan swasta lainnya. Termasuk, ada juga yang telah bekerja di kantor pemerintahan menjadi aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai honorer.

“Data yang ada itu mereka berasal dari luar. Kalau mereka yang warga  Nunukan atau Kalimantan Utara (Kaltara) memang pernah ada, tapi jumlahnya kecil. Mayoritas itu dari Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur (NTT),” imbuhnya. (oya/lim)


BACA JUGA

Kamis, 27 Juni 2019 10:45

Masih Meramu Win-Win Solution

TARAKAN – Rencana penghentian aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tengkayu…

Kamis, 27 Juni 2019 10:41

Butuh Sepekan Rilis Hasil Olah TKP

TARAKAN – Kepolisian kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)…

Kamis, 27 Juni 2019 10:39

Alasan Go Green, Kenalkan Motor Listrik

TARAKAN – Kendaraan roda dua biasanya menggunakan bahan bakar minyak…

Kamis, 27 Juni 2019 10:16

Ngga Diminati Lagi, Populasi Angkot Mengalami Penurunan

TARAKAN - Semakin majunya perkembangan zaman, disertai dengan maraknya pertumbuhan…

Kamis, 27 Juni 2019 10:15

UMKM Harus Segera Urus Izin

TARAKAN – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang…

Kamis, 27 Juni 2019 10:00

Drainase Dangkal, Air Mudah Meluap

TARAKAN – Perihal dangkalnya drainase masih menjadi permasalahan serius di…

Rabu, 26 Juni 2019 10:32

PPDB, Orangtua Hampir Pingsan Menunggu Antrean

TARAKAN – Hari kedua pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di…

Rabu, 26 Juni 2019 10:28

“Saya Kehilangan Orang Terbaik di Hidup Saya”

TARAKAN – Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun , ibunda…

Rabu, 26 Juni 2019 10:27

Larangan Aktivitas Bongkat Muat Kukuh Diberlakukan di Pelabuhan Ini

TARAKAN – Surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Kalimantan…

Rabu, 26 Juni 2019 10:24

Cegah Hoaks-Ujaran Kebencian dengan Komsos

TARAKAN – Upaya menjalin persatuan dan kesatuan untuk mempererat Kebhinekaan masyarakat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*