MANAGED BY:
RABU
20 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 22 Oktober 2018 14:19
Buruh Migran Dicegat via Jalur Seksi
GAGAL KE JIRAN: Kapolda Kaltara Brigjen Indrajit saat mengunjungi calon buruh migran di Rusunawa, Jalan Ujang Dewa, Nunukan Selatan, Minggu (21/10). RIKO ADITYA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, ASRIDADI (25) tergiur dengan iming-iming gaji dari salah seorang calo buruh migran di Sebatik. Ia dijanjikan dapat bekerja di sebuah perusahaan di Malaysia.

Pria asal Sulawesi Selatan (Sulsel) semakin yakin mengadu nasib di negeri tetangga setelah mendengar cerita temannya yang baru saja balik dari Malaysia. Asridadi sudah cukup lama menganggur.

Namun, niatnya itu harus dikubur sementara usai diamankan Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama 38 calon buruh migran lainnya di Sebatik, Jumat (19/10) subuh. Asridadi berada di Sebatik setelah sebelumnya dijemput seorang calo asal Sebatik langsung di Sulsel.

“Belum pernah ke sana, tapi pernah dicerita teman yang sudah di sana kerjanya betul dan digaji hingga 800 ringgit. Karena tidak ada kerjaan juga, dan orang tua biaya murah lewat Sebatik, jadi mau saja,” aku Asridadi.

Gaji RM 800 jika dikurskan sebesar Rp 2,8 juta. Gaji tersebut masih di bawah upah minimun kota (UMK) Tarakan sebesar Rp 3,2 juta.

Asridadi diamankan di salah satu rumah penampungan di Sungai Pancang, Sebatik Utara. Wilayah itu berhadapan langsung dengan Tawau, salah satu di Negara Bagian Sabah. Mereka yang berangkat ke Tawau, hanya butuh perjalanan belasan menit dari lokasi ini, masuk dari sungai-sungai kecil dengan menggunakan speedboat. Para buruh migran yang diamankan diketahui akan berangkat menuju Malaysia pagi itu.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kaltara baru mengamankan seorang terduga calo atau penyelundup. Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit mengatakan, operasi itu merupakan hasil penyelidikan yang dalam beberapa pekan terakhir. Di daerah Sungai Nyamuk, Sebatik Timur diketahui banyak kegiatan penyelundupan buruh migran.

“Mereka ini didatangkan oleh pengurusnya (calo) dari Sulawesi. Diajak kerja dan diiming-iming gaji tinggi. Yang tertarik dibawa ke Sebatik, terlebih dahulu dikumpul di penampungan. Setelah banyak, baru mereka diberangkatkan,” ungkap Indrajit kepada Radar Tarakan, kemarin (21/10).

Di depan para buruh migran yang diamankan, Indrajit berpesan setelah kejadian ini, tak ada lagi yang terpengaruh dengan iming-iming gaji besar. Sejatinya, calo buruh migran hanya mencari keuntungan.

Indrajit memberi pemahaman, jika pekerjaan bisa didapatkan di mana pun. Tidak mesti keluar negeri. Di Kaltara pun sama, apalagi standar gaji atau UMK cukup tinggi. “Jika ingin bekerja di Malaysia, kalian (buruh migran, Red) haruslah legal, sesuai prosedur. Kalau tidak, bagaimana kami atau pemerintah Indonesia bisa membela, jika kalian ilegal. Kita akan dihina karena ilegal. Seandainya legal, kami akan habis-habisan membela kalian,” pesannya.

Kepolisian menduga masih ada tersangka lain dalam kasus ini. Indrajit berjanji akan menangkap kembali pelaku-pelaku lainnya usai dilakukan penyidikan lebih mendalam. Pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Dalam Pasal 81, jelas dilarang orang atau perseorangan melaksanakan penempatan pekerja migran Indonesia. Ancaman hukuman pidananya paling lama 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 15 miliar.

Sementara itu, Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan (BP3TKI) Nunukan Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, dari data pihaknya selama tiga tahun terakhir, angka deportasi telah mencapai puluhan ribu WNI. Ia mengaku, setiap dua pekan pihaknya menerima deportasi dari Malaysia.

Tentunya pemulangan ini dipicu dengan permasalahan yang sama seperti permasalahan dokumen keimigrasian juga terlibat kriminalitas lainnya seperti narkoba. WNI yang dideportasi umumnya menempuh jalur ilegal masuk ke Malaysia.

Ahmad juga membeberkan jika wajah-wajah yang dideportasi di antaranya buruh migran yang tidak kapok diamankan aparat Malaysia. “Kenapa mereka kembali, karena mereka punya keluarga di sana (Malaysia). Mereka punya anak dan istri, begitu sebaliknya. Jadi segala cara akan dilakukan mereka untuk kembali,” urai Ahmad.

Belum lagi dengan kondisi lokasi yang sangat dekat dengan Malaysia. Cukup 15 menit saja, WNI sudah bisa ke Malaysia. Untuk memuluskan para buruh migran sampai ke Malaysia, di perbatasan mudah ditemui oknum yang menyanggupi keberangkatan menuju Tawau, kota terdekat dari Sebatik.

Tak hanya itu, ia juga menegaskan kurangnya koordinasi antaraparat sehingga kasus tersebut belum dapat diputus. Untuk sementara, sejumlah WNI tersebut ditampung di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Jalan Ujang Dewa, Nunukan Selatan.

Nantinya jika ada yang ingin dipulangkan, akan dibiayai BP3TKI. Sementara yang benar-benar akan ke Malaysia, terlebih dahulu dibina dan dibimbing hingga siap dipekerjakan. “Untuk yang ingin bekerja di Nunukan, BP3TKI juga akan memfasilitasi untuk bekerja di perusahaan yang ada di Kaltara,” kata Ahmad. (raw/lim)

 

Buruh Migran Dicegat via Jalur Seksi

 


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…

Selasa, 19 Maret 2019 11:35

Terdengar Letupan Usai Genset Mati

TARAKAN - Diduga adanya arus pendek listrik, satu rumah di…

Selasa, 19 Maret 2019 11:30

Sukses Ungkap 10 Kg Narkoba, Kapolres Beri Target Baru

KAPOLRES Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengapresiasi terhadap kinerja Satreskoba Polres…

Selasa, 19 Maret 2019 10:39

Sebagian Ekspor Masih Singgah Surabaya

TARAKAN- Meski ekspor plywood di Bumi Paguntaka saat ini telah…

Selasa, 19 Maret 2019 10:37

TNI Siap Bantu Polri Mengamankan Pemilu

TARAKAN – Komandan Kodim (Dandim) 0907 Tarakan  Letkol Inf Eko…

Selasa, 19 Maret 2019 10:33

Warga di Sini Harap Banget Pengaspalan Tahun Ini

TARAKAN - Jalan yang masih bertekstur tanah dan pasir selalu…

Senin, 18 Maret 2019 11:00

BLARRRR...!! Satu Pekerja Tewas di Stasiun G-8 Medco E&P

TARAKAN – Sudarman (35) dan Boy (40) berada di sekitar…

Senin, 18 Maret 2019 10:58

KUMAT LAGI..!! Pemadaman Listrik Bergiliran 4 Jam

PEMADAMAN yang direncanakan selama 14 jam meleset jauh dari jadwal…

Senin, 18 Maret 2019 10:57

14 Jam Gas PGN Terhenti

KEPOLISIAN masih melakukan penyelidikan terhadap ledakan di area Stasiun Pengumpul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*