MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 23 Oktober 2018 12:33
Formulasikan Budaya ke Dunia Pendidikan
DILESTARIKAN: Budaya yang ada di Bulungan diharapkan dapat diformulasikan ke dunia pendidikan. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan dapat memformulasikan aspek - aspek budaya ke dunia pendidikan.

Ketua DPRD Bulungan, Syarwani mengatakan alasan tersebut dilontarkannya pernyataan tersebut dikarenakan pihaknya ingin kebudayaan yang ada di Bulungan, agar tetap selalu diingat dan dilestarikan oleh kalangan pelajar.

"Memang penting antara formulasi budaya ini masuk ke dunia pendidikan," ungkap Syarwani kepada Radar Kaltara saat ditemui di sela-sela kegiatan pawai budaya HUT Tanjung Selor ke-228 dan Bulungan ke-58,Senin (22/10).

Dikatakannya juga, meski sejauh ini pengaruh budaya luar tak begitu signifikan berdampak pada pemuda - pemudi di Bumi Tenguyun sebutan lain Bulungan. Namun, antisipasi sejak dini penting untuk dilakukan.

"Jangan sampai pengaruh budaya luar ini merambah luas baru bergerak melakukan aksi. Tapi, ada baiknya sejak dini dilakukan pencegahan," ujar wakil rakyat ini.

Dan, lanjutnya, pencegahan bisa dimulai sejak anak didik dari tingkat PAUD/TK. Pasalnya, dari tingkat itu diyakini menjadi fase awal dalam membentuk generasi yang baik dan berkualitas.

"Tapi bukan berati di fase tingkat pendidikan lainnya tak termasuk. Di sini saran kami untuk semuanya. Yang mana, soal kebudayaan dapat masuk ke pendidikan dalam muatan lokalnya," tuturnya.

Dalam hal ini, pihaknya mengaku siap jika diajak duduk bersama membahas tentang pelaksanaan aspek budaya masuk muatan lokal nantinya. Sebab, dari kebudayaan ini akan banyak terdapat manfaat dibaliknya.

"Kita akan menunggu diajak duduk bersama bahas soal wacana budaya masuk ke dalam muatan lokal," katanya.

Di sisi lain, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk dapat bersama menjaga dan melestarikan budaya. Tujuannya, agar budaya ini tak luntur oleh berjalannya waktu. "Mari bersama kita menjaga budaya ini. Dan diharapkan Pemkab Bulungan dapat menyikapinya segera," tutupnya.

Terpisah, Bupati Bulungan H. Sudjati mengaku siap dalam melakukan formulasi budaya ke dunia pendidikan. Namun, pihaknya akan mengkomunikasikan dahulu kepada OPD (organisasi perangkat daerah) terkait. Dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan.

"Ini memang sangat baik. Kami akan menindaklanjutinya," ungkapnya saat dikonfirmasi.

Terkait apakah program itu dapat diterapkan tahun ini. Orang nomor satu di Bulungan ini menilai hal itu sejatinya bisa saja. Pasalnya, program itu akan masuk dalam muatan lokalnya. "Kita upayakanlah tahun ini sudah bisa diterapkan," ujarnya.

Akan tetapi, tak lupa pihaknya tetap mengingatkan kepada seluruh masyarakat Bulungan untuk dapat hidup rukun dan saling menghargai dan menghormati perbedaan antar suku dan budaya.

“Mari bersama kita jaga kerukunan,’’ pungkasnya.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara telah menyerahkan pokok pikiran kebudayaan daerah (PPKD) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Di mana, dari pendataan lima kabupaten/kota di Kaltara memiliki 11 pokok pikiran. Terdiri dari bahasa sebanyak 38, manuskrip ada 11, adat istiadat 34, ritus 34, 26 tradisi analisa, 24 pengetahuan tradisional, 25 teknologi tradisi, 105 permainan rakyat, 24 olahraga tradisional dan 58 budaya.

Kepala Disdikbud Kaltara, Sigit Muryono menyampaikan, penyusunan PPKD sesuai dengan amanat UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Permajuan Kebudayaan, PP Nomor 65 tahun 2018 tentang Tatacara Penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah dan Strategi Budaya. Serta, SK Gubernur Kaltara nomor 188.44/K.692/2018 tentang pokok pikiran kebudayaan daerah Provinsi Kaltara.

“Kaltara mampu menyelesaikan penyusunan dokumen PPKD bersama 17 provinsi lainnya se-Indonesia. Diserahan ke Kemendikbud RI di Jakarta,” ucap Sigit Muryono kepada Radar Kaltara, Senin (22/10).

 “Komitmen menyelesaikan dan menyerahkan dokumen PPKD sebagai kelengkapan dokumen menjadi dasar penyusunan strategi kebudayaan,” pungkasnya. (omg/akz/nri)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*