MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 26 Oktober 2018 00:02
Warga 4 RT Resah, Tukar Guling 61 Hektare Dipertanyakan
PADAT PERMUKIMAN: Kawasan RT 11, 14, 15 dan 16 Karang Anyar, Tarakan Barat. FOTO: JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Warga di RT 11, 14, 15 dan 16, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat belum bisa tidur nyenyak. Ini menyusul status lahan yang mereka diami saat ini.

TNI AL berencana menggunakan lahan-lahan tersebut. Pembahasan awal pekan ini mulai mengerucut pada sebuah solusi penyelesaian. Yakni membawa persoalan tersebut ke Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Sekretaris Forum Kampung Bugis Bersatu Mochammad Azis Alfatah mengungkapkan, solusi untuk duduk bersama di Kemenhan ditempuh sebagai muara dari beberapa kali pertemuan dengan Pemerintah Kota (Pemkot), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) XIII. 

Selasa 23 Oktober lalu, ada tiga kesepakatan. Pertama segera menjadwalkan pertemuan seluruh pihak yang berkepentingan di Kemenhan. Kedua, Pemkot melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) serta BPN segera menyiapkan dokumen dan aturan terkait seluruh lahan TNI AL yang ditempati masyarakat.

“Terlepas dari rencana, Pemkot dan DPRD akan berkoordinasi dengan Kemenhan. Dalam hal ini kami tetap meminta kepada pemerintah supaya kami dilibatkan dalam pengurusan itu, supaya bisa kami tahu dan bisa menjelaskan kepada masyarakat karena kami adalah lembaga resmi di sini. Berkewajiban dan punya tanggung jawab moral pada masyarakat untuk mengawal permasalahan ini,” ujar Azis.

Permasalahan lahan terjadi sejak 1982 dan belum menemui titik terang. Meski demikian, Azis mewakili warga mengaku tetap berharap akan ada penyelesaian. Selama ini pihaknya juga sudah melakukan berbagai upaya, salah satunya musyawarah kekeluargaan bersama TNI AL.

“Pihak (Lantamal XII) di sini tidak bisa memutuskan, jadi mereka harus bisa mengkoordinasikan dengan atasannya di pusat. Untuk menempuh jalur hukum pun tidak bisa, karena di BPN, tanah ini sudah ada keterangan milik TNI AL. Makanya kemudian kami menempuh cara kekeluargaan, Komandan (Danlantamal) pun bilang tidak mungkin akan digusur, karena  sudah dimukim oleh masyarakat,” ungkapnya.

Disebutkan Azis, Pemkot pada periode 2009-2014 sempat menganggarkan dana untuk tukar guling tanah yang diklaim TNI AL seluas 61 hektare. Namun, warga tidak mengetahui apakah lahan yang dimaksud termasuk daerah permukiman mereka.

“Versi DPRD telah meminta Pemkot tukar guling, dalam hearing  2009 sampai 2014, ada anggaran sejumlah puluhan miliar untuk tukar guling tanah TNI AL kepada masyarakat yang sudah ditempati. Hanya, sampai sekarang belum ada penjelasan, makanya sampai sekarang kami pun bertanya masalah itu,” tambahnya.

Terlepas dari itu, pihaknya menghormati proses yang sedang berjalan. Apa pun keputusannya kelak, warga tetap akan menerima. Dengan harapan tidak memberatkan dan membebani masyarakat.

“Warga di sini hanya meminta kepastian akan legalitas lahan yang mereka tempati, yang penting jelas, dan tidak memberatkan masyarakat. kami di sini juga sama-sama sedang berusaha, dan mengikuti tahapannya. Kalau mentok di Kemenhan, mau tidak mau kami ke Presiden,” tuturnya.

Ketua Forum Kampung Bugis Bersatu Hendry Sere Tilo menambahkan, rencana pertemuan di Kemenhan akan diadakan pada November mendatang. “Rencana November kita mau ke Jakarta, ke Kemenhan RI, karena tidak bisa diselesaikan di sini. Kami berharap ini segera ada ujung penyelesaiannya, agar semua bisa menjadi jelas,” jelasnya.

