MANAGED BY:
SABTU
20 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 22 Oktober 2018 13:18
Pengungsi Palu Terus Bertambah
BANTUAN: Pengungsi dari Sulawesi Tengah yang diberi bantuan oleh Dinas Sosial yang saat ini ditampung di beberapa rumah warga dan juga kerabat korban. RIKO / RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG – Pengungsi dari Sulawesi Tengah yang tertimpa musibah gempa dan tsunami Palu, Donggala dan Sigi  terus bertambah. Hingga Minggu (21/10) terdata berjumlah 27 orang.

Dari 27 pengungsi, 6 di antaranya adalah putra  dan putri asal Kabupaten Tana Tidung yang sedang menempuh sekolah pasantren di Palu. Rata-rata pengungsi ini menumpang di tempat kerabat atau keluarganya. Kepala bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Tana Tidung, Abdul Rajak mengatakan,dua hari lalu Tana Tidung kembali kedatangan 5 orang  pengungsi dari Palu.

“Dinas Sosial sudah memberikan bantuan kepada mereka berupa makanan dan karpet. Kami juga sudah menyiapkan bantuan untuk mereka.  Cuma kami masih menunggu laporan dari kepala desa dan camat. Jika sudah ada laporan, kami pasti langsung turun memberikan bantuan,” jelas Abdul Rajak.

Untuk logistik ke-27 pengungsi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung siap menyediakan.  Sebagian bahkan sudah didistribusikan ke pengungsi. Baik berupa makanan, pakaian layak dan biaya hidup sementara. Bantuan tunai Rp 10 juta diberikan kepada 13 pengungsi yang saat ini menumpang di salah satu rumah warga secara gratis.

“ Pengungsi yang baru datang yang saat ini sedang berada di rumah Bapak H.Deni itu kerabat mereka juga. Nanti akan didata lagi untuk diberikan bantuan,” lanjutnya kepada Radar Tarakan,Minggu (21/10).

Rajak memastikan 27 pengungsi yang berada di KTT memiliki kerabat atau keluarga dan semuanya telah di data oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD KTT. Di antara beberapa pengungsi ada yang mengantongi BPJS dan identitas lainnya. Namun ada pula yang tak sempat menyelamatkan identitas dirinya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tana Tidung, Syahrin,SE menyampaikan Pemkab tak hanya membantu penyediaan logistik pengungsi tapi anak-anak yang mengungsi juga akan difasilitasi untuk sekolah sesuai dengan jenjangnya. Ini dilakukan agar tidak ketinggalan mata pelajaran. “Kami akan carikan sekolah terdekat di sekitar tempat mereka tinggal supaya anak-anak pengungsi dapat mengikuti pelajaran dan tidak tertinggal dan memberikan bantuan berupa pakaian dan makanan kepada mereka,” kata Syahrin.

Samanudin (60) salah seorang pengungsi korban gempa dan tsunami saat ditemui Radar Tarakan mengakui terpaksa meninggalkan Palu. Tempat tinggalnya sudah hancur dan tak layak dihuni lagi. "Iya saya dan keluarga tidak tahu harus ke mana lagi. Saya sudah tidak punya keluarga dan tempat tinggal di Palu. Saya putuskan membawa istri dan ke empat anak dan menantu saya untuk pergi meninggalkan Palu dan menuju ke sini. Karena saya punya kerabat di sini bernama H.Deni dan sekarang pun kami disuruh tinggal di salah satu rumahnya," ungkapnya sedih. (*/rko/zia)

 


BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 15:28

Lebih Langsing dengan Berenang

<p>Berenang termasuk olahraga yang menyenangkan. Tetapi kebanyakan orang lebih menganggap olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*