MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 22 Oktober 2018 14:14
Delapan Tahun Putus Komunikasi dengan Orangtua
HARU: Ilyas menahan air mata usai berkomunikasi kembali dengan ibunya, setelah 8 tahun putus kontak. DOKUMENTASI PMI NUNUKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Sebanyak 88 buruh migran Indonesia, Kamis (18/10) dipulangkan melalui Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, setelah sebelumnya berada di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Tawau, Malaysia.

Sebagai upaya melakukan pemulihan hubungan keluarga terhadap mereka, Palang Merah Indonesia (PMI) Nunukan  menugaskan 12  relawannya melakukan pendampingan selama di Nunukan. Menariknya dari pendampingan, salah satu buruh migran bernama Ilyas bin H. Abdul Razak melaporkan kepada petugas bahwa sudah 8 tahun sejak berangkat merantau ke Sabah, Malaysia menjadi TKI tidak pernah lagi berkomunikasi dengan keluarganya.

“Selama 8 tahun tersebut dia tidak bisa berkomunikasi dengan Mama Aji yang tidak lainnya ibunya, karena handphone miliknya hilang saat bekerja di Sabah,” tutur Kepala Markas PMI Kaltara Amrin, Minggu (21/10).

Sejak kehilangan HP, Ilyas kehilangan kontak untuk berkomunikasi dengan keluarganya yang berada di Desa Bahon Soae, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng). “Dia (Ilyas) mendatangi relawan yang ada di lapangan, meminta untuk dapat difasilitasi komunikasi dengan keluarganya di kampung, dia ingin mengetahui secara pasti kondisi keluarganya pasca terjadinya gempa dan tsunami di daerah Sulteng,” tuturnya.

Petugas yang ada di lapangan lantas membantu memfastilitasi permintaan Ilyas, dengan mendaftarkan nama Ilyas dalam layanan restoring family links atau red cross message.

“Setelah didaftarkan, baru pada tanggal 19 Oktober sekitar pukul 08.30 WITA, diterima permohonan red cross message untuk diteruskan kepada keluarganya bernama H. Abdul Razak dan Hj. Jonareng yang beralamat di Desa Bahon Soae Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali, Sulteng,” ungkapnya.

Adanya permohonan masuk tersebut, PMI Nunukan bersama PMI Kaltara berkomunikasi dengan PMI Sulteng dalam hal ini koordinasi restoring family links Provinsi Sulteng, Andi Satar untuk membantu meneruskan dan melakukan pencarian  keluarga Ilyas yang ada di Kabupaten Morowali.

“Bapak Andi Satar merespons cepat terkait hal ini dengan menghubungi PMI Morowali untuk melakukan pencarian alamat yang dimaksud.

“Pencarian yang dilakukan oleh rekan-rekan PMI Morowali membuahkan hasil yang menggembirakan. Setelah dilakukan penjelasan terkait berita palang merah yang ditulis, akhirnya orang tua dari Ilyas sangat gembira dan bahagia dapat kembali bisa mengetahui kondisi dan kesehatan anaknya saat ini,” bebernya.

Setelah mendapatkan informasi dari PMI Morowali bahwa keluarga yang dimaksud suda ditemukan, Andi Satar kemudian menyampaikan hal tersebut kepada salah satu staf PMI Kaltara. “Informasi  yang  didapatkan  langsung kami teruskan kepada staf PMI Nunukan,” ujarnya.

Pada tanggal 20 Oktober petugas PMI Nunukan mendatangi tempat penampungan TKI yang beralamat di Jalan Kompleks Rusunawa Ujung, RT 05,  Nunukan Selatan untuk bertemu dan menyampaikan hasil permohonan Ilyas sebelumnya.

“Petugas PMI Nunukan menjelaskan dan membantu Ilyas untuk bisa berkomunikasi dengan Mama Aji (ibunya) yang berada di kampung dengan menggunakan layanan telepon gratis yang PMI Nunukan serta dilakukan pendampingan langsung,” ujarnya.

Dalam komunikasi tersebut Ilyas menyampaikan tentang kondisinya selama ini selama bekerja dan ditahan sampaikan dengan dia dideportasi ke Kabupaten Nunukan. Ilyas memberitahu keluarganya bahwa ia akan segera kembali pulang untuk bisa berkumpul kembali, dirinya juga mengungkapkan akan menetap di kampung halamannya seperti dulu lagi. Dalam komunikasi tersebut air mata ilyas tumpah saat berkomunikasi dengan ibunya yang 8 tahun terpisah. “Hanya ucapan  terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh jajaran PMI. Semoga amal ibadah dari seluruh jajaran PMI yang telah membantu mendapatkan balasan yang baik dari Allah SWT,” tutur Ilyas. (jnr/lim)

 

Delapan Tahun Putus Komunikasi dengan Orangtua


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:18

Pasokan Listrik Segera Pulih Bertahap

TARAKAN – Proses pigging atau pembersihan pipa akhirnya rampung dilakukan…

Kamis, 21 Maret 2019 11:14

ADA APA INI..?? Empat Sukhoi Mengudara di Perbatasan Kaltara

TARAKAN – Empat pesawat Sukhoi jenis SU-27 dan SU-30 dari…

Kamis, 21 Maret 2019 11:13

CIHUYY ..!! Ngga Lama Lagi di Tarakan Ada Cinema XXI

TARAKAN – Pertengahan tahun ini, Cinema XXI di lantai empat…

Kamis, 21 Maret 2019 11:11

4 ASN Mangkir Kerja, 2 Kampanye di Medsos

TARAKAN - Menjadi anggota aparatur sipil negara (ASN) diwajibkan untuk…

Kamis, 21 Maret 2019 10:37

Cabuli Anak di Bawah Umur, CK Diringkus Polisi

TARAKAN – Perbuatan yang dilakukan oleh pria berinsial CK (37)…

Kamis, 21 Maret 2019 10:31

Besi Bermunculan di Badan Jalan

TARAKAN – Minimnya perawatan jalan lingkungan, kerusakan semenisasi jalan pun…

Rabu, 20 Maret 2019 11:17

Pigging Klir, Listrik Berangsur Pulih

TARAKAN – PT Medco E&P Tarakan tengah berusaha merampungkan proses…

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*