MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 22 Oktober 2018 10:26
Sukiman, Hidup Sebatang Kara di Usia Senja
SEBATANG KARA: Sukiman yang terbaring lemah di usia senjanya. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, PERNAHKAH kita membayangkan, hidup sebatang kara di usia dengan penyakit yang membuat kita tak dapat mengerjakan apa-apa lagi. Mungkin hal itulah yang dirasakan Rahmat Sukiman. Pria 74 tahun ini hanya bisa terbaring di tempat tidurnya di usia senjanya.

Pria kelahiran Martapura 2 Februari 1944 tersebut, sudah mengalami sakit-sakitan sejak empat bulan lalu. Namun, pada tanggal 8 Oktober lalu penyakitnya bertambah parah. Ia pun mengalami insiden di dalam rumah hingga menyebabkannya tidak sadarkan diri.

Marifah, tetangga korban mengungkapkan, ia mengetahui semakin parahnya sakit Sukiman dari seseorang tetangga lain yang mendapati kakek tua tersebut tergeletak tidak sadarkan diri. Sejak menjalani perawatan di rumah sakit akhirnya ia divonis mengalami stroke. Meski demikian, ia masih bisa mengerakkan kedua tangannya yang terlihat sangat kaku.
“Sakitnya sebenarnya sudah 4 bulan lalu cuma divonis stroke sejak masuk rumah sakit beberapa minggu lalu. Setelah itu, karena dia tidak bisa mengerakkan badannya akhirnya kami tetangga-tetangga yang mengurusnya,” ungkapnya, Sabtu (20/10).
Karena sudah tidak dapat berbuat banyak, akhirnya tetangga yang prihatin mengumpulkan iuran untuk kebutuhan Sukiman. Selain itu parah tetangga juga bergantian menjaga Sukiman.
“Kami keliling di sekitar sini mengumpulkan urunan buat bantu Pak Sukiman. Alhamdulillah rasa simpati tetangga sangat besar,” tukasnya.

Dari pantauan Radar Tarakan, terlihat pria yang akrab disapa paman oleh tetangganya sedikit kesulitan untuk berkomunikasi karena ia tidak dapat berbicara layaknya orang normal lagi. Meski demikian, ia masih dapat mendengar dengan jelas suara orang yang mengajaknya bicara.
Sementara itu, Laila Sari yang juga tetangga Sukiman mengungkapkan, sejak mengalami stroke Sukiman kerap kali bertinkah layaknya seorang balita. Jika tidak dituruti ia kerap melempar benda di dekatnya atau mengetuk dinding sebagai tanda protes. “Nah beginilah dia kalau marah (menunjukkan Sukiman yang sedang mengetuk dinding), dia sering marah kalau permintaannya tidak dituruti,” ungkap Laila.

Meski demikian, tetangga dapat memaklumi perilaku tersebut. Tetangga hanya berharap semoga pemerintah dapat memperhatikan Sukiman karena selama ini belum sekalipun mendapatkan kunjungan atau sekadar pelayanan kesehatan dinas luar. “Bukannya kami sudah tidak sanggup, tapi mungkin tidak selamanya tetangga bisa merawatnya karena kami juga punya keluarga masing-masing,” terangnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat Intan mengungkapkan ia pernah melaporkan hal tersebut kepada pihak kelurahan dengan maksud mendapatkan solusi mengenai perawatan Sukiman. “Kemarin saat di rumah sakit saya juga sudah ajukan bantuan tapi pihak rumah sakit tidak bisa karena Pak Sukiman ini ada jaminan KIS. Saya juga sudah ajukan juga ke panti melalui petugas kelurahan, nah persyaratan di panti itu harus diserahkan dalam kondisi sehat,” terangnya.

Meski demikian, ia hanya berharap adanya solusi dari pemerintah. Dari pembaringan, Sukiman hanya bisa melihat langit rumahnya dengan tatapan kosong. Sesungguhnya, hidup sebatang kara bukan pilihannya namun keadaanlah yang membuat Sukiman seperti itu. (*/zac/lim)

 

Sukiman, Hidup Sebatang Kara di Usia Senja

loading...

BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 11:17

Pigging Klir, Listrik Berangsur Pulih

TARAKAN – PT Medco E&P Tarakan tengah berusaha merampungkan proses…

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…

Rabu, 20 Maret 2019 11:11

PLTSa di Kunak, Kontribusi Rp 1 Miliar

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tarakan akhirnya memilih Kawasan Usaha Peternakan (Kunak)…

Rabu, 20 Maret 2019 11:11

Permen-KP 56, Bukan Pelarangan

TARAKAN- Terkait dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen-KP) Nomor…

Rabu, 20 Maret 2019 10:34

Dewi Yul Dituntut 18 Tahun Penjara

TARAKAN – Wanita cantik pengiriman sabu 1 kg yaitu Dewi…

Rabu, 20 Maret 2019 10:31

Putusan Inkrah, JPU Siap Lakukan Eksekusi

TARAKAN – Kasus perkara korupsi bahan mengajar dalam pelaksanaan Program…

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*