Sebelumnya, Komandan Lantamal XIII Tarakan Laksamana Pertama TNI Judijanto menceritakan awal mula kepemilikan tanah tersebut. Tanah yang berada di empat RT tersebut merupakan hibah dari TNI AD kepada TNI AL pada 1963. “Pada saat itu Lanal Tarakan masih kecil, sehingga untuk mengelola lahan yang ada di sana tidak bisa dilakukan, pada saat itu ada warga yang menyewa lahan tersebut kepada TNI AL dan diberikan surat izin menempati, bukti suratnya ada pada kami hingga saat ini,” bebernya.

Seiring berjalannya waktu, lokasi tersebut dipadati penduduk. Status lahan tersebut masih milik Lantamal XIII Tarakan, tidak sekali pun pihaknya mengusir warga yang tinggal di lokasi tersebut. “Tidak mungkin kami mengusir warga yang tinggal di sana, karena kami punya iktikad baik untuk menyelasaikan permasalahan ini,” bebernya.

Ada dua opsi yang bisa ditempuh untuk menyelesaikan persoalan ini. Pertama, melalui jalur hukum. Kedua diselesaikan secara kekeluargaan. “Kalau opsi melalui jalur hukum tentunya ke depan akan menimbulkan konflik, opsi kedua menurut saya yang bisa menjadi jalan keluar yang baik untuk semua pihak,” tuturnya.

Opsi kedua tidak dalam lingkup kota atau provinsi, karena tanah yang ditempati warga tersebut merupakan tanah negara yakni Kementerian Pertahanan. “Jadi untuk menyelesaikannya, harus melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertahanan, pastinya tidak mudah untuk menyelesaikan persoalan di pusat, harus ada sinergi antara warga, Pemkot Tarakan dan DPRD Tarakan, pada dasarnya Lantamal XIII Tarakan siap menfasilitasi persoalan ini,” ungkapnya.

Wali Kota Tarakan Ir. Sofian Raga mengungkapkan bahwa tumpang tindih lahan di lokasi tersebut merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, sehingga tidak berlarut-larut.

“Persoalan ini sudah pernah dibahas, senyap, muncul lagi, begitu terus menerus, sehingga adanya pertemuan kali ini kami pastikan persoalan ini sudah bisa diselesaikan,” ujarnya. (eru/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 21:02

Selumit Membara, Dua Rumah Warga Diamuk Si Jago Merah

 TARAKAN - Kebakaran hebat terjadi di Kelurahan Selumit  perbatasan RT…

Jumat, 18 Januari 2019 12:23

Hasil Debat Pengaruhi Pilihan

TARAKAN – Aksi saling sindir mewarnai debat perdana pasangan calon…

Jumat, 18 Januari 2019 12:20

Lima Bulan Terakhir, Produksi Sampah Berkurang

TARAKAN - Meski Tempat Pembuangan Sampah (TPA) saat ini sangat…

Jumat, 18 Januari 2019 12:17

Ditemukan Dompeng, Diduga Milik Rustan

TARAKAN - Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian terhadap warga…

Jumat, 18 Januari 2019 12:15

Dahlan Iskan: Pers Itu Lembaga Perjuangan

SAMARINDA - Pers tak hanya sekadar pekerjaan yang dapat dijadikan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:13

Sembilan ASN Melanggar, Diberikan Pembinaan

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan telah melakukan pengawasan dan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:12

Jadwal Ujian Nasional Dimajukan

TARAKAN - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang akan diselenggarakan pada…

Jumat, 18 Januari 2019 11:43

Terdakwa Mengaku Hanya Iseng Membuat Video

TARAKAN – Terdakwa terduga terorisme yaitu Agus Salim mengungkapkan alasan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:24

Beli Sabu, Petani Rumput Laut Diamankan Anggota Marinir

TARAKAN – Dua pria yang diketahui merupakan petani rumput laut…

Jumat, 18 Januari 2019 10:32

Ilmu Kepemimpinan Harus Dimiliki Kepala Sekolah

TARAKAN - Panggilan menjadi seorang pemimpin di sekolah bukanlah hal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*