MANAGED BY:
RABU
20 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 27 Oktober 2018 10:43
Perempuan Eks PMI Rentan Kekerasan
WILAYAH TRANSIT: Deportasi pekerja migran Indonesia melalui pintu Pelabuhan Tunon Taka Nunukan masih rutin setiap sekali dalam dua pekan. Mereka yang dideportasi, umumnya kesulitan untuk mendapat pekerjaan di perbatasan. SYAMSUL/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Tak hanya mereka yang masih berstatus calon, para pekerja migran Indonesia (PMI) turut diseriusi pemerintah. PMI semakin lekat dengan cerita-cerita suram. Khususnya para perempuan.

Tiga masalah yang paling mengemuka dihadapi eks PMI, ekonomi, kekerasan dan pemenuhan hak anak yang ditinggalkan oleh orangtua saat bekerja di luar negeri.

Asisten Deputi Perlindungan Perempuan dalam Ketenagakerjaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-P3A) Sunarti mengatakan, salah satu cara mengatasi itu melalui advokasi pembentukan bina keluarga TKI wajib didukung pemerintahan di daerah.

“Meskipun Nunukan ini hanya daerah transit, tapi tidak tertutup kemungkinan ada PMI yang ingin menetap di Nunukan ini. Nah, mereka inilah yang dirangkul dan diarahkan agar mendapatkan pelayanan dan penghidupan yang baik. Khususnya kaum perempuan,” kata Dra. Sunarti, M.Si, kepada sejumlah media usai pembukaan kegiatan advokasi pembentukan bina keluarga TKI di salah satu hotel di Nunukan, Kamis (25/10).

Sebelumnya pembentukan bina keluarga dilakukan di daerah penyalur TKI. Sebagian besar TKI merupakan perempuan. Data dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) terdapat 6 juta orang PMI bekerja di luar negeri. Dari jumlah tersebut, 72 persen merupakan perempuan.

Disebutkan, pembentukan bina keluarga TKI ini sudah ada 117 kelompok yang dibentuk berada di 12 provinsi yang tersebar di 63 kabupaten/kota. Dari total itu sudah banyak yang berhasil dan memberikan manfaat kepada eks PMI.

Sunarti menjelaskan, jika telah terbentuk kelompok bina TKI ini maka ada sinergitas terhadap sejumlah perangkat daerah dalam memberikan pelayanan dan pengarahan kepada para eks PMI ini. Baik persoalan keluarga hingga usaha mandiri setelahnya. “Makanya, semua perangkat daerah diminta untuk mendukung wacana ini melalui penandatanganan kesepakatan untuk mendukung program lintas sektoral ini,” ujarnya.

Koordinator Crisis Centre Seksi Perlindungan Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nunukan Nur Bintang menyebutkan, program bina keluarga PMI sebenarnya sudah lama dijalankan.

Dari proses deportasi oleh pemerintah Malaysia itu jumlah eks PMI yang kembali ke Nunukan dan ingin menetap di perbatasan sangat kecil. “Terakhir terjadi pada 2002 lalu. Waktu itu terjadi pemulangan besar-besar dari Malaysia. Akhirnya banyak yang menetap di Nunukan karena malu pulang kampung juga,” ungkap Nur Bintang kepada media ini, kemarin (25/10).

Rerata mereka yang menetap telah memiliki rumah dan menjadi warga Kabupaten Nunukan. Ada yang bekerja sebagai pedagang atau bekerja di perusahaan swasta lainnya. Termasuk, ada juga yang telah bekerja di kantor pemerintahan menjadi aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai honorer.

“Data yang ada itu mereka berasal dari luar. Kalau mereka yang warga  Nunukan atau Kalimantan Utara (Kaltara) memang pernah ada, tapi jumlahnya kecil. Mayoritas itu dari Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur (NTT),” imbuhnya. (oya/lim)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…

Selasa, 19 Maret 2019 11:35

Terdengar Letupan Usai Genset Mati

TARAKAN - Diduga adanya arus pendek listrik, satu rumah di…

Selasa, 19 Maret 2019 11:30

Sukses Ungkap 10 Kg Narkoba, Kapolres Beri Target Baru

KAPOLRES Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengapresiasi terhadap kinerja Satreskoba Polres…

Selasa, 19 Maret 2019 10:39

Sebagian Ekspor Masih Singgah Surabaya

TARAKAN- Meski ekspor plywood di Bumi Paguntaka saat ini telah…

Selasa, 19 Maret 2019 10:37

TNI Siap Bantu Polri Mengamankan Pemilu

TARAKAN – Komandan Kodim (Dandim) 0907 Tarakan  Letkol Inf Eko…

Selasa, 19 Maret 2019 10:33

Warga di Sini Harap Banget Pengaspalan Tahun Ini

TARAKAN - Jalan yang masih bertekstur tanah dan pasir selalu…

Senin, 18 Maret 2019 11:00

BLARRRR...!! Satu Pekerja Tewas di Stasiun G-8 Medco E&P

TARAKAN – Sudarman (35) dan Boy (40) berada di sekitar…

Senin, 18 Maret 2019 10:58

KUMAT LAGI..!! Pemadaman Listrik Bergiliran 4 Jam

PEMADAMAN yang direncanakan selama 14 jam meleset jauh dari jadwal…

Senin, 18 Maret 2019 10:57

14 Jam Gas PGN Terhenti

KEPOLISIAN masih melakukan penyelidikan terhadap ledakan di area Stasiun Pengumpul…

Senin, 18 Maret 2019 10:54

Kriteria Itu di Hati Masyarakat

Memasuki tahun politik 2019, baliho-baliho calon legislatif (caleg) berdiri kokoh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*